Pernyataan Pers

5/15/2012

 
Kunjungan GKSB DPR RI ke Portugal Bukan Kunjungan Gelap
 
Sehubungan dengan pernyataan PPI Portugal yang menilai kunjungan kerja GKSB DPR RI ke Portugal sengaja ditutup-tutupi atau merupakan kunjungan gelap, bersama ini KBRI Lisabon menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
 
1. Kunjungan GKSB DPR RI ke Portugal yang terdiri dari 9 anggota dari berbagai Partai Politik di DPR RI, yang dimulai tanggal 13-17 Mei 2012 merupakan kunjungan kerja yang bermanfaat dan bukan merupakan kunjungan gelap, seperti dinilai PPI Portugal. Kunjungan itu sudah lama dipersiapkan dan diatur bersama mitra GKSB DPR RI di Parlemen dan Pemerintah Portugal. 2. Untuk diketahui, selama di Lisabon, GKSB DPR RI diacarakan bertemu dengan kelompok Persahabatan Parlemen Portugis-Indonesia di Parlemen Portugal, Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen, Ketua Parlemen, dan Menteri Luar Negeri Portugal. Rombongan GKSB DPRI RI juga diacarakan bertemu dengan Walikota Lisabon dan menghadiri jamuan makan malam. Di samping itu, rombongan GKSB DPR RI telah mengunjungi industri strategis OGMA, EDP, dan AICEP. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat kemajuan industri dirgantara dan teknologi energi terbarukan yang dikembangkan OGMA dan EDP.
 
3. Rencana kunjungan itu sama sekali tidak ditutup-tutupi dan malah sejak tiba di Lisabon, mereka langsung dipertemukan dengan masyarakat Indonesia yang berdiam di Lisabon, termasuk anggota PPI Portugal di Lisabon. Ada 3 anggota PPI Portugal di Lisabon yang menghadiri acara ramah tamah dengan GKSB DPR RI tanggal 13 Mei 2012, dan hanya 3 orang yang tidak dapat hadir karena kesibukan menyelesaikan tugas belajarnya. KBRI memahami ketidakhadiran mereka karena tugas utama mereka adalah menimba ilmu, namun jika tidak sibuk dan tidak mengganggu jam belajar, KBRI senantiasa melibatkan komponen masyarakat Indonesia dan khususnya PPI dalam acara-acara KBRI. Hal itu bukan hanya dimaksudkan untuk transparansi, tapi sekaligus dimaksudkan menjalin tali silaturahmi diantara sesama komponen bangsa.
 
4. Selama acara ramah tamah yang berlangsung 2 jam lebih, rombongan GKSB DPR RI berbicara dengan baik bersama ketiga anggota PPI Portugal. Pada saat itu tidak ada hal-hal yang mereka tutup-tutupi. Bahkan salah seorang dari anggota PPI yang hadir bernama Aziiz Sutrisno, yang belajar teknik lingkungan di Universitas Nova Lisboa, memohon untuk ikut dalam peninjauan GKSB DPR RI ke industri strategis OGMA, EDP, dan AICEP. Alasannya untuk ikut peninjauan adalah untuk keperluan studinya. Permohonan itu disetujui berdasarkan asas itikad baik dan dalam rangka membantu kegiatan belajar anggota PPI tersebut dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk kepentingan lain.
 
5. Tidak ada maksud apapun atau pilih kasih dalam mengatur acara ramah tamah dengan GKSB DPR RI tanggal 13 Mei 2012. Pengaturan itu dilakukan semata-mata atas pertimbangan praktis dan tidak mengganggu kegiatan belajar anggota PPI yang berdiam di luar kota LIsabon. Dan jika ada kegiatan KBRI di luar kota LIsabon, KBRI senantiasa memberitahu bahkan melibatkan PPI setempat. Peluncuran Kelompok Persahabatan Peselancar Portugis-Indonesia di Porto beberapa waktu lalu, dikoordinasikan dan digabungkan dengan pelantikan Pengurus PPI Portugal yang baru. Rencana kunjungan KRI Dewa Ruci dalam 2 bulan mendatang ke Porto, jauh hari sudah diberitahukan kepada Pengurus PPI yang berdiam di Porto.
 
6. KBRI berpandangan kunjungan GKSB DPR RI ke Portugal relevan dan bermanfaat dalam membantu melengkapi upaya Pemerintah memajukan hubungan bilateral dengan Portugal. Apalagi dalam waktu dekat ini Presiden Portugal akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.
 
7. KBRI akan terus membina hubungan dengan segenap komponen masyarakat Indonesia yang ada di Portugal termasuk dengan Pengurus PPI Portugal. Meskipun jumlah anggota PPI di Portugal saat ini baru 20 orang, perhatian dan upaya membangun hubungan dengan PPI di Portugal penting dalam rangka menjalin tali silaturahmi dan saling membantu sebagai sesama komponen bangsa yang berupaya memajukan kepentingan nasional dimanapun berada.
 

 
Lisabon, 15 Mei 2012
 
KBRI Lisabon