Lakon Ramayana Hanuman Duta Manggung di Lisbon

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Potongan epik Ramayana berjudul “Hanuman Duta” tampil dalam Festival Seni  Budaya Asia, Rota do Oriente, di Museum Oriente Lisbon, 20-21 November 2013. Sepuluh  seniman yang terdiri  atas dosen gamelan, penari dan penembang dari Institute Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, berkolaborasi dengan 5 orang anggota grup gamelan Portugis, Yogistragong, mengisi sendratari  tersebut.

Sosok  kera putih, Hanuman, yang diperankan oleh mahasiswa ISI Yogya, Anter Asmorotedjo, tampil perkasa dan gemilang dalam pertunjukan itu. Ia  diutus Rama pergi ke Kerajaan Alengka untuk menyelamatkan dan membawa pulang puteri elok Sinta, yang telah diculik Rahwana. Dikisahkan dalam lakon itu, Hanuman harus bertarung mati-matian melawan putera Rahwana, Indrajit.

Pertarungan heroik Hanuman mencapai puncak, ketika panah api Indrajit menembus tubuhnya. Keajaiban seketika terjadi pada kera sakti itu. Alih-alih terbakar, justru Hanuman dengan kekuatan magisnya membakar dan memusnahkan kerajaan penuh angkara, Alengka.

Penampilan sendratari Ramayana, yang diawali dengan rangkaian tari Bali dan Jawa selama 70 menit itu dengan koreografer dosen tari ISI, Heni Winahyuningsih, memukau penonton. Sekitar 250 dan 350 orang yang hadir menyaksikan pagelaran di 2 malam berturut-turut itu enggan beranjak hingga pertunjukan berakhir. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang menikmati pertunjukan dan menyatakan rasa puasnya, tapi juga tamu dari kalangan korps diplomatik, pencinta seni dan mahasiswa serta masyarakat umum di Lisbon.  

“Gamelan bunyinya unik, tapi tidak asing”, begitu kata sejumlah anak muda pemusik Portugis, yang ikut menyaksikan pertunjukan Ramayana malam itu. Beberapa di antaranya bahkan bertanya dimana bisa belajar gamelan di Lisbon atau di Indonesia. Kesempatan itu tidak disia-siakan untuk mempromosikan program workshop gamelan KBRI setiap bulan Februari-Mei di Museum Oriente dan beasiswa Darmasiswa dari Kemendikbud RI.                                  

Partisipasi Indonesia dalam pekan budaya Asia, Rota do Oriente, yang berlangsung dari tanggal 15-21 November tersebut diprakarsai oleh KBRI Lisbon, Museum Oriente dan ISI Yogyakarta sejak pertengahan tahun 2013 ini. Indonesia menjadi salah satu sponsor utama dalam pekan budaya, yang juga diikuti oleh perwakilan dari negara China, Jepang, Qatar, India dan Portugal. Sesi pertunjukan tari dari Indonesia tercatat menyedot penonton paling banyak selama satu minggu pertunjukan. Selain pertunjukan, tim ISI Yogyakarta pekan itu juga memberikan workshop gamelan dan tampil dalam malam budaya friends of Museum Oriente tanggal 15 November 2013.

Tim kesenian ISI Yogyakarta, yang juga dikenal dengan nama Manis Rengga Tjakrawasita tersebut, sudah 3 kali bermuhibah ke Portugal. Grup ini pula yang membidani kelahiran kelompok gamelan Portugis, Yogistragong, bersama KBRI pada tahun 2009 lalu. Uniknya seluruh pemain gamelan Yogistragong merupakan orang asing, yang diseleksi melalui kegiatan workshop tahunan gamelan di Museum Oriente. Untuk menarik minat di kalangan muda, gamelan Jawa Yogistragong kerap tampil berfusi dengan drummer tradisional Jepang, gitaris tradisional China dan musik Fado Portugis serta seni kontemporer lainnya. Ke depan akan lebih banyak lagi peserta pelatihan gamelan dari Portugal.