Buku Sejarah 500 Tahun Hubungan Portugal-Indonesia Diluncurkan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

KBRI Lisabon bekerjasama dengan the International Institute of Macao  (IIM) dan Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Portugis-Indonesia (ALIAC) tanggal 30 September 2013 kemarin telah meluncurkan 2 jilid buku berjudul “Portugal e Indonesia: Historia do Relacionamento Politico e Diplomatico 1509-1974,” (Portugal dan Indonesia: Sejarah Hubungan Politik dan Diplomasi 1509-1974).

 

Bertempat di gedung bersejarah Palacio da Independência, Lisbon, acara peluncuran   dihadiri sekitar 50 tamu dan pejabat penting  Portugal. Turut hadir pada kesempatan itu, Dr. José Cesário, Sekretaris Negara Urusan Komunitas Portugis mewakili Kemlu Portugal,  Dr. Fernando Lima, Penasehat Presiden Portugal, Prof. Jorge Rangel, Presiden IIM, Jenderal Baptista Pereira, pimpinan Sociadade Historica da Independência, Dr. Luciano da Silva, Konhor RI di Porto sekaligus Ketua ALIAC, dan Dr. Laurenço da Almeida, pimpinan Pusat Kebudayaan Nasional.

 

Sementara dari kalangan tamu hadir sejumlah pimpinan museum, ahli sejarah Portugis, pimpinan universitas di Lisbon, mantan Menlu António Martins da Cruz, tokoh kebudayaan, wakil organisasi komunitas negara berbahasa Portugis/CPLP, Dubes RI Albert Matondang dan staf diplomatik KBRI Lisbon.

 

Buku ini merupakan sumbangsih penting Institut Internasional Macau bagi kemajuan keilmuan dan kajian sejarah bangsa-bangsa yang menjalin hubungan dan menerima pengaruh Portugis sejak masa lampau, demikian kata Presiden IIM, Prof. Jorge Rangel, dalam pidato peluncuran buku.  Ia  gembira,  akhirnya buku yang disusun sejak tahun 2004 itu rampung dan  menyampaikan terima kasih kepada KBRI dan ALIAC serta koordinator buku, Prof. Jorge Alves, yang telah bekerja keras menyelesaikan  buku tersebut. 

 

Sementara, Sekretaris Negara Urusan Komunitas Portugis, Dr. José Cesário, menggarisbawahi pentingnya peluncuran buku, yang disebutnya sebagai sumber ilmiah yang multidisiplin dan multi bahasa, sebagai langkah mendekatkan kedua bangsa.  Ditambahkannya bahwa sejarah masa lalu Portugal yang gemilang dalam menjelajah bangsa-bangsa di dunia menjadi motor penggerak generasi saat ini. Ia turut menyampaikan penghargaan atas peran perguruan tinggi, KBRI dan lembaga persahabatan ALIAC menyebarluaskan pengetahuan yang penting tersebut.

 

Dubes RI, yang malam itu menjadi tamu kehormatan, menyampaikan bahwa KBRI dan Pemri mendukung penuh penerbitan buku ini. Disamping karena lingkup bahasannya yang luas, topik-topik yang diangkat penting dan relevan dalam  memahami berbagai aspek hubungan bilateral Portugal-Indonesia di masa lalu, seperti sejarah hubungan diplomasi, instrumen diplomasi hingga peran budaya dalam peningkatan hubungan. Diuraikan oleh Dubes RI, buku ini  sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan ataupun masyarakat luas, yang ingin mengetahui seluk beluk pertalian Portugal dan Indonesia. Ini bermanfaat  memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin dan mendorong kerjasama yang lebih konkret di masa depan.

 

 Buku  “Portugal e Indonesia: Historia do Relacionamento Politico e Diplomatico (1509-1974)” merupakan buku pertama yang mengupas secara lengkap berbagai dimensi hubungan sejarah Indonesia-Portugal yang telah berusia 500 tahun. Buku ini dipersiapkan sejak tahun 2004 lalu dengan mengumpulkan 35 artikel yang ditulis oleh berbagai ahli dari Eropa dan Indonesia sejak normalisasi hubungan RI-Portugal tahun 1999.

 

Ide mengumpulkan tulisan tersebut berangkat dari keinginan Alm. Ambassador Antonio Pinto da França, Indonesianis, mantan diplomat senior Portugis dan mantan Ketua  ALIAC, dan 2 orang peneliti Indonesia Sartono Kartodirdjo dan Paramita Abdulrachman, memanfaatkan hasil seminar mengenai hubungan Portugal-Indonesia pada tahun 2004, yang dinilai dapat menambah khasanah tulisan ilmiah tentang pertalian kedua negara.

 

IIM merupakan NGO nirlaba yang didirikan bulan Juni 1999 dan berpusat di Macau. Organisasi ini memiliki misi mempromosikan identitas sosial budaya dan ekonomi Macau serta berkontribusi secara luas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.  Dukungannya terhadap penerbitan buku “Portugal e Indonesia: Historia do Relacionamento Politico e Diplomatico (1509-1974)” dilandasi kedekatannya dengan Portugal, yang merupakan penguasa terakhir Eropa di daratan China. Pengaruh Portugis yang kental di Macau dan hubungan sejarah penjelajahan Portugis di masa lampau, yang melibatkan Macau, Indonesia dan negara lainnya di Asia, mendorong IIM mensponsori penerbitan buku itu.