Resepsi Diplomatik KBRI Lima untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-70 dan Peringatan 40 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia –

Pada tanggal 19 Agustus 2015 telah diselenggarakan Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-70, yang sekaligus merupakan Peringatan 40 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Peru. Pada acara resepsi tersebut ditampilkan pertunjukan seni dan budaya Indonesia dan keanekaragamannya kuliner nusantara.

Hadir pada Resepsi Diplomatik antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Peru, Anggota Kongres, Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata, Kedua Orang Tua Presiden Ollanta Humala, serta kalangan korps diplomatik, pejabat pemerintah, pengusaha, wartawan, akademisi, perwakilan masyarakat Peru dan komunitas Indonesia di Peru.

Duta Besar RI di Lima, Bapak Moenir Ari Soenanda, dalam sambutan pembukanya, menyampaikan secara garis besar potensi ekonomi, investasi dan pariwisata Indonesia.

Dalam kaitan peringatan 40 tahun hubungan diplomatik antara RI dan Peru, disampaikan bahwa dalam kurun waktu tersebut hubungan antara kedua negara telah banyak berkembang di berbagai bidang, mulai dari hubungan antar parlemen, antar pemerintah, hingga antar kalangan pengusaha, yang akan semakin menguat dan akan dapat membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara serta meningkatkan people to people contact dengan partisipasi mahasiswa Peru pada program beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Asia Oceania, Kementerian Luar Negeri Peru, Mr. Carlos Vásquez, menyampaikan ucapan selamat dan perasaan senang dapat hadir di acara resepsi peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70. Selain itu, Mr. Carlos Vásquez mengatakan bahwa Indonesia menempati posisi yang sangat penting di kawasan dan merupakan salah satu mitra utama Peru di kawasan.

Oleh karena itu, Peru akan terus berupaya untuk semakin meningkatkan hubungan kerjasama di segala bidang dengan Indonesia.

Dalam rangka promosi seni dan budaya Indonesia di acara Resepsi Diplomatik HUT RI ke-70, KBRI Lima menampilkan 5 (lima) macam tari daerah yaitu Tari Saman, Tari Bambu Gila, Tari Bajidor Kahot, Tari Payung dan Tari Piring.

Selain itu, grup angklung KBRI Lima yang beranggotakan anggota Dharma Wanita Persatuan membawakan 3 (tiga) lagu dengan nuansa latin dan nuansa Indonesia, yakni Bungong Jeumpa,  Euis dan Si Patokaan. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari para undangan yang hadir.

Dalam acara dimaksud juga disajikan beberapa masakan khas Indonesia seperti nasi goreng dan sate ayam dengan lontong