KBRI Lima Mengenalkan Produk Ekspor Indonesia di KADIN Perú

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kedutaan Besar Republik Indonesia Lima memperkenalkan komoditi ekspor unggulan Indonesia yang telah diekspor ke Perú seperti pupuk, tekstil, pakaian jadi dan sepatu serta produk elektronik kepada perwakilan Kamar Dagang Industri daerah dari 6 kota di Perú, yakni Arequipa, Huaraz, Cajamarca, Huancayo, Chiclayo, Lambayeque, Barranca dan Pasco.

 

Pengenalan tersebut dilakukan oleh KBRI dalam kegiatan Temu Usaha yang diselenggarakan oleh Peru Cámaras (Kamar Dagang dan Industri Perú) pada 15 Maret 2011. Acara tersebut merupakan ajang pertemuan antara 62 perwakilan KADIN Daerah dengan Kedutaan Besar asing yang berada di Perú. Dalam acara dimaksud KBRI Lima menjelaskan mengenai kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta kontak bisnis yang dapat dihubungi oleh para pengusaha Perú.

 

Diseminasi informasi mengenai produk unggulan Indonesia dirasakan perlu mengingat terus berkembangnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Perú yang juga menyentuh bidang ekonomi.

 

Dari data Kementerian Perdagangan Indonesia, total perdagangan bilateral kedua negara pada periode 2005-2010 menunjukkan peningkatan 9.33%. Pada tahun 2010, total perdagangan bilateral mencapai nilai 125 juta dolar, meningkat 43% dari total perdagangan bilateral pada tahun 2009 yang mencapai 87 juta dolar. Dari tahun 2006-2010, Indonesia selalu mengalami surplus. Hal ini merupakan pertanda positif bagi promosi produk ekspor Indonesia di Perú.

 

Pada acara cocktail yang diadakan oleh Peru Camaras, KBRI Lima diberikan kesempatan untuk menyuguhkan kesenian tradisional tunggal di hadapan sekitar 100 pengusaha dan undangan. Tim Angklung KBRI Lima dan grup tari KBRI Lima yang menampilkan tarian Tabal Gempita dan Bambu Gila mendapatkan sambutan hangat dari para penonton.

 

Pada acara yang diselenggarakan oleh Peru Cámaras tersebut, KBRI Lima tidak hanya telah mengenalkan potensi ekonomi Indonesia kepada para pengusaha dan undangan, tetapi juga telah mengenalkan keragaman budaya Indonesia.

 

 

Lima, 16 Maret 2011