Istri Walikota San Isidro Jatuh Cinta pada Batik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

´´Quiero aprender cómo hacer Batik¨´, (saya ingin belajar membatik). Demikian ungkap istri walikota San Isidro, Lima, Perú, Señora Lourdes Salaverry setelah mencoba mempraktikkan cara membatik yang dipandu oleh staf lokal KBRI Lima, Tantan Rahmansyah, yang baru saja menyelesaikan kursus membatik di Desa Tanjung Donoharjo, Kecamatan Ngagglek, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

 

Bagi Señora Lourdes Salaverry, membatik merupakan pengalaman baru dan menarik sehingga timbul keinginannya untuk lebih mendalami bagaimana cara membatik. Untuk menunjukkan keseriusannya terhadap seni membatik, Señora Lourdes Salaverry menyampaikan permintaan khusus agar KBRI Lima dapat memberikan pelajaran khusus mengenai membatik kepada asosiasi wanita San Isidro yang dipimpinnya.

 

Peragaan membatik tersebut merupakan bagian dari partisipasi KBRI Lima pada acara Festival ´´San Isidro Abre Sus Puertas Al Mundo´´, yang diselenggarakan oleh pemerintah kota San Isidro untuk memperingati 80 tahun berdirinya San Isidro. Festival tersebut diikuti oleh sekitar 20 perwakilan asing lainnya, seperti Malaysia, Mesir, Kuba, Panama dan Nikaragua. Wilayah San Isidro memang dikenal sebagai lokasi mayoritas perwakilan-perwakilan asing di Lima, Perú.

 

Acara dibuka oleh Walikota San Isidro, Raul A. Cantella Salaverry. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa festival tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada perwakilan-perwakilan asing yang berlokasi di San Isidro untuk mengenalkan kebudayaan, informasi wisata dan gastronomi kepada publik Perú, khususnya warga San Isidro.

 

Selain menampilkan peragaan membatik, KBRI Lima menampilkan benda-benda seni khas Indonesia, seperti topeng, wayang kulit dan golek, keris, kain songket dan tenun, serta membagikan brosur pariwisata kepada para pengunjung. Stand KBRI Lima yang dihiasi dengan menonjolkan keragaman budaya Indonesia mendapatkan tampil berbeda dibandingkan dengan stand-stand dari negara lain. Tampak jelas bahwa keragaman budaya Indonesia merupakan aset untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

 

Pada sore harinya, KBRI Lima juga berpartisipasi dalam pertunjukan kebudayaan yang menjadi bagian dari acara festival dimaksud. Tim Angklung KBRI Lima memainkan 6 lagu berbahasa Spanyol di hadapan sekitar 100 penonton. Selain itu, tim tari KBRI Lima juga menampilkan tari Pendet dan tari Tabal Gempita serta memeragakan 4 (empat) pakaian adat pengantin daerah dari provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

 

Para pengunjung mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia baik yang dipamerkan di stand maupun pertunjukkan seni yang ditampilkan. Partisipasi KBRI Lima dalam Festival ´´San Isidro Abre Sus Puertas Al Mundo´´, berhasil memperkenalkan nama Indonesia di publik Perú, khususnya di wilayah San Isidro, Lima, Perú.

 

Menurut pihak penyelenggara, pelaksanaan festival dimaksud tergolong sukses dan mendapatkan perhatian luas dari media massa dan masyarakat setempat. Hal dimaksud diindikasikan dengan keinginan pemerintah setempat untuk menyelenggarakannya kembali pada di tahun berikutnya.   

 

 

Lima, 2 Mei 2011