Indonesia dan Peru Bertukar Pengalaman Pengolahan Hasil Laut

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai dua negara yang kaya akan hasil laut, Indonesia dan Peru berpotensi untuk bekerjasama di bidang kelautan dan perikanan.

Hal di atas melatarbelakangi pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad dengan kalangan akademisi Peru dan pengusaha tepung ikan Peru, 12 Oktober 2010.

Pertemuan yang berlangsung di wisma Duta Besar RI di Lima digunakan untuk bertukar pengalaman di bidang pengolahan hasil laut, yakni rumput laut dan terutama produksi tepung ikan. Peru memiliki industri pengolahan tepung ikan yang cukup besar di kawasan Pasifik dan memenuhi sekitar 30% kebutuhan tepung ikan dunia.

Untuk memenuhi sebagian kebutuhan dalam negeri, Indonesia mengimpor tepung ikan dari beberapa negara, diantaranya Peru. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada 2010, impor tepung ikan sebanyak 12% dari total 100.8 juta ton impor hasil perikanan.

Sehari sebelumnya, delegasi Kementerian Kelautan dan Perikanan berkunjung ke  industri pengolahan tepung ikan  terbesar di Peru, Tecnologica de Alimentos (TASA).

Pertemuan dilakukan setelah rangkaian the 3rd APEC Ocean-Related Ministerial Meeting (AOMM3),di Paracas, Lima yang berlangsung pada 11-12 Oktober 2010. Di akhir AOMM3, dihasilkan Deklarasi Paracas yang antara lain menggarisbawahi pentingnya kerjasama antara negara anggota APEC di bidang ekosistem laut, manajemen kelautan yang berkelanjutan, riset dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut dan pantai, perikanan dan aquaculture.