Dubes RI Promosikan Islam di Indonesia di Perú

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Keberadaan Kementerian Agama RI yang bertugas untuk mengatur kehidupan beragama dan bermasyarakat mendapat perhatian tersendiri dari salah satu peserta seminar mengenai Islam di Indonesia (El Islam en Indonesia)  di Universidad Tecnológica del Perú (UTP), Lima, 16 Mei 2011 yang lalu. Peserta seminar tersebut menanyakan fungsi Kementerian Agama yang menurutnya tidak ditemukan di Perú. Acara tersebut dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Centro Cultural Al Andalus, sebuah pusat studi kebudayaan Islam di Perú.

 

Dalam seminar tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Perú dan Bolivia, Yosef Berty Fernandez tampil sebagai pembicara utama untuk menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia. Dubes Yosef Berty Fernandez menggarisbawahi bahwa Indonesia merupakan negara di mana Islam, demokrasi dan pluralisme dapat tumbuh bersama dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

 

Seminar dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Hak Asasi Manusia, Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, UTP, Doctor Miguel Ángel Rodríguez Mackay. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa perkembangan Islam sebagai salah satu dari agama monotheisme, perlu mendapatkan perhatian kalangan akademisi dan masyarakat Perú, terlebih dalam era globalisasi. Lebih lanjut, disampaikan bahwa perkembangan Islam di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia menarik untuk ditelaah bersama di tengah sentimen negatif yang berkembang di dunia internasional.

 

Dalam paparan mengenai Islam di Indonesia, Dubes Yosef Berty Fernandez menjelaskan sejarah masuknya Islam di Indonesia yang berkembang dengan proses akulturasi/sinkretisme, karakteristik Islam Indonesia yang berkembang dengan moderat serta peran organisasi Islam seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. Juga dijelaskan mengenai toleransi beragama di Indonesia serta peran wanita yang mendapat tempat dalam politik dan sektor lainnya. Dubes Yosef Berty Fernandez juga memaparkan mengenai tantangan yang dihadapi yakni berkembangnya paham radikal dan kekerasan berlatar belakang agama. Ditekankan bahwa  segala bentuk kekerasan dengan latar belakang agama tidak mendapatkan dukungan dari mayoritas masyarakat Indonesia.

 

Sebagai bagian dari seminar, KBRI Lima juga telah menampilkan dua tarian tradisional Indonesia yang mendapatkan pengaruh Islam, yakni tari Saman (Provinsi Nangroe Aceh Darussalam) dan tari Rentak Besapih (Provinsi Jambi). Penyelenggaraan seminar dengan tema Islam di Indonesia bermanfaat dalam menyebarkan citra Indonesia sebagai negara di mana Islam, demokrasi dan pluralisme dapat berkembang dengan harmonis.