Angklung Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu, dinominasikan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, pada Sidang ke-5 Komite-Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya yang diselenggarakan di Kenya, Nairobi, Rabu ,17 November 2010. Dalam sidang ini, sebanyak 47 warisan budaya tak benda dari 29 negara telah disertakan di dalam daftar dimaksud.   

 

Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda adalah daftar yang dibuat oleh UNESCO untuk membantu menunjukkan keragaman dan pentingnya warisan budaya.

 

Menurut UNESCO, angklung memenuhi lima kriteria untuk dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda. Kriteria pertama terkait status angklung sebagai identitas budaya masyarakat di Jawa Barat dan Banten dimana bermain angklung berkontribusi bagi peningkatan nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati dan penciptaan keharmonisan sosial.

Kedua, dimasukkannya Angklung ke dalam daftar warisan budaya tak benda dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya tak benda dan mempromosikan nilai-nilai kerjasama, disiplin dan saling menghormati.

Ketiga, otoritas Indonesia telah menetapkan langkah-langkah pelestarian di berbagai tingkatan untuk mendorong penyebaran angklung dalam konteks formal dan non-formal.

Keempat, nominasi ini juga menunjukkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian dan proses nominasi angklung melalui konsultasi formal.

Terakhir, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sudah mendaftarkan angklung dalam daftar inventarisasi nasional.  Beberapa universitas dan asosiasi Angklung juga telah mendaftarkan  Angklung ke dalam inventarisasi
khusus.

Negara-negara lain, termasuk Peru, juga telah berhasil untuk memasukkan warisan budaya mereka ke dalam daftar dimaksud. dua tarian Peru, yakni tari Huaconada, dan tari Gunting dari Quechua telah resmi didaftarkan dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda 2010.

 

Dengan demikian, Indonesia memiliki empat warisan budaya yang telah didaftarkan di UNESCO, yakni wayang, keris, batik dan angklung.

Selain keempat
warisan budaya di atas, Indonesia juga memiliki tujuh situs yang  didaftarkan dalam daftar situs warisan dunia, yakni Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan dan situs Sangiran Jawa Tengah. Empat warisan dunia lainnya adalah Pulau Komodo, Taman Nasional Lorentz dan Taman Ujung Kulon dan hutan tropis Sumatra.

 

Sumber:

Antara, Xin Hua, UNESCO