Profil Negara dan Kerjasama

  • Georgia

    Pada abad ke-1 Masehi, Georgia berada di bawah kekuasaan Romawi. Agama
    Kristen mulai menjadi agama negara pada tahun 330-an M. pada abad
    11-13, wilayah Georgia dikuasai oleh Bangsa Persia, Arab dan Turki,
    sedangkan Bangsa Mongol baru melakukan invasi pada tahun 1236.
     
    Mulai abad 19, Georgia berada di bawah kekuasaan Imperium Rusia. Selama periode 1918–1921, Georgia sempat merdeka menyusul terjadinya Revolusi Oktober di Uni Soviet namun Georgia dipaksa bergabung kembali ke dalam Uni Soviet. Pada tahun 1991, saat Uni Soviet runtuh, Georgia menyatakan kembali kemerdekaannya dan melantik Zviad   Gamshakurdia sebagai presiden pertama Georgia. Pada tahun 1995, mantan Menlu Uni Soviet Eduard Shevardnadze menduduki jabatan sebagai presiden Georgia menggantikan Zviad Gamshakurdia.
    Selengkapnya

  • Armenia

    Republik Armenia merupakan negara landlock yang berbatasan dengan Turki
    di barat dan Georgia di utara. Armenia merupakan negara kristen
    pertama di dunia dan gereja pertama di Armenia dibangun pada abad IV
    masehi. Selama berabad-abad negara ini berada di bawah kontrol Turki
    dan Persia sehingga banyak peninggalan budaya dan arsitektur di Armenia
    merupakan kombinasi dari berbagai tradisi kuno. Bahasa Armenia
    merupakan rumpun bahasa Indo-Eropa, namun abjadnya unik.

    Selengkapnya

  • Ukraina

    Setelah Uni Soviet bubar, Ukraina memproklamirkan kemerdekaannya pada 24 Agustus 1991. Dewasa ini Negara ini berupaya berintegrasi dengan Eropa barat, namun proses ini tidak mudah karena senantiasa ditentang oleh negara tetangganya, Rusia.
    Ukraina merupakan negara terbesar kedua di Eropa setelah bagian Eropa Rusia. Tanahnya luas dan subur serta memiliki perindustrian berat di wilayah timur. Meski Rusia dan Ukraina memiliki pertalian sejarah yang kuat, bagian barat Ukraina memiliki ikatan kuat dengan tetangga Eropa, khususnya Polandia dan elemen nasionalis Ukraina sangat kuat di wilayah barat ini.
    Selengkapnya

  • Kuliah Umum Dubes RI di Akademi Diplomatik Ukraina

    Kyiv, 20/5/2016. Duta Besar RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, melakukan kunjungan ke Akademi Diplomatik Ukraina (ADU), guna melakukan pertemuan dengan Rektor Akademi Diplomatik Ukraina, Mr. Viacheslav Tsivatyi, serta menggelar kuliah umum dihadapan para mahasiswa ADU di kampus ADU Kyiv, pada tanggal 20 Mei 2016. Pertemuan Dubes RI Kyiv dengan Rektor Akademi membahas mengenai kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Ukraina, khususnya terkait peningkatan kapabilitas pendidikan kader diplomat Ukraina. Rektor Akademi Diplomatik Ukraina menyambut baik kerjasama antara KBRI Kyiv dengan Akademi Diplomatik Ukraina yang telah terbangun selama ini, serta memuji kiprah diplomasi yang dilakukan oleh Dubes RI Kyiv dalam memajukan diplomasi budaya melalui program budaya-budaya yang digelar oleh KBRI Kyiv seperti pagelaran budaya, pendidikan bahasa Indonesia di universitas, serta promosi kuliner Indonesia. Secara khusus, Rektor Akademi Diplomatik menyampaikan kepada Duta Besar RI Kyiv bahwa kiprah diplomasi budaya yang dilakukan oleh KBRI Kyiv menjadi contoh dan dimasukan dalam sebuah buku yang dibuat oleh Mr. Oleksandr Flipchenko, diplomat senior Ukraina, dengan judul "Culture of Diplomacy". Selengkapnya