KBRI Kyiv Berpartisipasi Dalam Ecology of Intercourse 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Kyiv ikut serta dalam the Second International Festival of Languages Ecology of Intercourse 2009” yang diselenggarakan pada 22 April dalam rangka The Year of Initiatives, bertempat di Universitas Ekonomi dan Hukum KROK, Kyiv. Tema dari kegiatan Interculture kali ini adalah “Peace as a Goal, Culture and a Mean, Language as an Instrument, Responsibility as a Level”. Festival di bawah program UNESCO the Round - the World Caravan Interculture ini dapat terlaksana berkat dukungan Kementerian Kebudayaan dan Ukraina. Festival bahasa ini antara lain diikuti wakil dari Indonesia, Perancis, Hungaria, Spanyol, Polandia, Turki, Jepang, Nigeria, Irak, Yunani, Latvia, Kyrgyzstan, Ukraina, Cina, Syria, Yemen, India (etnik Hindi), Persia (Farsi) dan Ukraina (Gagauz) serta dihadiri oleh mahasiswa, organisasi kepemudaan, pejabat Ukraina, wakil UNESCO, kedutaan asing, akademisi, budayawan dan jurnalis. Tujuan dari event ini adalah untuk memperkenalkan ragam bahasa dan budaya dari berbagai bangsa, warga negara, dan kelompok etnik yang berbeda di seluruh dunia melalui cara yang menarik, asli dan atraktif. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalinnya persahabatan antar bangsa dan terciptanya perdamaian dunia. Ketua Panitia Pelaksana, Volodymyr Soroka saat membuka acara menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat non-religious, non-politik, non-komersil, informatif non-profit dan lebih menekankan pada pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan akan memperkuat perdamaian di antara warga dari berbagai negara, bangsa, keyakinan dan pandangan politik yang berbeda dengan cara saling bertukar kekayaan budaya. Dalam festival ini wakil KBRI Kyiv menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Bahasa dan kesempatan yang diberikan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia. Ditegaskan bahwa Bahasa Indonesia merupakan salah satu simbol dan ciri khas bangsa Indonesia, sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu. Hal tsb mengingat Bahasa Indonesia dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari sekitar 316 kelompok etnik dengan berbagai ragam bahasa daerah, budaya dan tradisi, yang tersebar dari Sabang sampau Merauke, dan terdiri dari lebih 17.000 pulau. Oleh karena itu, disampaikan betapa pentingnya makna Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan pemersatu bangsa bagi bangsa Indonesia. Sambutan ini disampaikan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa setempat. Dalam wawancara langsung dengan kanal “R”, peserta Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelenggaraan festival sebagai wahana dalam membina persahabatan dan perdamaian dunia. Kesempatan ini juga dipergunakan untuk mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia yang merupakan modal dan sumber daya bangsa. Kegiatan ini mendapat liputan luas serta antusias dan perhatian dari penonton, khususnya peserta dari Indonesia yang tampil mengenakan pakaian daerah Sumbar. (Sumber : KBRI Kyiv, Ukraina).