Indonesia Kembali Memeriahkan the 23rd Charity Bazaar IWCK 2015

Bazaar amal yang sudah menjadi agenda rutin International Women’s Club of Kyiv (IWCK) berlangsung kembali pada 5 Desember 2015 di Stadion Nasional Olimpiskiy, Kyiv, Ukraina. Lebih dari 40 gerai yang berasal dari Kedutaan negara-negara sahabat, organisasi internasional, dan perusahaan asing di Ukraina turut ambil bagian. Setiap gerai menampilkan dan menjual produk-produk andalan, utamanya souvenir dan makanan. Seperti tahun sebelumnya, Indonesia tidak ketinggalan menggelar gerai yang menyajikan aneka ragam makanan dan jajanan khas serta pernak-pernik hasil kerajinan tangan Nusantara. Gerai Indonesia dihias dengan dekorasi khas Indonesia yang sangat memikat perhatian pengunjung dan  kalangan media.
 
The 23rd Charity Bazaar IWCK 2015 diawali dengan pidato sambutan oleh Presiden IWCK, parade bendera oleh anak-anak dari negara-negara peserta bazaar, dan pemotongan pita oleh para Kepala Perwakilan Asing di Ukraina. Pada Parade Bendera kali ini, Sang merah putih dibawa ke panggung oleh 4 anak staf KBRI Kyiv yang turut menyanyikan lagu daerah “Cublak-cublak Suweng” dan yang diikuti ucapan salam dalam Bahasa Indonesia “halo, selamat pagi, kami dari Indonesia…!!! Sampai jumpa….!!!. Kekompakan anak-anak Indonesia dalam parade bendera tersebut sontak mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung.
 
 



Meskipun cuaca cukup dingin, namun tidak menyurutkan keinginan pengunjung yang mengalir tanpa henti hingga acara berakhir pada pukul 17.00. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan indoor di musim dingin bagi masyarakat setempat, tetapi juga sebagai ajang pergaulan di kalangan korps diplomatik. Selain berkesempatan mencicipi makanan khas berbagai bangsa, mengenal ragam kerajinan tangan dan benda-benda budaya, pengunjung dihibur oleh keindahan pertunjukan budaya yang silih berganti dipentaskan. Di atas panggung, Indonesia dengan bangga menampilkan permainan alat musik tradisional "Angklung" yang memukau penonton. Tak jarang penonton ikut berjoget dan bernyanyi mengikuti irama alunan musik bambu yang dimainkan dengan apik oleh Triana Nechytalo (vokal), Irene Burns, Pepi Aprianti (angklung), Judika Madhuri (gitar), Isya Sasmita (kendang) dan Agus Prasetyo (maracas). Grup angklung binaan KBRI Kyiv tersebut berhasil menyita perhatian pengunjung saat membawakan medley lagu nusantara: Pileuleuyan, Gundul-dundul pacul, Ampar-ampar Pisang, dan Yamko Rambe Yamko. Di akhir penampilan, penonton terhentak dengan hadirnya lagu “La Bamba” yang dibawakan dengan sangat dinamis.
 
 


Ketertarikan dan minat masyarakat terhadap gerai Indonesia selalu besar dan ditunggu kehadirannya oleh kalangan masyarakat di Ukraina. Kue lapis, jentik mains, lemper, dan jajanan pasar lainnya yang disajikan oleh tim Dharma Wanita KBRI Kyiv membawa nuansa tersendiri, karena beberapa bahan yang bercitarasa khas Indonesia tidak ditemukan dalam masakan negara lainnya. Nasi goreng dan sate menjadi makanan yang diserbu pengunjung. Tidak kurang dari 350 paket nasi goreng dan sate telah habis terjual sebelum bazar ditutup. Hal inilah yang membuat tim dapur Wisma Duta KBRI Kyiv harus beberapa kali menambah porsi yang dijual karena tingginya permintaan.
 
 
Bagian terpenting dari kegiatan ini adalah terjadinya dialog budaya antara pengunjung tentang Indonesia. Pengunjung tidak hanya berkesempatan membeli suvenir Indonesia dan mencicipi makanan Indonesia saja, tetapi juga bertukar informasi tentang Indonesia. Gerai-gerai peserta khususnya Indonesia menjadi bahan liputan berita cetak, online, dan televisi nasional Ukraina. Partisipasi dalam kegiatan sosial ini sangat bermanfaat dalam mempromosikan Indonesia di Ukraina dan menjalin people-to-people contacts antara Indonesia dan pengunjung yang hadir dari berbagai bangsa.
 
(Sumber: KBRI Kyiv)