Dubes RI Serahkan Surat-Surat Kepercayaan Kepada Presiden Georgia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Rabu, 1 Juli 2009 Dubes RI untuk Ukraina merangkap Georgia dan Republik Armenia, Dra. Nining Suningsih Rochadiat, telah menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, bertempat di istana Presiden, Tbilisi. Selain Indonesia, terdapat 6 Dubes non-residen lain yang menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan, yakni Afrika Selatan, Brazil, Kirgizstan, Libanon, Malta dan Nigeria.

Sebelum penyerahan Surat-Surat Kepercayaan, Dubes RI yang didampingi pelaksana fungsi Ekonomi, Protkons, Pensosbud dan Politik telah menyerahkan salinan Surat-Surat Kepercayaan kepada Deputi Menlu Georgia, Alexander Nalbandov yang didampingi Direktur Protokol disusul pertemuan bilateral. Pada pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang peningkatan kerjasama kedua negara di berbagai bidang.

Seusai pertemuan dengan Deputi Menlu Georgia, Dubes RI juga bertemu Direktur Departemen Urusan Asia, Afrika, Australia dan Pasifik serta Direktur Konsuler Kemlu Georgia, dimana kedua pihak antara lain membahas pencalonan Konsul Kehormatan Indonesia di Georgia. Dubes RI juga diterima Menteri Pembangunan Ekonomi Georgia, Lasha Zhvania, yang membahas berbagai peluang kerjasama ekonomi, perdagangan dan pariwisata kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI secara khusus mengundang Menteri Zhvania, pejabat dan pengusaha Georgia untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) pada bulan Oktober 2009 di Jakarta.

Sementara itu para pelaksana fungsi KBRI Kyiv secara terpisah mengadakan beberapa pertemuan antara lain dengan perwakilan UNOMIG, UNICEF, dan EUMM di Tbilisi; Presiden Kamar Dagang dan Industri Georgia; Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Georgia; dan Tbilisi State University. Secara umum, pertemuan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi poleksosbud terakhir di Georgia serta mensosialisasikan program beasiswa Darmasiswa tahun 2010/2011 maupun TEI pada Oktober 2009 di Jakarta.

Georgia adalah salah satu negara bekas Uni Soviet dengan penduduk 4,6 juta jiwa dan luas wilayah 69.700 km2. Meski tengah dilanda masalah terkait konflik Abkhazia dan Ossetia Selatan maupun aksi protes kalangan oposisi yang menuntut pengunduran diri Presiden Saakashvili, namun pemerintah masih menunjukkan komitmennya untuk melakukan penegakan demokrasi dan reformasi di berbagai bidang. Peluang peningkatan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Georgia yang pada tahun 2008 mencapai USD 34 juta, maupun peningkatan angka kunjungan warga Georgia ke Indonesia cukup memiliki prospek. Hal tersebut kiranya akan semakin didorong melalui adanya Konsul Kehormatan Indonesia di Georgia yang sedang dalam proses saat ini (Sumber: KBRI Kyiv).