Batik Indonesia Menyentuh Hati Friends of Indonesia di Ukraina

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka terus mempromosikan warisan budaya Indonesia, khususnya batik di negara akreditasi, pada tanggal 4 Desember 2009 KBRI Kyiv telah menyelenggarakan acara “Demonstrasi dan Pelatihan Batik Tradisional Indonesia” di ruang Serbaguna KBRI Kyiv. Acara tersebut dihadiri oleh para dosen pengajar Bahasa Indonesia (akademisi), mantan Dharmasiswa, mahasiswa dan Friends of Indonesia, termasuk dari beberapa perwakilan asing. Dalam penyelenggaraan acara tsb, KBRI Kyiv secara khusus mengundang seorang instruktur (Ibu Venny Afwany Alamsyah) dari Batik House Indonesia (BHI), Jakarta.

 

Batik sebagai salah satu warisan budaya leluhur bangsa Indonesia  memiliki nilai yang sangat tinggi dan masih sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, warisan budaya Indonesia tersebut perlu untuk dilestarikan, demikian disampaikan Dubes RI Kyiv dalam sambutannya saat membuka acara tsb.

 

Ditambahkan, hal tersebut  sejalan dengan langkah the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) yang telah menetapkan secara resmi bahwa batik (tulis) merupakan warisan budaya tak benda dari Indonesia (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

 

Sebagai tindak lanjut nyata dari pengakuan tersebut, kiranya perlu terus dilakukan upaya memperkenalkan batik tradisional Indonesia ke berbagai pihak serta revitalisasi pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat pencinta budaya Indonesia di Ukraina, melalui berbagai kegiatan.

 

Dalam presentasi yang dibawakan oleh BHI, dipaparkan secara lebih rinci mengenai informasi dan sejarah batik Indonesia, yang pada awalnya hanya dipergunakan oleh kalangan keraton, dan saat ini berkembang sesuai dinamika  masyarakat. Khasanah budaya bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Namun corak dan variasi tsb sesuai dengan simbol dan filosofi budaya masing-masing daerah yang amat beraneka ragam. Oleh karena itu, saat ini hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki batik khasnya masing-masing yang berkontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya tsb di Indonesia. Ditegaskan pula bahwa batik Indonesia memiliki kekhasan tersendiri yang membedakannya dengan batik dari negara lain. Teknik/cara pembuatan batik secara tradisional dengan menggunakan “canting” masih tetap dipergunakan di Indonesia yang membutuhkan keuletan dan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya. Disamping itu, batik Indonesia umumnya memiliki cerita dan filosofi masing-masing di balik motif dan corak yang diekspresikan pada batik tsb. Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut pulalah UNESCO menetapkan bahwa batik (tulis) merupakan warisan budaya tak benda dari Indonesia .

 

Para peserta dengan antusias mengikuti teknik pembuatan batik, mulai dari tahap menuliskan batik di atas kain dan kayu dengan menggunakan canting sampai teknik finishingnya, yang dipandu oleh instruktur dari BHI. Dalam acara ramah tamah dan santap siang bersama menutup acara tsb, para peserta menyampaikan kekaguman mereka pada batik Indonesia dan kekayaan warisan budaya Indonesia.  (Sumber KBRI Kyiv).