?SIARAN PERS KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA - KYIV

3/3/2014

 

?SIARAN PERS KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA - KYIV

Minggu, 2 Februari 2014

?

Sebagaimana diketahui saat ini Rusia telah mengirimkan pasukan militer ke wilayah Ukraina khususnya di wilayah Krimea. Terhadap hal tersebut, acting Perdana Menteri Ukraina, Arseiy Yatseniuk mengatakan bahwa tindakan Rusia tersebut sebagai deklarasi Perang terhadap Ukraina.

 

Hingga saat ini kondisi keamanan kota-kota di Ukraina khususnya di wilayah Timur seperti Krimea, Kharkiv sudah sangat tidak kondusif. Di kota kota tersebut terjadi bentrokan antara kelompok pro Russia dengan kelompok kontra Russia.

 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keamanan dan keselamatan Warga Negara Indonesia yang berada di Ukraina, KBRI Kyiv telah menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar selalu bersikap waspada dan mengutamakan keamanan dan keselamatan diri dan keluarga. KBRI Kyiv telah mengeluarkan rencana kondisi gawat darurat untuk proses relokasi/evakuasi keluar Ukraina jika diperlukan dan menghimbau kepada seluruh WNI apabila kondisi keamanan semakin tidak terkontrol maka harap segera berkumpul di posko KBRI Kyiv ataupun Wisma Duta RI Kyiv untuk selanjutnya di relokasi dan evakuasi ke luar Ukraina.

 

Dalam menghadapi kondisi situasi keamanan yang kurang kondusif tersebut KBRI Kyiv juga telah melakukan langkah-langkah antisipatif sbb:


1) Mengeluarkan “Himbauan terkait Situasi Keamanan Pasca Demonstrasi Anti-Pemerintah pada tanggal  31 Januari 2014 20 Pebruari 2014 dan 2 Maret 2014” kepada seluruh WNI yang berada di Ukraina.


2) Meningkatkan status kewaspadaan menjadi Siaga 3 pada tanggal 20 februari 2014 dan menginformasikannya kepada WNI.


3) Menjalin komunikasi intensif melalui telepon, media sosial (FB, twitter) dengan para WNI guna memantau keberadaan dan keadaan mereka.


4) Memantau kebijakan pemerintah terkait keamanan dan langkah langkah yang dilakukan oleh kedubes asing di Kyiv.


5) Menyimpan bahan pangan dan bahan pokok lainnya.


6) Antisipasi pemadaman listrik.

 

Di Ukraina, tercatat ada 59 WNI,  31 orang merupakan staf dan keluarga KBRI Kyiv, termasuk Dubes RI untuk Ukraina, Niniek Kun Naryatie. 3 orang chef Indonesia di Hotel Hyatt, 4 orang tenaga kerja  semi profesional Spa di Kiev, 2 orang tenaga kerja semi profesional Spa di Kharkiv, 7 mahasiswa peserta program AIESEC, 1 orang tenaga pengajar bahasa Inggris di British Council Kyiv serta 8 WNI yang mengikuti suami WN Ukraina atau WN asing yang sedang bekerja di Ukraina serta 3 anak WNI yang mengikuti orang tuanya tersebut.