Ekspansi UI Gandeng Universitas Top di Ukraina, Georgia dan Armenia

5/17/2016

Kyiv, 17/05/2016 - Geliat UI dalam menyikapi tantangan inovasi dan kompetisi kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti pada universitas-universitas klasik Eropa Barat. Keberanian UI dalam merambah jalan bagi kemajuan dunia illmu pengetahuan di tanah air dibuktikan melalui ekspansinya ke Ukraina dengan menggandeng universitas papan teratas di negeri itu. Gebrakan ini terjadi saat Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met yang didampingi oleh Kepala Kantor Urusan Internasional, Prof. Melda Kamil Ariadno, SH., LLM., Ph.D mengunjungi Kiev National University of Taras Shevchenko dan menggandeng universitas top Ukraina ini dalam suatu jalinan kerjasama melalui penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama antar-universitas di Kiev pada hari Selasa, 17 Mei 2016.

Penandatangan Nota Kesepahaman berlangsung pada hari itu antara Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met, dengan Rektor Universitas Taras Shevchenko yang diwakili oleh Prof. Petro Bekh, Ph.D, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kerjasama Internasional, disaksikan oleh Dubes RI untuk Ukraina, Niniek Kun Naryatie, dan Kepala Kantor Urusan Internasional UI, Prof. Melda Kamil Ariadno, SH., LLM., Ph.D.

Prof. Petro Bekh, Ph.D merasa terhormat dan menyambut gembira atas peristiwa historis  terjalinnya kerjasama  dengan universitas terkemuka di Indonesia ini dan menyatakan kesiapannya merealisasikan proyek-proyek kerjasama akademis ke depannya.  Rektor juga menyampaikan terima kasihnya kepada Dubes RI, Niniek Kun Naryatie yang sangat aktif dalam meningkatkan hubungan bilateral di bidang pendidikan kedua negara, khususnya dalam menjembatani terjalinnya kerjasama antar universitas ini. Bagi Rektor UI, penjalinan kerjasama ini merupakan langkah awal pembuka kran bagi kedua belah pihak untuk saling mengeksplorasi potensi akademis masing-masing melalui pertukaran pelajar, dosen, riset bersama, scholars visit, dan program-program kerjasama lainnya.

KNU Taras Shevchenko, merupakan  salah satu universitas negeri terkemuka di Ukraina, yang juga dikenal  sebagai center of excellent di Eropa Timur. Bekerja sama dengan KBRI Kyiv, universitas ini pada tahun 2012 telah membuka Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, dan pada tahun 2015 mendirikan Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia yang berbasis di Institut Filologi. KNU Taras Shevchenko termasuk salah satu universitas penerima bantuan dosen dari Kemristek Dikti untuk mengajar bahasa Indonesia dalam kerangka program SAME - BIPA (Scheme for Academic Mobility and Exchange - Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).  Rektor UI yang menyempatkan diri berkunjung ke Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia di universitas ini dan berdialog dengan para mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di universitas ini, sempat terkesan melihat para mahasiswa sangat fasih berbahasa Indonesia.

Dubes RI untuk Ukraina, Niniek Kun Naryatie memuji gebrakan UI dalam menyikapi tantangan inovatif dunia ilmu di perguruan tinggi dengan menggandeng universitas Taras Shevchenko serta ekspansinya  lebih jauh ke negara-negara pecahan Uni Soviet lain yang menjadi wilayah rangkapan akreditasi KBRI Kiev, yaitu Georgia dan Armenia. Sehari sebelumnya, Rektor UI juga telah ke Tbilisi, ibukota Georgia untuk menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama antar-Universitas dengan acting Rektor Tbilisi State University (TSU), Prof. Darejan Tvaltvadze. Penandatanganan naskah kerjasama disaksikan oleh Norwin Anwar, Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Kiev, Kepala kantor Urusan Internasional UI, Prof. Melda Kamil Ariadno, SH. LLM., Ph.D, dan Head of the Department of Foreign Relation TSU, Tea Gergedava. Sore harinya, Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met menyampaikan public lecture dengan topik the opportunity to be a global leader di hadapan mahasiswa TSU.

Seusai acara di Kyiv, rektor UI langsung bertolak ke Yerevan, ibukota Armenia, juga untuk menandatangani MOU serupa dengan Rektor Yerevan State University (YSU), Prof. Aram Simonyan pada tanggal 18 Mei 2016. Selama di Yerevan Tim UI juga menyempatkan diri mengunjungi Center of Information Technologies; Matenadaran after St. Mesrop Mashtots ( a scientific research institute of ancient manuscript), serta Garni, Geghard reruntuhan kota yg tercatat di Unesco sebagai warisan budaya dunia.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang tidak lepas dari penjalinan jejaring kerjasama internasional antar perguruan tinggi sebagai sumber penghasil ilmu. Apalagi kalau sumber ilmu itu berasal dari negara-negara yang belum banyak diketahui oleh kalangan pendidikan di Indonesia, seperti Ukraina, Georgia dan Armenia. Padahal, sebagai bekas pecahan Uni Soviet, negara-negara ini mewarisi keunggulan tekhnologi berat dan SDM, dan karenanya memiliki tradisi riset, nilai-nilai dan sistem pendidikan yang berkualitas. Dalam hal ini, UI telah membuktikan komitmennya menjadi perintis dalam memajukan dunia ilmu pengetahuan di tanah air dari berbagai sumber.

 

                                                                                                                        Kyiv, 17 Mei 2016

 

 

Pengirim tulisan:

Dr. Prabowo Himawan

Dosen Kiev National University of Taras Shevchenko

Direktur Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Kiev National University of Taras Shevchenko

 

ul. Otto Shmidta 8, Kiev - 04107

Ukraina

Tel. (+38067-7819667)

Prabowoh@yahoo.com