Ukraina


PROFIL SINGKAT UKRAINA

 

FAKTA SINGKAT ​ ​
Nama NegaraUKRAINA 
Sistem PolitikSemi – Presidensial
Kepala NegaraPresiden Petro Poroshenko(dilantik pada 7 Juni 2014)
Kepala PemerintahanPerdana Menteri Volodymr Groysman (14 April 2016)
​Menteri Luar Negeri
Pavlo Klimkin(26 Juni 2014)
Luas Wilayah 603,700 km2 
Ibukota Kyiv 
Lagu KebangsaanShce ne Vmerly Ukrainiani ni Slava ni Volya (The glory and the freedom of Ukraine has not yet died) 
Hari Kemerdekaan 24 Agustus 1991 (berpisah dari Uni Soviet) 
Bahasa ResmiUkraina  
Mata uangHryvna (UAH) 
Populasi

42.539.696 jiwa

(tidak termasuk wilayah Republik Otonomi Krimea dan Sevastopol)

Jan-Jun 2016 (Ukrstat)

 

Etnis Ukraina 77%, Rusia 17,3%, Belarus 0,6%, Moldova 0,5%, Tatar Krimea 0,5%, Bulgaria 0,4%, Hungaria 0,3%, Rumania, 0,3%, Yahudi 0,2 %, lain-lain 1,8%.  
Agama Ortodox 86.1%, Katolik Roma 1,7%, Protestan 2,4%, Muslim 0,6%, Judaisme 0,2%, Budha, 0,1%, lain-lain 9%.  
Pembagian Wilayah Administratif24 Provinisi, 1 Wilayah otonomi khusus (Republik Otonomi Krimea), 2 kota dengan status khusus (Kyiv dan Sevastopol)  
Jumlah partai politik 52 partai politik  
Partai Politik Terbesar Block Petro Poroshenko (146 kursi), People's Front (81 kursi); Blok Oposisi (43 kursi), Self-Reliance (26 kursi), Revival (23 kursi), Radical Party (21 kursi), People's Will (19 Kursi) dan Fatherland (19 kursi) 
Kepala Perwakilan RI di KyivYusran Hadromi (Charge de Affairs)(Sejak Mei 2016)
Duta Besar Ukraina di JakartaVolodymr Pakhil(Sejak Februari 2012)
Konsul Kehormatan UkrainaFuganto WijayaBerkedudukan di Bali (sejak 20-01-2014)
Atase Pertahanan UkrainaOleksandr M. IvasyshynBerkedudukan di Kuala Lumpur (sejak 20-01-2014)
Atase Pertahanan IndonesiaKolonel pnb, Muhammad Untung Suropati, S.E

Berkedudukan di Moskow

(7 Oktober 2015)

PDB (nominal)UAH 1,980 triliun (±USD 80 miliar)(2015, Ukrstat)
PDB per Kapita (nominal)UAH 46,201 (±USD 1,848)(2015, Ukrstat)
Pertumbuhan Ekonomi-9,9%(2015, Ukrstat)
​Inflasi*43,3%(2015, Ukrstat)
Neraca Perdagangan (non-migas

Ekspor: USD 38,135 miliar

Impor: USD 37,502 miliar

Surplus: USD 633 juta
(2015, Ukrstat)
Negara Tujuan Ekspor Utama
Uni Eropa, minus Jerman dan Polandia (34.1%)
Rusia (12,7%)
Turki (7,3%)
Cina (6,3%)
Mesir (5,5%)
(2015, Ukrstat)
Negara Tujuan Impor UtamaUni Eropa, minus Jerman dan Polandia (34,1%)
Rusia (20%)
Jerman (10,4%)
Cina (10,1%)
Belarus (6,5%)
(2015, Ukrstat)
Komoditas ekspor utamaProduk bunga matahari, jagung, jasa IT, gandum, bijih besi.(2015, Ukrstat)
Komoditas impor utamaEnergi (minyak bumi, batu bara, gas alam), machinery & equipment, chemicals, obat-obatan.(2015, Intracen)
Peringkat KreditCaa3 (obligasi yang tidak kokoh dan memiliki resiko yang amat tinggi)(Moody’s, 2015)
Nilai Perdagangan Bilateral 5 Tahun Terakhir

USD 526,9 juta (2015)

USD 658, 9 juta (2014)

USD 1,1 miliar (2013)

USD 1,3 miliar (2012)

USD 1,2 miliar (2011)
(BPS & Kemendag, 2016)
Jumlah Wisatawan Ukraina ke Indonesia

8.405 (2014)

8.476 (2013)

7.961 (2012)
(Kemenpar, 2015)
Jumlah WNI di Ukraina​76 Orang
(KBRI Kyiv, September 2016)
Hubungan Diplomatik​02 Juni 1992
​(24 Tahun)
​Forum Bilateral
​Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 dilaksanakan di Jakarta, 2 Juni 2009. Back-to-back dengan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-1 RI-Ukraina.
Investasi LangsungZetta Energy berinvestasi senilai USD 100 ribu di bidang perdagangan dan reparasi di Provinsi Kepulauan Riau & penyertaan dalam modal perseroan oleh Arkadii Almendieiev (WN Ukraina) sebsar 24,50% (nilai nominal saham USD 122,500) pada pembangunan hotel bintang dua di Desa Lembongan, Bali, oleh PT. Nusa Ceningan Resort.(BKPM 2015)

 

Hubungan Bilateral Indonesia-Ukraina

Sejarah hubungan antara Ukraina dengan Indonesia dimulai pada tahun 1946, ketika delegasi Ukraina mengajukan "Masalah Indonesia" (Indonesia Question) di PBB. Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB (1948-1949), Ukraina banyak memberikan bantuan moril dan diplomasi kepada RI terkait pembahasan perjuangan kemerdekaan Indonesia "Masalah Indonesia" di PBB. Indonesia memberikan pengakuan kepada Ukraina sebagai negara yang berdaulat pada 28 Desember 1991 dan jalinan hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 11 Juni 1992. Salah satu tolak ukur kemajuan hubungan kedua negara dapat diukur dari keberhasilan penandatangan sejumlah dokumen perjanjian kerjasama antara Ukraina dengan Indonesia. Dokumen perjanjian tersebut yaitu:

 

1.    Joint Communique on establishing diplomatic relations between Ukraine and the Republic of Indonesia (11.06.1992).

2.    Protocol between Ukraine and the Republic of Indonesia on cooperation in the area of higher education (27.08.1994).

3.    Agreement between the Government of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia on economic and technical cooperation (26.02.1996).

4.    Joint Declaration on principles of relations and cooperation between Ukraine and the Republic of Indonesia (11.04.1996).

5.    Trade Agreement between the Government of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia(11.04.1996).

6.    Agreement between the Government of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia on promotion and protection of investments(11.04.1996).

7.    Agreement between the Government of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia on avoiding double taxation and preventing tax avasion in income tax(11.04.1996).

8.    Agreement between the Government of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia on air communication(11.04.1996).

9.    Memorandum of Understanding between the Ministry of Defence of Ukraine and the Department of Defence and Security of the Republic of Indonesia on cooperation in armament, military equipment, logistical support and technical assistance(8.07.1996).

10.  Agreement between the Department of Industry and Trade of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Economic Relations and Trade of Ukraine on antidumping measures on hot-rolled coil stock and non-coiled stock of Ukrainian origin (25.05.1998).

11.  Protocol on consultations and cooperation between the Ministry for Foreign Affairs of Ukraine and the Department for Foreign Affairs of the Republic of Indonesia (10.03.2003).

12.  Memorandum of Agreements on cooperation and exchange of information between the National Bank of Ukraine and the Bank of the Republic of Indonesia (7.08.2003).

13.  Protocol of the First Joint Session of Intergovernmental Ukrainian-Indonesian Commission on economic and technical cooperation (28.09.2005).

14.  Agreement on Cooperation between sister-cities Kyiv and Jakarta (21.06.2007).

15.  Agreement on Cooperation between the National Space Agency of Ukraine and LAPAN Indonesia on cooperation in exploration and use of outer space for peaceful purposes (6.11.2008).

16.  Protocol of the Second Joint Session of Intergovernmental Ukrainian-Indonesian Commission on economic and technical cooperation (2.06.2009).

17.  Agreement on Cooperation between Chamber of Trade and Commerce of Ukraine and Chamber of Trade and Commerce of the Republic of Indonesia (2.06.2009).

18.  Memorandum of Understanding between the State Service for Financial Monitoring of Ukraine and the Analysis Centre of the financial transactions of the Republic of Indonesia on cooperation in the exchange of financial information related to the laundering of proceeds from crime and terrorist financing (10.07.2012).

19.  Agreement between the Cabinet of Ministers of Ukraine and the Government of the Republic of Indonesia on Cooperation in the field of Defence. (5.07.2016)

20.  Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Cabinet of Ministers of Ukraine on Visa Exemption for the Nationals Holding Diplomatic and Service Passports. (5.07.2016)

21.  Memorandum of Understanding between the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia and the Ministry of Agrarian Policy and Food of Ukraine on Cooperation in the field of Agriculture. (5.07.2016)

22.  Memorandum of Understanding between the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of Ukraine on Diplomatic Training Cooperaton. (5.07.2016).

 

BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN

Hubungan bilateral politik dan keamanan Indonesia-Ukraina berjalan baik. Kunjungan sejumlah pejabat tinggi serta hubungan kerjasama antar lembaga kedua negara semakin mendekatkan hubungan keduanya. Sejak dibangunnya hubungan diplomatik kedua negara, sejumlah kunjungan dan pertemuan pejabat tinggi kedua negara berhasil dilakukan yaitu:

  • Kunjungan Menlu Ukraina ke Indonesia pada 24-28 Februari 1996.
  • Kunjungan Presiden Ukraina ke Indonesia pada 10-13 April 1996.
  • Kunjungan Menhankam Indonesia ke Ukraina pada 7-10 Juli 1996.
  • Kunjungan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sutiyoso, dalam rangka penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembangunan kerjasama Provinsi DKI Jakarta-Kota Kyiv, dengan Walikota Kyiv, Mr. Alexander Omelchenko, pada 27-31 Mei 2005 di Kyiv
  • Kunjungan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara serta kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan pada tahun 2009.
  • Kunjungan Delegasi MPR-RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPR, Bapak Lukman Hakim Saifudin, pada 22-24 Agustus 2010.
  • Kunjungan Delegasi Kemlu RI yang dipimpin oleh Kepala BPPK dalam rangka Round Table Discussion dengan Akademi Diplomatik Ukraina tanggal 8 Juni 2010
  • Kunjungan Deputi BKPM ke perusahaan Delta Wilmar pada bulan Oktober 2011.
  • Kunjungan Delegasi BKPM yang dipimpin oleh Wakil Ketua BKPM tanggal 22-25 Juni 2010
  • Kunjungan Pangdam Brawijawa, Mayjen TNI Suwarno
  • Kunjungan KASAD RI, Aslog TNI AD, Asrena TNI AD, Koorsahli TNI AD pada bulan Mei dan Juni 2011
  • Kunjungan Delegasi Mabes TNI-AD dalam rangka penjajakan kerjasama penyediaan alutsista TNI-AD pada bulan Juli 2011
  • Kunjungan Delegasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), tanggal 26-29 Oktober 2010
  • Kunjungan Delegasi Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 31 Oktober-3 November 2010 dalam rangka menghadiri konferensi International Telecommunication Union
  • Kunjungan Delegasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada untuk bertemu dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Urusan Keluarga Ukraina pada November 2010 dan Oktober 2011.
  • Kunjungan Sekretaris Utama LAPAN pada tahun 2011.
  • Pertemuan Menlu Ukraina dengan Menlu Indonesia pada 28 Januari 2010, di sela-sela International Conference on Afghanistan di London.
  • Pertemuan Presiden Ukraina dengan Presiden Indonesia pada 27 Maret  2012, di sela-sela Seoul Nuclear Security Summit (Korea Selatan).
  • Kunjungan Delegasi BPMP Provinsi DKI Jakarta dalam rangka penyelenggaraan Jakarta Investment & Business Forum 2012 di Kyiv
  • Kunjungan Ketua Komisi I DPR dan delegasi pada April 2013.
  • Pertemuan Menlu Ukraina dengan melu Indonesia dalam Sidang PBB ke-68 di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2013.
  • Kunjungan Ketua MPR RI ke Ukraina pada 23-25 September 2013.
  • Pembentukan Kelompok Kerjasama antar Parlemen Indonesia dengan Parlemen Indonesia pada bulan Oktober 2015.
  • Kunjungan Presiden Ukraina ke Indonesia pada 5-7 Agustus 2016.
  • Kunjungan Irjen Kemhan RI pada 7-12 Agustus 2016


Setelah Revolusi Maidan tahun 2014 di Ukraina, Ukraina mengalami ancaman disintegrasi dengan munculnya kelompok separatis di wilayah Donbas (Donetsk dan Luhansk) serta aneksasi secara ilegal terhadap wilayah Krimea. Sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Indonesia secara konsisten mendukung penyelesaian konflik bersenjata di Ukraina dengan cara damai dan mengedapkan penghormatan terhadap hukum internasional. Salah satu bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Ukraina, yakni pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, pada 4 Maret 2014, yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Ukraina dan menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB, terutama anggota tetap DK-PBB untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan penyelesaian krisis dimaksud sesuai dengan Piagam PBB.

Kunjungan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, ke Indonesia pada 5-7 Agustus 2016, menjadi titik tolak penguatan kembali hubungan kedua negara. Kunjungan Presiden Poroshenko merupakan kunjungan Presiden Ukraina yang ke-2 ke Indonesia sejak 20 tahun terakhir. Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Poroshenko di Jakarta pada 5 Agustus 2016, sepakat untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang antara lain kerjasama saling dukung, ekonomi dan perdagangan serta kerjasama di bidang pendidikan, sosial dan budaya.


BIDANG EKONOMI

HUBUNGAN EKONOMI
Dalam lima tahun terakhir, hubungan ekonomi Indonesia dengan Ukraina mengalami kemajuan yang signifikan. Tercatat total perdagangan RI-Ukraina terbesar pernah mencapai USD 1,3 miliar pada tahun 2012. Dan meski total perdagangan itu mengalami trend menurun hingga tahun 2015, tetapi di sisi lain, neraca perdagangan RI terus mengalami trend peningkatan surplus sejak tahun 2013 hingga tahun 2015, yakni masing-masing sebesar USD 85 juta, USD 61 juta, dan USD 130 juta.  ​

Perdagangan

Ukraina merupakan mitra dagang terbesar kedua Indonesia di Kawasan Eropa Tengah dan Timur setelah Rusia. Menurut data BPS dan Kemendag RI, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah, pada tahun 2012, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 1,32 miliar atau naik sebesar 4,06% dari tahun 2011 yang mencapai USD 1,27 miliar. Pada tahun 2013, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 1,07 miliar atau turun sebesar 18,58% dibandingkan nilai perdagangan tahun 2012.  Pada tahun 2014, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 658,95 juta atau turun sebesar 38,82% dibandingkan nilai perdagangan tahun 2013. Pada tahun 2015, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 526,91 juta atau turun sebesar 20,03% dibandingkan nilai perdagangan tahun 2014.

 

 20112012201320142015
Ekspor569,647.8548,879.0639,217.2360,142.5328,467.4
Impor701,623.0774,076.0553,685.3298,808.3198,448.4
Total1,271,270.81,322,955.01,192,902.5658,950.8526,915.8
Neraca Perdagangan-131,975.2-225,197.085,531.961,334.2130,019.0

Neraca Perdagangan RI – Ukraina. Sumber: Diolah dari BPS & Kemendag, 2015 (Nilai: Ribu USD)

 

Penurunan nilai perdagangan ini utamanya diakibatkan oleh faktor krisis Ukraina, devaluasi mata uang Ukraina (Hryvnia, UAH), belum pulihnya keadaan ekonomi global, dan turunnya harga komoditas di pasar dunia. Meski demikian, Indonesia senantiasa mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Ukraina sejak tahun 2013. Pada tahun 2013, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 85 juta, pada tahun 2014 mencapai USD 61 juta, dan pada tahun 2015 surplus sebesar USD 130 juta, atau naik sebesar 111,98%.

 

Menurut BPS Ukraina (Ukrstat), pada tahun 2013, neraca perdagangan Ukraina dengan negara-negara ASEAN sebesar USD 2,59 miliar dan Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai perdagangan sebesar USD 1,19 miliar, atau mencapai 45,91% dari total perdagangan Ukraina dengan negara-negara di ASEAN. Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Ukraina pada tahun 2013 sebesar USD 126,01 juta, setelah empat tahun sebelumnya mengalami defisit perdagangan.

 

Menurut BPS Ukraina, pada tahun 2014, neraca perdagangan Ukraina dengan negara-negara ASEAN sebesar USD 1,75 miliar dan Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai perdagangan sebesar USD 440,87 juta atau mencapai 25,07% dari total perdagangan Ukraina dengan negara-negara di ASEAN. Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Ukraina pada tahun 2014 sebesar USD 104,36 juta.

 

Menurut BPS Ukraina, pada tahun 2015, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini, neraca perdagangan Ukraina dengan negara-negara ASEAN sebesar USD 1,25 miliar. Indonesia berada di urutan kedua, setelah Thailand, dengan nilai perdagangan sebesar 354,87 juta, atau mencapai 28,31% dari total perdagangan Ukraina dengan negara-negara di ASEAN.

 

RankNegaraEksporImporTotalTrade Balance%
1.Thailand334,900120,591455,491214,30836.34%
2.Indonesia185,945168,929354,87417,01628.31%
3.Vietnam89,972251,967338,939-164,98827.04%
4.Malaysia159,619132,091291,71027,52823.27%
5.Filipina107,36617,445124,81289,9219.96%
6.Singapura5,15221,31326,452-16,1602.11%

Neraca Perdagangan Ukraina – RI. Sumber: Diolah dari Ukrstat, 2016 (Nilai: Ribu USD)

 

Menurut BPS Ukraina, 10 besar produk ekspor dan impor Ukraina ke dan dari Indonesia adalah:

No.Produk Impor dari IndonesiaProduk Ekspor Ukraina ke Indonesia
1.     Fats and oils of animal or vegetable origin – 97,830Grain -  157,746
2.     Electric machines – 10,313Flour-grinding products – 9,315
3.     Cacao and cacao products – 9,167Ferrous metals – 8,548
4.     Paper, paperboard – 6,392Milk and milk products; eggs; honey – 3,580
5.     Shoes – 7,594Nuclear reactors, boilers – 883
6.     Residues and waste from the food – 5,441Optical goods – 558
7.     Coffee, Tea – 4,782Ores, slags, ashes – 526
8.     Nuclear reactors, boilers, machines 3,512Wood and articles   – 710
9.     Organic chemical products – 2,198Residues and waste from the food – 314
10.   Clothing and clothing accessories textile – 1,948Others – 2,991
Jumlah168.929185.945

Sumber: Diolah dari Ukrstat, 2016 (Nilai Ribu USD)

 

 

NILAI PERDAGANGAN

 

KOMODITAS EKSPOR – IMPOR

            (Nilai: Ribu USD)

Nilai Perdagangan UKR.png

                                           (Sumber : Diolah dari BPS & Kemendag RI)

 

 

 

Ekspor Utama Indonesia ke Ukraina

 

Palm Oil And Its Fractions, Refined But Not Chemically Modified, Palm Kernel Or Babassu Oil And Their Fractions, Refined But Not Chemically Modified, Palm Oil And Its Fractions, Crude, Not Chemically Modified, Coconut (Copra) Oil And Its Fractions, Crude, Not Chemically Modified, Lysine And Its Esters; Salts, Coconut (Copra) Oil And Its Fractions, Refined But Not Chemically Modified, Paper&Paperboard.

 

Impor Utama Indonesia dari Ukraina

 

Semifinished Products Of Iron Or Nonalloy Steel, Bombs, Grenades, Torpedoes, Mines, Missiles And Similar Munitions Of War And Parts, Wheat (Other Than Durum Wheat), And Meslin, Flat-Rolled Products Of Iron Or Non-Alloy Steel, Wheat Or Meslin Flour, Aluminum Alloys, Unwrought, Casein.

 

 (Sumber: BPS & Kemendag RI)

Peluang Kerja Sama dan Investasi

  • Di bidang investasi, menurut data BKPM, pada kuartal ke-3 tahun 2012 tercatat satu investasi Ukraina senilai USD 100 ribu di bidang perdagangan dan reparasi di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Sebaliknya, Wilmar International Ltd yang berbasis di Singapura dan mempunyai konsesi lahan di Sumaera Utara, mempunyai pabrik Delta Wilmar SNG di Odessa, Ukraina Selatan.
  • Pada rapat interkem 16 Januari 2013, pihak Kadin Komite Rusia dan CIS menyampaikan terdapat minat cukup besar dari pengusaha Ukraina untuk berinvestasi di Indonesia, seperti di bidang pertambangan (batu bara) dan pertanian (pengolahan virgin coconut oil dan cocoa powder). Namun, salah satu kendala dalam realisasi investasi Ukraina di Indonesia adalah masalah ketersediaan infrastruktur seperti dalam rencana investasi Ukraina di bidang pengolahan cocoa powder di Sulawesi Tenggara.
  • Pada 20 Februari 2015, Konselor Menteri Energi dan Industri Batu Bara Ukraina, Mr. Serhii Kuzmenko, menyatakan bahwa Pemerintah Ukraina tertarik untuk membeli batubara berkalori tinggi dari Indonesia dengan nilai kalorifikasi >6.000 kcal (jenis bituminous). Tawaran ini sudah disampaikan kepada stakeholders terkait di Indonesia.
  • Dalam bidang investasi, menurut data BKPM per Juni 2015, tercatat satu investasi Ukraina senilai USD 122,5 ribu (dalam bentuk penyertaan dalam modal perseroan) di bidang proyek pembangunan hotel bintang dua di Klungkung, Bali.
  • Sejak 2 Oktober 2012, Pemerintah Indonesia mengenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap impor produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan tidak dalam gulungan (Hot Rolled Plate/HRP) asal Ukraina sebesar 12,33% dengan periode pengenaan selama 3 tahun 6 bulan sejak tanggal 2 Oktober 2012 dan akan berakhir pada tanggal 2 April 2016. 
  • Pada 16 Desember 2015, Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menyampaikan laporan akhir hasil penyelidikan (final disclosure) sunset sunset review anti dumping atas produk HRP asal Ukraina (nama eksportir: Ilyich & Steel Works of Mariupol & Alchevsk Iron and Steel Works) yang menyimpulkan bahwa masih terjadi dumping yang dilakukan oleh eksportir dan/atau produsen asal Ukraina tersebut. Berdasarkan hal itu, maka Pemerintah Indonesia masih mengenakan BMAD terhadap eksportir dan/atau produsen di Ukraina sebesar 12,33% selama lima tahun.

BIDANG SOSIAL BUDAYA

Sosial Budaya

Hubungan sosial budaya Indonesia - Ukraina didasari oleh hubungan persahabatan berlatarbelakang peristiwa historis 1946, yaitu ketika Ketua Utusan Ukraina (yang ketika itu masih merupakan bagian dari USSR), Mr. Dmitriy Manuelskiy, dalam pidatonya di depan DK PBB untuk pertama kalinya mengangkat permasalahan kedaulatan RI di fora internasional dan menuntut DK PBB untuk menghentikan agresi Belanda terhadap RI dan mengakui serta menghormati kedaulatan RI. Ketika itu, dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia muncul reaksi dalam bentuk rasa simpati dan terima kasih kepada Ukraina, yang salah satunya dilakukan oleh Konggres Masyumi di Surakarta pada tanggal 15 Februari 1946 dengan mengirimkan radio telegram kepada Mr. Dmitriy Manuilskiy yang berisi ucapan terima kasih atas perhatian, usaha-usaha dan pembelaan terhadap kemerdekaan RI.

Ketika Ukraina memproklamirkan Kemerdekaannya pada tanggal 24 Agustus 1991, Indonesia termasuk salah satu negara yang langsung mengakui Kemerdekaan Ukraina dan pada tanggal 11 Juni 1992, oleh Duta Besar RI di Federasi Rusia, Mr. Janwar Marah Jani dan Wakil Menlu Ukraina Mr. Makarevych telah ditandatangani Komunike Bersama mengenai Penjalinan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Ukraina. Selanjutnya, pada bulan April 1994, Kedutaan besar RI telah secara mandiri dibuka di Kyiv, dan diikuti oleh pembukaan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta pada bulan April 1996.

Sejak itu, berbagai kegiatan sosial budaya yang mendorong people to people contact di antara kedua negara telah banyak dilakukan melalui berbagai pagelaran budaya Indonesia di Ukraina, diantaranya Asian Food & Culture Festival (2014, 2015) merupakan kegiatan yang dimotori oleh KBRI Kyiv yang telah dijadikan agenda kegiatan tahunan, Pergelaran Angklung Mang Udjo (2015), menghadirkan musisi jazz Indonesia Dwiki Darmawan, Batik Workshop, dan lain-lain. Hubungan menjadi lebih erat dengan terjalinnya kerjasama sister-city Jakarta dan Kyiv yang ditandatangani pada 21 Juni 2007 dan pemasangan Gong Perdamaian Dunia asal Indonesia di kota Kremenchuk pada 21 September 2010, yang setiap tahunnya diperingati bersamaan dengan peringatan Hari Perdamaian Dunia.

Hubungan Bilateral Pendidikan

Landasan hukum kerjasama di bidang pendidikan antara kedua negara sudah mencapai tahap final pada tahun 2016. Kabinet Menteri Ukraina dalam sidangnya 8 Agustus 2016 telah menyetujui teks Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and Ukraine on Cooperation in the Field of Education dan memberikan otoritas kepada Dubes Ukraina untuk menandatangani persetujuan kerjasama tersebut.

Walaupun sistem pendidikan di Ukraina masih belum banyak dikenal di Indonesia, namun sudah terdapat beberapa mahasiswa Indonesia yang menyelesaikan kuliahnya di Ukraina, diantaranya di bidang kedokteran S1 (1 orang, 2015), Sastra Rusia S3 (1 orang, 2012), dan Ilmu Komunikasi S2 (1 orang, 2016), dan saat ini masih terdapat 1 orang mahasiswa yang masih belajar di bidang kedokteran. Selain itu, Ukraina juga dikunjungi oleh beberapa mahasiswa dari Indonesia melalui program AIESEC.

 

Sementara itu, jumlah mahasiswa Ukraina yang pernah belajar di Indonesia melalui program beasiswa Darmasiswa RI sejak program itu diluncurkan di Ukraina pada 2003 hingga saat ini telah mencapai 98 orang. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa S2 melalui program KNB (Kemitraan Negara Berkembang) sebanyak 3 (tiga) orang.

Pada tahun 2012 atas komitmen kerjasama dengan KBRI telah dibuka Program Studi  Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang S1 dan S2 di Kyiv National University of Taras Shevchenko yang setiap tahunnya menerima 8 mahasiswa baru. Pada bulan April 2015 telah dilakukan terobosan baru berupa pendirian Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis di Institut Filologi Kyiv National University of Taras Shevchenko melalui penandatangan Memorandum Kerjasama Pendirian Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia KNU Taras Shevchenko antara Dubes RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie dengan Rektor KNU Taras Shevchenko, Prof. Dr. Leonid Hubersky.


FUNGSI KONSULER

KBRI Kyiv memberikan pelayanan notariat dan jasa konsuler serta perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia yang berdomisili di wilayah Ukraina, Republik Armenia dan Georgia.

Guna peningkatan pelayanan dan perlindungan Warga Negara RI, kami mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan informasi melalui website dalam pengurusan masalah kekonsuleran.

Pelayanan KBRI Kyiv bagi WNI di Ukraina, Republik Armenia dan Georgia meliputi :

  1. Lapor Diri dan Perubahan Alamat
  2. Legalisasi Dokumen
  3. Pembuatan Paspor RI
  4. Kewarganegaraan Ganda Terbatas (Affidavit)
  5. Surat Keterangan, antara lain:
    • Domisili
    • Terjemahan Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia
    • Membawa Barang Pindahan (via kargo)
    • Kelahiran/Kematian
    • Perkawinan/Perceraian/Akta Catatan Sipil lainnya
    • Pindah Sekolah
    • Akhir Masa Tugas/Kerja (diajukan sebelum sebelum kembali ke tanah air)

Jam buka Loket Konsuler KBRI Kyiv

Senin - Kamis

10:30 - 12:00 : Pengajuan berkas

12:00 - 12:45 : Pengambilan

Jumat

10:30 - 11:00 : Pengajuan berkas

11:00 - 11:45 : Pengambilan

Hari Sabtu, Minggu dan Libur : Tutup

 

** Untuk melihat hari-hari libur KBRI Kyiv silahkan klik disini.

Bagi WNI yang tidak dapat datang langsung ke KBRI, dapat mengirimkan dokumen melalui pos dengan menyediakan amplop balasan yang sudah dilengkapi dengan prangko. Persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.

Catatan:

Kerusakan/kehilangan/keterlambatan akibat pengiriman dokumen melalui pos bukan merupakan tanggung jawab KBRI Kyiv.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Fungsi Konsuler KBRI Kyiv melalui telpon atau e-mail di:

Telpon: (+380-44) 2065446, 2065447, 2065490 atau 206-5491

e-mail: indonesia@kbri.kiev.ua atau kyiv.kbri@kemlu.go.id