Kuliah Umum Dubes RI di Akademi Diplomatik Ukraina

Kyiv, 20/5/2016. Duta Besar RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, melakukan kunjungan ke Akademi Diplomatik Ukraina (ADU), guna melakukan pertemuan dengan Rektor Akademi Diplomatik Ukraina, Mr. Viacheslav Tsivatyi, serta menggelar kuliah umum dihadapan para mahasiswa ADU di kampus ADU Kyiv, pada tanggal  20 Mei 2016. Pertemuan Dubes RI Kyiv dengan Rektor Akademi membahas mengenai kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Ukraina, khususnya terkait peningkatan kapabilitas pendidikan kader diplomat Ukraina.   Rektor Akademi Diplomatik Ukraina menyambut baik kerjasama antara KBRI Kyiv dengan Akademi Diplomatik Ukraina yang telah terbangun selama ini, serta memuji kiprah diplomasi yang dilakukan oleh Dubes RI Kyiv dalam memajukan diplomasi budaya melalui program budaya-budaya yang digelar oleh KBRI Kyiv seperti pagelaran budaya, pendidikan bahasa Indonesia di universitas, serta promosi kuliner Indonesia. Secara khusus, Rektor Akademi Diplomatik menyampaikan kepada Duta Besar RI Kyiv bahwa kiprah diplomasi budaya yang dilakukan oleh KBRI Kyiv menjadi contoh dan dimasukan dalam sebuah buku yang dibuat oleh Mr. Oleksandr Flipchenko, diplomat senior Ukraina, dengan judul "Culture of Diplomacy".

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Akademi Diplomatik dan Dubes RI Kyiv saling berbagi pengalaman terkait metode pendidikan dan pengajaran yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemlu RI. Dalam kesempatannya, Rektor Akademi Diplomatik mengapresiasi sistem dan metode pendidikan yang diterapkan Pusdiklat Kemlu RI dalam mencetak dan membina diplomat-diplomat RI. Lebih lanjut, Rektor Akademi Diplomatik berharap dapat dilakukan kerjasama pertukaran peserta pendidikan diplomatik kedua negara dan pembukaan pelatihan bahasa Indonesia sebagai pilihan bahasa asing dalam kurikulum ADU. Secara khusus, Rektor ADU mengundang Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam seminar mengenai diplomasi budaya yang akan digelar oleh Kemlu Ukraina pada bulan September/Oktober 2016. Selain itu, Rektor ADU mengundang diplomat Indonesia untuk ikut serta dalam pelatihan yang digelar ADU untuk para diplomat asing di Ukraina mengenai perkembangan isu politik, ekonomi, sosial dan budaya terkini Ukraina. Rektor ADU membuka kesempatan kepada Indonesia untuk dapat memanfaatkan aula khusus di Gedung ADU dalam menggelar kegiatan-kegiatan seperti seminar, pameran lukisan, serta kegiatan lainnya. Sebagai penutup, Rektor ADU menyampaikan harapannya agar kerjasama teknis antara Pusdiklat Kemlu RI dengan Akademi Diplomatik Ukraina dapat terwujud sebagai acuan Akademi Diplomatik Ukraina dalam mencetak dan membina kader-kader diplomat yang unggul di masa yang akan datang.

Kunjungan Duta Besar RI Kyiv dilanjutkan dengan kuliah umum di hadapan para mahasiswa ADU, diawali dengan pemaparan mengenai profil singkat Indonesia, kebijakan luar negeri Indonesia dan hubungan bilateral kedua negara di hadapan para siswa/i Akademi Diplomatik. Dalam paparannya Dubes RI Kyiv menekankan pentingnya memperjuangkan kepentingan nasional, mempertahankan kedaulatan nasional, serta penggunaan jalur diplomasi dalam menghadapi isu-isu internasional. Paparan Dubes RI Kyiv mendapatkan antusiasme tinggi dari siswa/i, sejumlah pertanyaan-pertanyaan penting dilayangkan oleh para siswa/i kepada Duta Besar RI Kyiv, antara lain posisi Indonesia terhadap krisis nuklir Korea Utara, ancaman-ancaman penting bagi Indonesia, kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi isu radikalisme, separatisme, serta pengalaman Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa, peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia-Ukraina dalam kerangka kerjasama pariwisata serta pendekatan budaya dalam upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Ukraina.