Georgia

GEORGIA

FAKTA SINGKAT ​ ​
Nama NegaraGeorgia   
Sistem PolitikSemi Presidensial  
Kepala NegaraGeorgi Margvelashvili(dilantik 17 November 2013)
Kepala PemerintahanIrakli Garibasvili(dilantik 20 November 2013)
Menteri Luar NegeriMikheil Janelidze(dilantik 30 Desember 2015)
Luas Wilayah 69,700 km2 
IbukotaTbilisi 
Lagu KebangsaanTavisupleba (Freedom) 
Hari Kemerdekaan 26 Mei  
Bahasa ResmiGeorgia 
Mata uangLari (GEL) 
Populasi 3,720,400 jiwa (per Januari 2016)
Etnis Georgia 8,3%, Azeri 6,5%, Armenia 5,7%, Rusia 1,5% lain-lain 2,5% 
Agama Ortodox 83.9%, Islam 9,9%, Armenian Gregorian 3,9%, Katolik 0,8% lain-lain 0,8%, Ateis 0,7% 
Pembagian Wilayah Administratif9 Provinsi (Guria, Imereti, Kakheti, Kvemo Kartli, Mtskheta Mtianeti, Racha-Lechkhumi & Kvermo Svaneti, Samegrelo-Zemo Svaneti, Samtskhe-Javakheti, Shida Kartli) 1 kota khusus (Tbilisi) dan 2 Republik Otonomi (Rep. Abkhazia dan Rep. Ajara) 
Jumlah partai politik

22 Partai Politik

Alliance of Patriots, Conservative Party, European Democrats , Free Georgia-Georgian Dream (Koalisi yang terdiri dari Georgian Dream-Democratic Georgia, Republican Party, National Forum, Conservative Party, and Industry Will Save Georgia), Georgian Dream-Democratic Georgia ,Green Party of Georgia, Industry Will Save Georgia (Industrialists) or IWSG National Democratic Party or NDP National Forum,  New Rights Our Georgia-Free Democrats (OGFD), Republican Party, United Democratic Movement United National Movement or UNM.

 
Partai Politik Terbesar

Koalisi Georgian Dream-Democratic Georgia

(Koalisi yang terdiri dari Georgian Dream-Democratic Georgia, Republican Party, National Forum, Conservative Party, and Industry Will Save Georgia) - 48 Kursi

Koalisi Oposisi

UNM - 46 Kursi

Republican - 10 Kursi

Free Democrats - 8 Kursi

National Forum - 6 Kursi

Girchi - 4 Kursi

 
Kepala Perwakilan RI di KyivYusran Hadromi (Charge d' Affairs ad interim), dirangkap dari Kyiv
Duta Besar Georgia di JakartaH. E. Zurab AleksidzeSejak 14 Januari 2013
PDB (nominal)$13,95 miliar(Geostat, 2016)
PDB per Kapita (nominal)$3,743(Geostat, 2016)
Pertumbuhan Ekonomi2,8% (Geostat, 2016)
Inflasi8,1%World Bank
Neraca Perdagangan (non-migas)

Total: USD 9,928 miliar

Ekspor: USD 2,204 miliar

Impor: 7,724 miliar

Defisit: 5,521 miliar
(Geostat, 2016)
Negara Tujuan Ekspor Utama

CIS, minus Rusia (31%)

Uni Eropa (29%)

Other (14%)

Cina (6%)

Turki (8%)

AS (5%)

Rusia (7%)
(Kemlu Georgia, 2016)
Negara Tujuan Impor Utama

Uni Eropa (33%)

CIS, minus Rusia (17%)

Turki (17%)

Other (14%)

Rusia (8%)

Cina (8%)

AS (3%)
(Kemlu Georgia, 2016)
Komoditas ekspor utamaBijih tembaga dan konsentrat, besi karbon/baja karbon (logam ferro), kendaraan bermotor, kacang, produk anggur (wine).(Geostat, 2016)
Komoditas impor utamaObat-obatan, minyak dan minyak bumi, kendaraan bermotor, bijih tembaga, produk rokok dari tembakau.(Geostat, 2016)
Peringkat KreditBA3 (obligasi dengan elemen spekulatif dan dapat beresiko) (Moody’s, 2015)
Nilai Perdagangan Bilateral 5 Tahun Terakhir

USD 52,08 juta (2015)

USD 79,32 juta (2014)

USD 65,57 juta (2013)

USD 58,75 juta (2012)

USD 41,69 juta (2011)
(BPS & Kemendag, 2016)
Jumlah Wisatawan Georgia ke Indonesia

165 (2013)

331 (2012)
(Kemenpar)
Jumlah WNI di Georgia3 orang(KBRI Kyiv, September 2016
Hubungan Diplomatik25 Januari 1993 (23 tahun)
Forum BilateralFKB

 

 

Hubungan Bilateral Indonesia-Georgia

Hubungan diplomatik Indonesia-Georgia disahkan melalui penandantangan Joint Communique oleh Dubes RI di Moskow, Janwar Marah Djani, dengan Charge d'Affaires Georgia untuk Federasi Rusia, Peter Chkheidze, pada 25 Januari 1993 di Moskow. Perwakilan Indonesia untuk Georgia dirangkap melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan di Kyiv. Georgia membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta, merangkap Republik Demokratik Timor Leste, Republik Singapura dan Republik Filipina. Kedutaan Besar Georgia di Jakarta merupakan Kedutaan Besar Georgia pertama di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah dokumen perjanjian kerjasama Indonesia-Georgia menjadi raihan atau capaian selama pembangunan hubungan bilateral kedua negara. Dokumen perjanjian kerjasama tersebut yaitu:

1.     Joint Communique concerning the Establishment of Diplomatic Relation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Georgia.

2.     Memorandum of Understanding between the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of Georgia on Bilateral Consultations.

3.     Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Georgia on Economic and Technical Cooperation.

4.     Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Georgia on Visa Exemption for Holders of Diplomatic and Service Passports.

5.     Memorandum of Understanding between the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of Georgia for the Cooperation on Diplomatic Training and Education.

 

BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN

Hubungan bilateral politik dan keamanan antara Indonesia dengan Georgia berjalan cukup baik. Kunjungan sejumlah pejabat tinggi kedua negara menandakan adanya proses peningkatan hubungan kedua negara ke tingkatan yang lebih tinggi. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kyiv selalu memantau dan melaporkan ke pusat terkait perkembangan, khususnya dinamika politik dan hankam yang terjadi di Georgia. Indonesia memandang Georgia sebagai sebuah negara berdaulat dan negara penting di kawasan Kaukasus dan di dalam kancah politik internasional. Sejak dibangunnya hubungan diplomatik kedua negara, sejumlah kunjungan pejabat tinggi kedua negara telah dilakukan yaitu:

  • Kunjungan Direktur Eropa Tengah dan Timur ke Tbilisi pada Oktober 2007, dalam rangka Konsultasi Politik ke-1 antara Kemlu.
  • Kunjungan Menteri Luar Negeri Georgia, Grigol Vashadze, pada tanggal 29 Juni 2012 dalam rangka pertemuan bilateral dengan Menlu RI, Marty Natalegawa
  • Kunjungan Deputi Menlu Georgia, David Jalagania, pada November 2013, dalam rangka mendampingi delegasi Georgia dalam Bali Democracy Forum VI dan Konsultasi Politik ke-2 antar Kemlu.
  • Kunjungan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof Arief Hidayat SH, MS, dalam kapasitasnya selaku Ketua Association of Asian Constitutional Courts (AACC) periode 2014-2016 di Forum Internasional "Application of International Treaties by Constitutional Courts and Equivalent Bodies" di Batumi, Georgia, pada 9-11 September 2015.
  • Kunjungan Dirjen Amerika dan Eropa-Kemlu RI, Dian Triansyah Djani, pada November 2015, dalam rangka Forum Konsultasi Bilateral (FKB) yang ke-3 di Tbilisi.
  • Kunjungan Ketua Parlemen Georgia, David Usupashvili, pada 1-2 Desember 2015, memenuhi undangan Ketua Parlemen Indonesia.

Isu politik dan hankam Georgia yang menjadi isu penting di kawasan dan di dunia internasional adalah sengketa wilayah antara Georgia dengan Rusia terkait wilayah Osetia Selatan dan Abkhazia. Pada Agustus 2008, sengketa wilayah tersebut berubah menjadi konflik bersenjata atau yang disebut dengan "Perang 8 hari" yang melibatkan pasukan Rusia dengan Pasukan Georgia. Meskipun konflik bersenjata tidak terjadi lagi, namun sengketa wilayah antara Georgia dengan Rusia terhadap kedua wilayah tersebut masih terjadi hingga kini. Menyikapi hal tersebut, Indonesia berpegang teguh kepada prinsip-prinsip internasional terkait penghormatan kedaulatan sebuah negara dan mendukung keutuhan wilayah Georgia sesuai dengan hukum internasional serta menyerukan penghindaran penggunaan jalur-jalur kekerasan dalam menyelesaikan sengketa.


 BIDANG EKONOMI

HUBUNGAN EKONOMI
Dalam lima tahun terakhir, volume perdagangan Indonesia-Georgia mengalami fluktuasi dan belum mencerminkan potensi nyata kedua negara. Tercatat total perdagangan kedua negara pernah mencapai USD 79,32 juta pada tahun 2014. Dan meski total perdagangan itu mengalami penurunan di tahun 2015 tetapi Indonesia senantiasa mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Georgia sejak tahun 2011.

Perdagangan

  • Dalam lima tahun terakhir, volume perdagangan Indonesia-Georgia mengalami fluktuasi dan belum mencerminkan potensi nyata kedua negara. Tercatat total perdagangan kedua negara pernah mencapai USD 79,32 juta pada tahun 2014. Dan meski total perdagangan itu mengalami penurunan di tahun 2015 tetapi Indonesia senantiasa mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Georgia sejak tahun 2011.

Perdagangan

 

  • Georgia merupakan mitra dagang non-tradisional /untapped market Indonesia yang masih baru dan cukup potensial untuk dikembangkan. Hal itu karena Georgia merupakan world's number one reformer 2005-2010 (menurut Bank Dunia dalam Doing Business tahun 2012), Georgia mempunyai lokasi geografis yang strategis, kondisi makro ekonomi yang cukup stabil, rezim pajak yang rendah, dan lingkungan bisnis yang bersahabat.
     
  • Menurut data BPS RI dan Kemendag RI, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah, pada tahun 2012 nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 58,75 juta  atau naik  sebesar 40,93 % dari tahun 2011 yang mencapai USD 41,69 juta. Pada tahun 2013, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 65,57 juta atau naik sebesar 11,59 % dibandingkan dengan nilai perdagangan tahun 2012. Pada tahun 2014, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 79,32 juta atau naik sebesar 20,98 % dibandingkan dengan nilai perdagangan tahun 2013. Pada tahun 2015, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 52,08 juta atau turun sebesar 34,34 % dibandingkan nilai perdagangan tahun 2014.

 

 20112012201320142015
Ekspor38,137.851,898.858,654.372,750.045,784.6
Impor3,553.86,858.76,918.16,578.56,302.5
Total41,691.658,757.565,572.479,328.552,087.1
Neraca Perdagangan34,584.045,040.151,736.266,171.539,482.1

Neraca Perdagangan RI-Georgia. Sumber: Diolah dari BPS & Kemendag (Nilai: Ribu USD)

 

  • Penurunan nilai perdagangan ini utamanya disebabkan oleh belum maksimalnya pengusha Indonesia untuk memanfatkan potensi ekspor dan diversifikasi ekspor, pengaruh perubahan strategic environment di kawasan akibat krisis Ukraina, belum pulihnya keadaan ekonomi global, dan turunnya harga komoditas di pasar dunia.
     
  • Menurut BPS Georgia (Geostat), pada tahun 2015, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini, neraca perdagangan Georgia dengan Indonesia mencapai USD 11,91 juta, atau naik sebesar 11,53% dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai USD 10,67 juta. Pada tahun 2015, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 11,62 juta dengan Georgia, atau naik sebesar 9,74% dibandingkan dengan surplus tahun 2014 yang mencapai USD 10,59 juta. Sejak tahun 2011, Indonesia senantiasa mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Georgia.

 

 20112012201320142015
Ekspor341.72,312.72,277.142.8142.1
Impor10,496.310,545.811,330.710,633.511,765.1
Total10,838.012,858.513,607.810,676.311,907.2
Neraca Perdagangan-10,154.6-8,233.1-9,053.6-10,590.7-11,623.0

Neraca Perdagangan Georgia – RI. Sumber: Diolah dari Geostat, 2016 (Nilai: Ribu USD)


  • Dari kedua tabel di atas, ditemukan adanya perbedaan neraca perdagangan RI-Georgia menurut BPS Indonesia dan BPS Georgia. Perbedaan nilai total perdagangan tahun 2015 yang cukup besar antara kedua negara, yakni sebesar USD 40,17 juta, diakibatkan karena (1) BPS Georgia tidak memperhitungkan produk negara asal barang yang didapatkannya dari eksportir negara ketiga; (2) BPS Georgia tidak memperhitungkan pengiriman produk lewat agen penjual yang kemudian produk tersebut dijual kepada importir di Georgia. Dengan kata lain, banyak ekspor Indonesia yang masuk dari negara ketiga (dalam hal ini mungkin bisa lewat Singapura atau Turki) tidak dihitung sebagai produk Indonesia; dan (3) kemungkinan karena faktor keterlambatan data di pihak BPS Indonesia karena data yang digunakan Indonesia berdasarkan masuknya barang di pelabuhan, sementara di Georgia berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA/Certificate of Origin).
  • Menurut BPS Georgia, pada tahun 2015, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini, volume perdagangan Georgia dengan negara-negara ASEAN mencapai USD 84,853 juta dengan perincian ekspor sebesar USD 10,01 juta dan impor sebesar USD 74,83 juta Dengan demikian, pada tahun 2015 Georgia mencatatkan neraca perdagangan defisit sebesar USD 64,82 juta. Indonesia berada di urutan kelima dengan nilai perdagangan 11,90 juta atau mencapai 14% dari total perdagangan Georgia dengan negara-negara ASEAN.

 

RankNegaraEksporImporTotal

Trade Balance

%
1.Vietnam49521,50922,004-21,01426
2.Thailand-20,15420,154-20,15424
3.Singapura6,83510,15916,994-3,32420
4.Malaysia2,29610,50812,804-8,21215
5.Indonesia14211,76511,907-11,62314
6.Filipina248742990-248,0000,11

Neraca Perdagangan Georgia-ASEAN. Sumber: Diolah dari Geostat, 2016 (Nilai: Ribu USD)

 

  • Menurut BPS Georgia, 10 besar produk ekspor dan impor Georgia ke dan dari Indonesia pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

 

No.Produk Impor Georgia dari IndonesiaProduk Ekspor Georgia ke Indonesia
1.     Coffee, tea, mate and spices– 7,992Aluminium and articles thereof-  142
2.     Rubber and articles thereof– 894Inorganic chemicals, precious metal compound, isotopes– 18
3.     Paper and paperboard, articles of pulp, paper and board– 738-
4.     Soaps, lubricants, waxes, candles, modelling pastes– 490-
5.     Furniture, lighting, signs, prefabricated buildings – 368-
6.     Miscellaneous edible preparations– 321-
7.     Electrical, electronic equipment– 262-
8.     Fish, crustaceans, molluscs, aquatic invertebrates--135-
9.     Machinery, nuclear reactors, boilers, etc– 87-
10.   Organic chemicals – 81-

10 Besar Produk Ekspor dan Impor Georgia ke dan dari Indonesia. Sumber: Diolah dari Geostat, 2016 (Nilai Ribu USD)

 

 

NILAI PERDAGANGAN

 

KOMODITAS EKSPOR – IMPOR

(Nilai: Ribu USD)Nilai Perdagangan GEO.png

(Sumber: Diolah dari BPS & Kemendag RI)

 

Ekspor Utama Indonesia ke Georgia

 

Coffee, New pneumatic tyres, of rubber, Registers, account books, Soap, Extracts of coffee, Other furniture and parts thereof.

 

Impor Utama Indonesia dari Georgia

 

Aluminium waste and scrap, Manganese oxides.

 

 (Sumber: Intracen, 2016)

Fungsi Ekonomi KBRI Kyiv, 26 September 2016



BIDANG SOSIAL BUDAYA

Sosial Budaya dan Pendidikan

Indonesia mengakui kemerdekaan Georgia pada tanggal 27 Juli 1992 dan hubungan sosial budaya kedua negara dimulai secara resmi sejak terjalinnya hubungan diplomatik yang ditandatangani pada 25 Januari 1993. Sejak 27 April 2010 Presiden RI telah mengangkat Dr. George Pkhakhadze sebagai Konsul Kehormatan RI untuk Georgia berkedudukan di Tbilisi hingga tahun 2015.  Pada bulan September 2012 Georgia telah membuka Kedubes di Jakarta dan menempatkan Mr. Zurab Aleksidze sebagai Dubes Georgia pertama di Indonesia melalui penyerahan Surat Kepercayaan kepada Presiden RI pada bulan Januari 2013.

Hubungan sosial budaya terjalin melalui berbagai aktivitas, diantaranya keikutsertaan Tim RI dalam the 3rd International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Tbilisi 14 - 16 Mei 2009 atas undangan Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Georgia, di mana Tim RI berhasil memperoleh 1 medali emas dan 3 medali perunggu; keikutsertaan Tim Georgia dalam International Conference of Young Scientist 12 - 17 April 2010 di Bali, dan dalam Olimpiade Fisika di Bali pada bulan Maret 2013; pergelaran budaya Indonesian Cultural Performance di Tbilisi 21 -23 Maret 2012, dan Pentas Seni Budaya dalam rangka Hut RI ke-68, di Hotel Courtyard Marriot, Tbilisi, 26 September 2013.

Di bidang pendidikan, Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met pada 16 Mei 2016 telah melakukan kunjungan ke Tbilisi State University (TSU) dan menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama dengan Rektor TSU, Prof. Darejan Tvaltvadze. Rektor UI juga menyampaikan kuliah umum dengan topik the Opportunity to be a global leader di TSU. Rektor UI juga diterima oleh Deputy Minister of Education and Science of Georgia, Dr. Giorgi Sharvashidze, serta melakukan pertemuan dengan rektor Illya State University, Prof. Giga Zedania.


FUNGSI KONSULER

KBRI Kyiv memberikan pelayanan notariat dan jasa konsuler serta perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia yang berdomisili di wilayah Ukraina, Republik Armenia dan Georgia.

Guna peningkatan pelayanan dan perlindungan Warga Negara RI, kami mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan informasi melalui website dalam pengurusan masalah kekonsuleran.

Pelayanan KBRI Kyiv bagi WNI di Ukraina, Republik Armenia dan Georgia meliputi :

  1. Lapor Diri dan Perubahan Alamat
  2. Legalisasi Dokumen
  3. Pembuatan Paspor RI
  4. Kewarganegaraan Ganda Terbatas (Affidavit)
  5. Surat Keterangan, antara lain:
  • Domisili
  • Terjemahan Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia
  • Membawa Barang Pindahan (via kargo)
  • Kelahiran/Kematian
  • Perkawinan/Perceraian/Akta Catatan Sipil lainnya
  • Pindah Sekolah
  • Akhir Masa Tugas/Kerja (diajukan sebelum sebelum kembali ke tanah air)

Jam buka Loket Konsuler KBRI Kyiv

Senin - Kamis

10:30 - 12:00 : Pengajuan berkas

12:00 - 12:45 : Pengambilan

Jumat

10:30 - 11:00 : Pengajuan berkas

11:00 - 11:45 : Pengambilan

Hari Sabtu, Minggu dan Libur : Tutup

 

** Untuk melihat hari-hari libur KBRI Kyiv silahkan klik disini.

 

Bagi WNI yang tidak dapat datang langsung ke KBRI, dapat mengirimkan dokumen melalui pos dengan menyediakan amplop balasan yang sudah dilengkapi dengan prangko. Persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.

Catatan:

Kerusakan/kehilangan/keterlambatan akibat pengiriman dokumen melalui pos bukan merupakan tanggung jawab KBRI Kyiv.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Fungsi Konsuler KBRI Kyiv melalui telpon atau e-mail di:

Telpon: (+380-44) 2065446, 2065447, 2065490 atau 206-5491

e-mail: indonesia@kbri.kiev.ua atau kyiv.kbri@kemlu.go.id