Armenia

ARMENIA

 

FAKTA SINGKAT ​ ​
Nama NegaraRepublik Armenia 
Sistem PolitikSemi-presidensial 
Kepala NegaraSerzh SargsyanMasa jabatan pertama 2008-2013, masa jabatan kedua 2013-2018
Kepala PemerintahanPerdana Menteri Hovik Abrahamyan Ditunjuk oleh Presiden pada 13 April 2014. Menggantikan Tigran Sargsyan yang mengundurkan diri.
​Menteri Luar Negeri
​Edward Nalbandian
Masa jabatan pertama April 2008, dipilih kembali untuk masa jabatan kedua Juni 2012
Luas Wilayah 603,550 km2 
Lagu KebangsaanMer Hayrenik"/"Our Fatherland 
Hari Kemerdekaan 21 September 1991 (berpisah dari Uni Soviet) 
Bahasa Resmi Armenia 
Mata uangDram (ADR) 
Populasi 3,018,854 jiwa 
Etnis Armenia 98,2%, Yezidi 1,2%, Rusia 0,4%, lain-lain 0,2% 
Agama Armenian Apostolic 96,5%, Evangelic 1,0%, Shar-fadinian 0,9%, lain-lain 1,6% 
Pembagian Wilayah Administratif11 Provinsi, (Aragotsotn, Ararat, Armavir, Geghark'unik', Kotayk', Lorri, Shirak, Syunik) 
Jumlah partai politik 30 Partai 
Partai Politik Terbesar Republican Party (69 kursi), Prosperous Armenia (37 kursi), Armenian National Congress (7 Kursi), Armenian Revolutionary Federation (5 kursi), Rule of Law (6 Kursi), Heritage (5 kursi).  
Kepala Perwakilan RI di KyivYusran Hadromi (Charge de Affairs) 
Duta Besar Armenia di JakartaH.E. Mrs. Anna AghadjanianBerkedudukan di Jakarta (Menyerahkan Credentials pada 30 Januari 2014)
PDB (nominal)USD 10,56 miliar (2015)(Armstat, 2016)
PDB Per Kapita (nominal)USD 3,515 (2015)(Armstat, 2016)
Pertumbuhan Ekonomi3,1 (2015)(Armstat, 2016)
Inflasi3,7%(Armstat, 2016)
Neraca Perdagangan (non-migas)Ekspor: USD 1,486,9 miliar
Impor: USD 3,254 miliar
Defisit: USD 1,767 miliar
(Armstat, 2016)
Negara Tujuan Ekspor UtamaCIS (19,23%)
Rusia (15,2%)
Cina (11,1%)
Jerman (9,8%)
Irak (8,8%)
(CISstat & Statista 2016)
Negara Tujuan Impor UtamaCIS (33,71%)
Rusia (29,1%)
Cina (9,7%)
Jerman (6,2%)
Iran (6,1%)
(CISstat & Statista 2016)
Komoditas ekspor utamaMineral products (bijih tembaga dan konsentrat), final food products, precious metals (berlian), non-precious metals.(Armstat, 2016)
Komoditas impor utamaMineral products, machinery, final food products, chemical industry, obat-obatan, gandum, alumunium. (Armstat, 2016)
Peringkat KreditB1 (obligasi yang spekulatif dan dapat beresiko tinggi)( Moody’s 2015)
Nilai Perdagangan Bilateral 5 Tahun TerakhirUSD 2,66 juta (2015)
USD 4,24 juta (2014)
USD 3,70 juta(2013)
USD 3,62 juta (2012)
USD 6,42 juta (2011)
(BPS & Kemendag, 2016)
Jumlah Wisatawan Armenia ke Indonesia425 (2013)
421 (2012)
(Kemenpar)
Jumlah WNI di Armenia1 orang(KBRI Kyiv, September 2016)
Hubungan Diplomatik22 September 1992(24 tahun)
Forum BilateralFKB

 

Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia

Hubungan diplomatik Indonesia-Armenia disahkan melalui penandantangan Joint Communique antara Dubes RI Moskow, Janwar Marah Djani, dengan Kepala Perwakilan Armenia untuk Federasi Rusia, Felix Mamikonian, pada 22 September 1992 di Moskow. Perwakilan Indonesia untuk Republik Armenia dirangkap melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan di Kyiv, namun Pemerintah Republik Indonesia juga menunjuk WN Armenia, Mr. Yervand Voskandyan, sebagai Konsul Kehormatan Republik Indonesia (Honorary Consul), untuk membantu penyelenggaraan fungsi dan misi diplomatik & konsuler Indonesia di Republik Armenia. Republik Armenia membuka perwakilannya di Jakarta pada akhir 2013 dan langsung menempatkan Duta Besarnya, H.E. Mrs Anna Aghadjanjian. Sejumlah dokumen perjanjian kerjasama Indonesia-Republik Armenia menjadi raihan atau capaian yang diperoleh selama pembangunan hubungan bilateral kedua negara. Dokumen perjanjian kerjasama tersebut yaitu:

1.    Joint Communique concerning the Establishment of the Diplomatic Relations between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Armenia.

2.    Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Armenia for the Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income and on Capital.

3.    Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Armenia on the Establishment of the Bilateral Consultation Forum.

4.    Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Armenia on Economic, Scientific and Technical Cooperation.

 

BIDANG POLITIK DAN HANKAM

Hubungan bilateral politik dan keamanan Indonesia-Armenia berjalan baik. Kunjungan sejumlah pejabat tinggi kedua negara menandakan adanya proses peningkatan hubungan kedua negara ke tingkatan yang lebih tinggi. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kyiv selalu memantau dan melaporkan ke pusat segala perkembangan, khususnya dinamika politik dan hankam yang terjadi di Republik Armenia. Indonesia memandang Republik Armenia sebagai sebuah negara berdaulat dan negara penting di kawasan Kaukasus dan dalam kancah politik internasional. Titik tertinggi hubungan bilateral dengan Armenia terjadi ketika Ketua DPD RI dan delegasi melakukan kunjungan resmi ke Yerevan pada 12-14 Oktober 2015. Selain melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Armenia, Ketua DPD juga secara resmi diterima oleh Presiden Armenia di Istana Negara, beberapa hal penting yang berhasil disepakati antara lain:

  1. Ketua Parlemen Armenia dan Ketua DPD RI menyambut baik usulan untuk membentuk Armenian-Indonesia Parliamentary Friendship Groups.
  2. Presiden Armenia dan Ketua DPD RI sepakat perlunya kedua pihak menggali "untapped economic potential" dan untuk itu diperlukan "new legal basis" seperti perjanjian penghindaran pajak berganda.
  3. Menlu Armenia sepakat dengan usul Indonesia agara penandatanganan Perjanjian Bebas Visa RI-Armenia untuk paspor Diplomatik dan Dinas dilaksanakan dalam pertemuan antar Menlu atau di sela forum pertemuan internasional yang dihadiri oleh kedua Menlu.

Republik Armenia memiliki sengketa wilayah Nagorno-Karabakh (Artsakh, dalam bahasa Armenia) dengan Azerbaijan. Sengketa wilayah Nagorno-Karabakh merupakan sengketa di wilayah bekas pecahan Uni Soviet yang terlama, sejak 1994 hingga kini. Sengketa tersebut masih diselesaikan melalui mekanisme perjanjian gencatan senjata antara kedua belah pihak dan belum memiliki mekanisme penyelesaian sengketa yang komprehensif. Pada April 2016, terjadi kontak senjata antara kelompok militer di wilayah Nagorno-Karabakh dengan Angkatan Bersenjata Azerbaijan, yang membuat konflik ini kembali memanas dalam beberapa bulan ini. Menyikapi isu tersebut, Indonesia menyatakan posisinya untuk berpegang teguh kepada prinsip-prinsip internasional terkait penghormatan kedaulatan sebuah negara dan mendukung keutuhan wilayah Republik Armenia sesuai dengan hukum internasional serta menyerukan penghindaran penggunaan jalur-jalur kekerasan dalam menyelesaikan sengketa.


 BIDANG EKONOMI

HUBUNGAN EKONOMI
Dalam lima tahun terakhhir, volume perdagangan Indonesia-Armenia mengalami fluktuasi dan belum mencerminkan potensi nyata kedua negara. Tercatat total perdagangan kedua negara pernah mencapai USD 6,42 juta pada tahun 2011. Dan meski total perdagangan itu mengalami penurunan di tahun 2012 tetapi kemudian naik kembali hingga tahun 2014, sebelum akhirnya turun kembali pada tahun 2015. Di sisi lain, Indonesia senantiasa mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Armenia sejak tahun 2011.

Perdagangan

  •  Armenia merupakan mitra dagang non-tradisional / untapped market Indonesia yang masih baru dan meskipun mempunyai kapasitas ekonomi yang kecil tetapi mempunyai komitmen Pemerintah yang baik untuk memacu perdagangan dan investasi luar negeri, keadaan politik dan ekonomi yang cukup stabil, dan adanya akses ke negara-negara Uni Ekonomi Eurasia, yakni blok ekonomi dengan 182,1 juta orang dan PDB lebih dari USD 2,41 miliar.
  • Menurut data BPS dan Kemendag RI, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah, pada tahun 2012 nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 3,62 juta atau turun sebesar 43,64% dari tahun 2011 yang mencapai USD 6,42 juta. Pada tahun 2013, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 3,70 juta atau naik sebesar 2,15% dibandingkan dengan nilai perdagangan tahun 2012. Pada tahun 2014, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 4,24 juta atau naik sebesar 14,80% dibandingkan dengan nilai perdagangan tahun 2013. Pada tahun 2015, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 2,66 juta atau turun sebesar 37,24% dibandingkan nilai perdagangan tahun 2014.
  • Penurunan nilai perdagangan ini utamanya disebabkan oleh pengaruh dari instabilitas ekonomi Rusia yang merupakan sumber remitansi terbesar Armenia dan juga mitra dagang utama Armenia. Selain itu, terdapat juga faktor belum pulihnya keadaan ekonomi global, turunnya harga komoditas di pasar dunia, dan pengaruh perubahan strategic environment akibat krisis Ukraina.


 20112012201320142015
Ekspor6,372.53,453.73,668.33,846.82,651.4
Impor57.1169.933.3402.815.5
Total6,429.63,623.63,701.64,249.62,666.9
Neraca Perdagangan6,315.43,283.93,635.03,444.02,635.9

Neraca Perdagangan RI – Armenia. Sumber: Diolah dari BPS & Kemendag (Nilai: Ribu USD).


  • Menurut BPS Armenia (Armstat), pada tahun 2015, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini, neraca perdagangan Armenia dengan Indonesia mencapai USD 25,78 juta (menurut impor negara asal barang/country of origin) dan sebesar USD 8,84 juta (menurut impor konsinyasi/consignment). Pada tahun 2015, Armenia tidak melakukan ekspor ke Indonesia.
Countryyearperiodexportimport (countries of origin)import (consignment)
Indonesia20151-1533.9842.8
Indonesia20152-1939.4241.4
Indonesia20153-2741.81248.8
Indonesia20154-2375.8838.7
Indonesia20155-2971.1933.2
Indonesia20156-1298.2162.1
Indonesia20157-1751.3641.2
Indonesia20158-1720.1371.8
Indonesia20159-2446.3775.2
Indonesia201510-2208.3631.9
Indonesia201511-2267.51138.5
Indonesia201512-25271022.2
Indonesia2015Year-25780.88847.9

Neraca Perdagangan Armenia – RI. Sumber: Diolah dari Armstat, 2016 (Nilai: Ribu USD)

  • Dari kedua tabel di atas ditemukan adanya perbedaan neraca perdagangan RI-Armenia menurut BPS Indonesia dan BPS Armenia. Perbedaan nilai total perdagangan tahun 2015 yang cukup besar berdasarkan impor negara asal sebesar USD 23,1 juta dan perbedaan sebesar 16,9 juta berdasarkan impor konsinyasi (yang dihitung oleh BPS Armenia) diakibatkan karena (1) BPS Armenia memperhitungkan produk negara asal barang meski didapatkannya dari eksportir negara ketiga; (2) BPS Armenia memperhitungkan pengiriman produk lewat agen penjual yang kemudian produk tersebut dijual kepada importir di Armenia. Dengan kata lain, banyak ekspor Indonesia yang masuk dari negara ketiga (dalam hal ini mungkin bisa lewat Singapura atau Turki); dan (3) kemungkinan karena faktor keterlambatan data di pihak BPS Indonesia karena data yang digunakan Indonesia berdasarkan masuknya barang di pelabuhan, sementara di Armenia berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA/Certificate of Origin).
  • Menurut BPS Armenia, pada tahun 2015, sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini, volume perdagangan Armenia dengan negara-negara negara ASEAN mencapai 77,44 juta dengan perincian ekspor sebesar USD 6,24 juta dan impor sebesar USD 71,19 juta. Dengan demikian pada tahun 2015 Armenia mencatatkan neraca perdagangan defisit sebesar USD 64,95 juta. Indonesia berada diurutan pertama dengan nilai perdagangan USD 25,78 juta atau mencapai 33,29% dari total perdagangan Armenia dengan negara-negara ASEAN.
RankNegaraEksporImporTotalTrade Balance%
1.Indonesia-25,780.825,780.8- 25,780.833.29
2.Malaysia3,110.612,285.615,396.2-9,175.019.88
3.Vietnam131.214,835.114,966.3-14,703.919.33
4.Thailand1,278.612,276.813,555.4-10,998.217.50
5.Singapura1,692.02,229.63,921.6-537,6005.06
6.Filipina70.11,802.11,872.2-1,732.02.42

Neraca Perdagangan Armenia – ASEAN. Sumber: Diolah dari Armstat, 2016 (Nilai: Ribu USD)

 

  • Menurut Intracen, 10 besar produk impor Armenia dari Indonesia tahun 2015 adalah sebagai berikut:
​No.Produk Impor Armenia dari Indonesia
​1.Coffee, tea, mate and spices– 25,780
​2.Paper and paperboard, articles of pulp, paper and board– 1,611
​3.Machinery, nuclear reactors, boilers, etc– 1,072
​4.Plastics and articles thereof– 443
​5.Electrical, electronic equipment – 382
​6.Articles of apparel, accessories, not knit or crochet– 376
​7.Dairy products, eggs, honey, edible animal product– 290
​8.Footwear, gaiters and the like, parts thereof - 280
​9.Rubber and articles thereof– 267
​10.Miscellaneous edible preparations– 213

Sumber: Diolah dari Intracen, 2016 (Nilai Ribu USD)

 

Nilai Perdagangan

(Juta USD)

KOMODITAS EKSPOR – IMPOR

 Nilai Perdagangan ARM.png

(Sumber : Diolah dari BPS &Kemendag RI)

 

Ekspor Utama Indonesia ke Armenia

 

kopi, teh, rempah-rempah, kertas dan karton,  karet alam dan produk turunannya, alat-alat optik, animal & vegetable fats and oils, barang pecah belah, furnitur, lampu, plastic dan turunannya, tepung kanji, produk buah.

 

Impor Utama Indonesia dari Armenia

 

kapas, spareparts pesawat, sereal, produk susu.

 

(Sumber: Kemendag RI)

Fungsi Ekonomi KBRI Kyiv, 26 September 2016


BIDANG SOSIAL BUDAYA

Hubungan Sosial Budaya dan Pendidikan

RI mengakui kedaulatan Republik Armenia pada 28 Desember 1991 dan hubungan sosial budaya dimulai sejak penjalinan hubungan diplomatik yang ditandatangani 22 September 1992. Hubungan sosial budaya dilakukan melalui berbagai aktivitas, antara lain Pagelaran Seni Budaya Indonesia - Armenia di gedung Arno Babanjanyan Concert Hall, 6 Desember 2012, atas kerjasama KBRI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan Armenia dan Konsul Kehormatan RI untuk Armenia. Di bidang pendidikan, Rektor UI, prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met telah melakukan kunjungan ke Yerevan State University (YSU) dan menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama dengan rektor YSU, Aram Simonyan. Pada tahun Akademik 2016 - 2017, 2 (dua) wn Armenia, terjaring mengikuti pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa Darmasiswa RI, yaitu a.n. Sona Minasyan yang belajar bahasa Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan Liana Yeghiazaryan yang belajar Seni dan Bahasa Indonesia di ISI Padang Panjang.



FUNGSI KONSULER

KBRI Kyiv memberikan pelayanan notariat dan jasa konsuler serta perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia yang berdomisili di wilayah Ukraina, Republik Armenia dan Georgia.

Guna peningkatan pelayanan dan perlindungan Warga Negara RI, kami mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan informasi melalui website dalam pengurusan masalah kekonsuleran.

Pelayanan KBRI Kyiv bagi WNI di Ukraina, Republik Armenia dan Georgia meliputi :

  1. Lapor Diri dan Perubahan Alamat
  2. Legalisasi Dokumen
  3. Pembuatan Paspor RI
  4. Kewarganegaraan Ganda Terbatas (Affidavit)
  5. Surat Keterangan, antara lain:
  • Domisili
  • Terjemahan Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia
  • Membawa Barang Pindahan (via kargo)
  • Kelahiran/Kematian
  • Perkawinan/Perceraian/Akta Catatan Sipil lainnya
  • Pindah Sekolah
  • Akhir Masa Tugas/Kerja (diajukan sebelum sebelum kembali ke tanah air)

Jam buka Loket Konsuler KBRI Kyiv

Senin - Kamis

10:30 - 12:00 : Pengajuan berkas

12:00 - 12:45 : Pengambilan

Jumat

10:30 - 11:00 : Pengajuan berkas

11:00 - 11:45 : Pengambilan

Hari Sabtu, Minggu dan Libur : Tutup

** Untuk melihat hari-hari libur KBRI Kyiv silahkan klik disini.

 

Bagi WNI yang tidak dapat datang langsung ke KBRI, dapat mengirimkan dokumen melalui pos dengan menyediakan amplop balasan yang sudah dilengkapi dengan prangko. Persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.

Catatan:

Kerusakan/kehilangan/keterlambatan akibat pengiriman dokumen melalui pos bukan merupakan tanggung jawab KBRI Kyiv.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Fungsi Konsuler KBRI Kyiv melalui telpon atau e-mail di:

Telpon: (+380-44) 2065446, 2065447, 2065490 atau 206-5491

e-mail: indonesia@kbri.kiev.ua atau kyiv.kbri@kemlu.go.id