Sarasehan Persiapan Pemulangan WNI dan TKI Tanpa Ijin Tinggal di Kuwait

Ratusan warga negara Indonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak memiliki ijin tinggal di Kuwait hadir dalam sarasehan pembahasan persiapan pemulangan ke Indonesia yang diadakan di KBRI Kuwait pada tanggal 18 September 2015. Sebagai narasumber adalah Bapak Duta Besar Tatang Razak dan Tim Percepatan Pemulangan WNI Pusat yang terdiri dari pejabat Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, BNPPTKI dan BPKP.
 
Duta Besar Tatang Razak dalam paparan di awal sarasehan menyatakan bahwa program pemulangan bagi WNI tanpa ijin tinggal ini adalah merupakan program Pemerintah yang dijalankan di seluruh dunia terutama di negara-negara yang banyak tinggal WNI. “Program ini menunjukkan bahwa Pemerintah sangat peduli dengan nasib WNI. Dan, jika tidak memiliki ijin tinggal di negara lain mengakibatkan ketidaktenangan bagi warga tersebut,” ujar Dubes Tatang Razak dan disambut tepuk tangan oleh hadirin.
 
Dalam program pemulangan dari Kuwait ini, Dubes Tatang Razak menjelaskan lebih lanjut bahwa proses diawali dengan pendataan, pengambilan sidik jari dan kemudian penyediaan tiket. “Jika hasil sidik jari menunjukkan bahwa seseorang tidak mempunyai masalah kriminal maka bisa segera diproses pulang. Kita ingin nantinya bisa memulangkan dalam jumlah besar sehingga jika memungkinkan menyewa pesawat sendiri ke Indonesia yang inshaallah akan dilakukan dalam waktu 1 bulan ini,” terang Dubes Tatang Razak lebih jauh. Dubes Tatang Razak juga menyampaikan bahwa dalam pemulangan ini para WNI dan TKI akan difasilitasi oleh Pemerintah hingga pulang ke rumah masing-masing dan tidak dipungut biaya sepeserpun.
 
Program pemulangan ini akan dilakukan secara komprehensif oleh Pemerintah. Karena itu, bagi mereka yang pulang nantinya akan mendapat pelatihan oleh BNPPTKI sehingga nanti bisa menjadi warga yang mandiri. Bapak Budiono dari BNPPTKI menjelaskan bahwa para WNI dan TKI yang pulang akan mendapat pendampingan dan pelatihan selama 6 hari dan akan diberikan konsultasi bagaimana memulai usaha. Dengan bekal tersebut maka bagi para mantan WNI dan TKI bermasalah tersebut akan mempunyai keyakinan untuk memulai langkah baru dalam hidup mereka.
 
Sebagai bagian dari memberikan motivasi kepada hadirin, dalam kesempatan ini juga diputarkan rekaman contoh mantan TKI yang berhasil merubah nasib yaitu Ibu Nurhayati yang pernah menjadi TKI di Arab Saudi dan sekarang sudah berhasil menjadi tenaga pengajar di Perguruan Tinggi.
 
Sebagai penutup, Duta Besar Tatang Razak memimpin doa bersama untuk memanjatkan harapan dan permohonan kepada Allah SWT kiranya upaya dan kerja keras ini akan mendapat kemudahan dan pertolonganNya.
 
 
Kuwait, 18 September 2015