Peringatan Hari Ibu ke-85 di Kuwait

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

KBRI Kuwait mengadakan peringatan Hari Ibu ke-85 pada tanggal 18 Desember 2013 dalam upacara bendera yang singkat namun tetap khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Dubes RI untuk Kuwait Bapak Ferry Adamhar dan diikuti oleh staf KBRI serta angggota DWP di Kuwait.

 

Tema peringatan Hari Ibu tahun ini adalah: “Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Demokrasi yang Partisipatif dan Pembangunan yang Inklusif”. Dalam sambutan upacara, Bapak Dubes RI pada intinya menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan upaya kita untuk mengingat jasa dan peran kaum ibu khususnya dan perempuan pada umumnya dalam perjuangan nasional bangsa Indonesia. Dalam tema peringatan, isu mengenai “Demokrasi” dan “Pembangunan” adalah hal yang selalu menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjuangan kaum perempuan Indonesia. Karena itu tema ini sangat tepat terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Umum tahun depan.

 

“Momentum Pemilu tersebut merupakan saat yang tepat bagi kita untuk bersama memberikan apa yang terbaik dari kita kepada bangsa Indonesia sehingga kita bersama bisa berjuang mencapai cita-cita luhur menuju masyarakat adil dan makmur,” ujar Bapak Dubes. Untuk mengimplementasikan demokrasi yang partisipatif dan pembangunan yang inklusif.

 

Ada hal khusus yang ada dalam upacara ini yaitu: dibacakannya “Sejarah Singkat Hari Ibu” kepada peserta, selain kegiatan inti berupa menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan pembacaan naskah “Pancasila” dan “Pembukaan UUD 1945”. Dari uraian singkat tentang sejarah hari Ibu, kita bisa melihat bagaimana kiprah dan sepak terjang kaum ibu dan perempuan Indonesia sejak masa pra kemerdekaan, kemerdekaan dan pasca kemerdekaan hingga saat ini. Gerakan kaum ibu dan perempuan Indonesia tidak terlepas dari semangat menggelora Sumpah Pemuda yang dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 sehingga ada semangat kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.

 

Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta memutuskan dibentuknya organisasi federasi yang mandiri berupa “Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). Selanjutnya pada tahun 1929 PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Pada Kongres II di Jakarta pada tahun 1935 dibentuk “Badan Kongres Perempuan Indonesia” (BKPI) yang memberi arah peran perempuan Indoensia sebagai Ibu Bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang menyadari dan memiliki rasa kebangsaan. Dan, pada Kongres Perempuan III di Bandung pada gtahun 1938 ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Wadah perjuangan perempuan dalam BKPI mengalami perubahan pada tahun 1946 menjadi “Kongres Wanita Indonesia” (Kowani) yang tetap aktif hingga sekarang.

 

Peringatan  Hari Ibu  yang menjadi agenda nasional setiap tahun adalah dimaksudkan  untuk  senantiasa mengingatkan  seluruh  rakyat  Indonesia  terutama  generasi muda untuk selalu mewarisi semangat juang kaum perempuan dalam menjaga persatuan dan kesatuan untuk melanjutkan  perjuangan  nasional menuju  terwujudnya  masyarakat  yang  adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

KBRI Kuwait sekali lagi mengucapkan Selamat Hari Ibu.

 

 

KBRI Kuwait,  Desember 2013

Ket foto: peserta upacara sedang menyanyikan lagu “Mars Hari Ibu”