Peluang Kerja Sektor Formal di Kuwait Menjanjikan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Pekembangan ekonomi dan peningkatan berbagai mega proyek pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Kuwait merupakan peluang bagi warga Indonesia untuk dapat berpartisipasi dan mengisi berbagai lowongan yang tersedia. ”Perluasan Kuwait International Airport, perbaikan sarana pendidikan, pembangunan pelabuhan Mubarak al Kabir, pembangunan jalur kereta nasional dan rencana swastanisasi beberapa badan usaha milik negara seperti Kuwait Airways, Kuwait Oil Tanker Company merupakan peluang yang sangat menjanjikan bagi warga Indonesia yang memenuhi kriteria untuk bisa mengisi lowongan pekerjaan di berbagai sektor tersebut di Kuwait,” demikian penjelasan Bapak Yunafri, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Kerjasama BNP2TKI yang disampaikan dalam acara ”Dialog Peluang dan Tantangan ”Peluang dan Tantangan Peningkatan TKI Formal di Kuwait” yang diadakan oleh KBRI Kuwait pada tanggal 4 Oktober 2013 di Hotel Safir Kuwait. Dialog menghadirkan pembicara dari BNP2TKI dan KBRI Kuwait dan dihadiri oleh sekitar 75 orang wakil dari kelompok pekerja profesional yang ada di Kuwait.

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Bapak Yunafri bahwa beberapa sektor yang bisa menjadi peluang bagi tenaga kerja kita adalah bidang hospitality, perhotelan, restoran, perminyakan dan tenaga medis. Ditambahkan oleh Bapak Dubes Ferry Adamhar bawha permintaan Kuwait terhadap tenaga kerja profesional asal Indonesia tinggi karena dinilai bahwa pekerja Indonesia memiliki etos kerja dan semangat profesionalisme yang lebih baik daripada beberapa pekerja dari negara lain. ”Para pegawai profesional Indonesia di Kuwait Oil Company (KOC) yang telah bekerja dengan baik dan mendapat apresiasi positif dari pemberi kerja merupakan satu aset penting bagi peningkatan profil pekerja profesional Indonesia bukan saja di sektor perminyakan tetapi juga sektor lainnya. Hal ini harus menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh Indonesia dan menjadi perhatian semua pihak di Indonesia agar dapat merealisasikannya dalam bentuk pengiriman tenaga profesional dalam kesempatan pertama,” ditambahkan oleh Dubes Ferry Adamhar, Duta Besar Indonesia untuk Kuwait.

 

Selain peluang yang terbuka bagi kita tersebut tetapi di lain sisi juga terdapat tantangan dalam meningkatkan minat warga kita untuk bekerja di luar negeri termasuk Kuwait. BNP2TKI menilai bahwa salah satu kendala tersebut adalah karena masih adanya pola pikir yang negatif terhadap profil TKI. ”Kami mengharapkan kiranya warga Indonesia yang sudah bekerja di berbagai sektor profesional di Kuwait ini dapat membantu memberikan perubahan cara berpikir dan bahwa menjadi TKI adalah sebuah peluang bagi peningkatan karir sehingga dapat memberikan manfaat bukan saja bagi warga Indonesia tetapi juga negara dan bangsa Indonesia secara luas,” kata Bapak Yunafri.

 

Dalam diskusi, masukan yang disampaikan dalam rangka perluasan kesempatan bekerja di Kuwait adalah perlunya dikembangkan keterkaitan antara dunia pendidikan dan kesiapan untuk memasuki pasar kerja internasional diantaranya dengan pengembangan bahasa asing di sekolah. Selain itu, promosi peluang kerja juga dapat ditingkatkan dengan memperkuat kemutakhiran data sistem informasi tenaga kerja yang sudah dimiliki oleh BNP2TKI dan pembuatan jaringan milis info tenaga kerja di negara tertentu.

Kuwait City, 6 Oktober 2013