Ketika Batik Indonesia Semakin Dikenal di Kuwait

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kuwait City, 19 Maret 2012. Ada kebanggaan tersendiri ketika Batik Indonesia mendapat tempat disalah satu ruang pamer pada acara Art and Creativity 2012 yang diadakan oleh Al Sabah Al Salem for Giftedness and Creativity Foundation (SACGC), sebuah yayasan yang dibentuk langsung oleh Amir Kuwait H.H Al Sabah Al-Ahmad Al Jaber Al Sabah untuk menampung seniman-seniman berbakat dan hasil karyanya yang ada di Kuwait dan belahan dunia lain. Diikuti oleh 25 seniman, dimana 19 seniman lokal dan 5 perwakilan dari 5 negara seperti Amerika Serikat, Cina, Oman, Turki, termasuk Indonesia, menggelar karya-karya kriya seni mereka dari tanggal 15-17 Maret 2012. Dalam hal ini Indonesia diminta dan terpilih oleh Kuwait untuk menggelar hasil budaya Indonesia yaitu Batik. Dua seniwati, yaitu ibu Citra Smara Dewi (Dekan IKJ) dan Ibu Lucky Wijayanti (Wakil Dekan III IKJ ) dari Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta terpilih oleh lembaga Amir Kuwait ini setelah melalui proses pemilihan yang cukup panjang dari bulan Februari lalu dari sekian banyak institusi lembaga seni yang ada di Indonesia. Kriteria yang ditampilkan dari pameran ini adalah hasil-hasil seni budaya yang dianggap memiliki keunikan tersendiri didalam proses pembuatannya. Duta Besar RI, Ferry Adamhar, didampingi oleh Ibu Eva Adamhar hadir dalam acara pembukaan pameran yang diadakan Avenue Mall yang merupakan mall terbesar di Kuwait tersebut. Duta Besar mengatakan bahwa dengan terpilihnya batik untuk dipamerkan kepada acara bergengsi yang diadakan oleh lembaga seni Amir Kuwait ini menunjukkan bahwa batik semakin dikenal di wilayah Timur Tengah khususnya Kuwait dimana produk batik Indonesia telah dikenal dikalangan pencinta seni dan budaya di Kuwait. Tentu saja, Pameran ini sejalan dengan visi dan misi dari KBRI Kuwait untuk mengenalkan Indonesia pada citra yang lebih positif melalui pengenalan hasil seni dan budaya. Kedua, pihak Kuwait-lah yang mengambil inisiatif untuk meminta dan memilih batik sebagai bahan display dalam pameran tersebut adalah sebagi indikator dari diterimanya batik sebagai produk budaya khas dari Indonesia. Ribuan orang datang untuk melihat pameran yang dibuka oleh Direktur SACGC Dr. Adnan Shihab-Eldin tersebut, decak kagum ditunjukan pada saat demo membatik tersebut ditunjukan kepada masyarakat yang melihat stand Indonesia. Tidak hanya melihat, mereka juga berkesempatan untuk mencoba melukis pola batik dengan batik. Sedikit kagok dan keluar jalur saat menggambar batik, itu pasti, namun yang pasti senyum mengembang dari pengunjung yang mencoba membatik. Sisi positifnya, banyak dari pengunjung yang berkeinginan untuk berusaha mengetahui lebih jauh tentang batik dan pada akhirnya akan mengenal Indonesia dari segi yang jauh lebih positif (sumber: KBRI Kuwait)