KBRI Kuwait Menjembatani Penandatanganan MoU Kerjasama Awal Antara Universitas Indonesia dan Universitas Kuwait

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Jumat, 30 Maret 2012. Dunia pendidikan Indonesia kembali menorehkan sejarah dengan disetujuinya kesepakatan antara Universitas dari kedua negara yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Kuwait pada senin, 26 Maret 2012. Bertempat di gedung Student Centre Crystal Knowledge, kedua pihak menandatangani Memorandum of Understanding yang berisi tentang kesepakatan awal untuk melakukan pertukaran program belajar mengajar, mahasiswa, dan kerjasama teknis diantara kedua universitas. Bertindak selaku kepala delegasi, Profesor Abdullatif al Bader, Presiden Universitas Kuwait kepada Rektor Universitas Indonesia, Profesor Gumilar Rusliwa Soemantri, mengatakan bahwa maksud kedatangan rombongan Universitas Kuwait adalah untuk membina hubungan kerjasama pendidikan sebagai implementasi dari program “menoleh ke timur” yang dicanangkan oleh Rektor Universitas Kuwait pada tahun 2012. Menurut Abdullatif, pencanangan program ini adalah sangat penting untuk kedua belah pihak terutama dalam meningkatkan dunia pendidikan. Bagi Kuwait, diversifikasi destinasi pendidikan dan kerjasama pendidikan sangat penting untuk mendapatkan rupa pendidikan yang bermacam-macam namun tetap pada satu tujuan yaitu untuk kesejahteraan bagi masyarakat, selain itu Universitas Kuwait pada saat ini ingin lebih membuka dirinya baik bagi mahasiswa asing maupun mahasiswa Kuwait yang belajar di luar negeri. Oleh karena itulah, Universitas Kuwait berniat untuk melakukan kerjasama pendidikan dengan Universitas Indonesia sebagai Universitas yang memiliki kredibilitas dan kompetensi yang mumpuni. Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Indonesia menyatakan bahwa Universitas Indonesia merespon positif atas kebijakan “menoleh ke timur” dari Universitas Kuwait. Gumilar menyebutkan bahwa sampai saat ini Universitas Indonesia merupakan Universitas yang sedang mencanangkan visi menjadi world class university yang tidak kalah dengan universitas-universitas di luar negeri terkemuka lainnya. Gumilar optimis kerjasama ini akan menguntungkan bagi kedua lembaga pendidikan tersebut. Langkah awal yang pertama yang akan ditempuh adalah membuat skema pembiayaan dan skema teknis mengenai pertukaran pelajar di antara kedua Universitas, dimana para mahasiswa pertukaran akan belajar selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun, melakukan pertukaran dosen terbang, dan melakukan kerjasama teknis yang akan dibicarakan bentuk kongkretnya dimasa mendatang. Diakhir pembicaraan, disepakati untuk ditandantangani Memorandum of Understanding (MoU) diantara kedua Universitas yang berisi kesepakatan kerjasama, diharapkan dalam waktu dekat kedua Universitas membuat skema pembiayaan teknis mengenai kerjasama tersebut dan segera melakukan kerjasama dalam waktu dekat. Dalam rangka implementasi visi dan misi untuk menampilkan profil Indonesia secara utuh, salah satu yang dilakukan KBRI Kuwait adalah terus berusaha memperkuat kerjasama pendidikan di Indonesia dengan cara menjembatani pertemuan antara Universitas Indonesia dan Universitas Kuwait (sumber: KBRI Kuwait)