Indonesia Jajagi Kerjasama Minyak dengan Kuwait Melalui “Semar”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka membuka jalan bagi kerjasama dengan industri perminyakan Kuwait, Ditjen Migas Kementerian ESDM dan PT Pertamina telah mengambil bagian secara aktif untuk pertama kalinya pada Kuwait Oil and Gas Show and Conference (KOGS) 2013 yang diadakan di Mishref, Kuwait pada tanggal 8-10 Oktober 2013.

 

Dalam kesempatan acara pembukaan pada tanggal 8 Oktober 203, Deputi PM/Menteri Perminyakan Kuwait, H.E. Mustafa Al-Shimali juga mengunjungi ruang pamer Indonesia dan disambut oleh Duta Besar RI untuk Kuwait, Bapak Dubes Ferry Adamhar, Manager Middle East & Africa Region Pertamina, Bapak Eko Rukmono serta dimeriahkan oleh penampilan seni angklung Saung Mang Udjo.

 

Potensi Kuwait sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat melakukan kerjasama lebih jauh untuk kepentingan bersama kedua belah pihak. Dalam kaitan ini, salah satu teknologi andalan yang ditawarkan kepada Kuwait dari Indonesia adalah Smart Chemical Modifier for Enhance Oil Recovery (Semar) sebagai hasil karya teknologi anak bangsa. Pengenalan Semar ke dunia internasional, merupakan salah satu pintu masuk Pertamina mencari peluang kerjasama dengan perusahaan minyak mancanegara, dalam menggarap lapangan minyak di luar negeri dengan mengedepankan keunggulan teknologi.

 

Teknologi Semar mendapat sambutan cukup hangat di Kuwait karena mampu meningkatkan produksi minyak hingga 200 persen dan sesuai dengan karakter minyak di negara ini yang berkategori berat. Selan itu, teknologi ini tidak memberikan dampak potensi kerusakan pada reservoir dan fasilitas produksi seperti yang dapat ditimbulkan oleh teknologi injeksi uap panas alias ramah lingkungan.

 

Dalam rangka penetrasi pasar dan penjajakan peluang dengan Kuwait, maka di sela-sela pameran telah diadakan pertemuan Duta Besar RI di Kuwait yang didampingi Manager Middle East & Africa Region Pertamina dengan CEO KPC, Mr. Nizar Al-Adsani dan Managing Director Kuwait Gulf Oil Company (KGOC), Mr. Ali Al-Shimmari. Pertemuan tersebut berlangsung dengan produktif dan kedua pihak sepakat untuk melakukan kerjasama lebih lanjut termasuk pemanfaatan teknologi ‘Semar’ tersebut.

 

Sebagaimana diketahui, teknologi ‘Semar’ merupakan teknologi kimia yang dirancang khusus untuk menurunkan kadar kekentalan minyak mentah di reservoir. Teknologi ini dapat diterapkan di lapangan minyak yang memiliki karakter minyak berat di bawah 20 derajat standar American Petroleum Institute (API). Teknologi ini memiliki keunggulan yang signifikan jika dibandingkan dengan teknologi uap karena mampu menurunkan kekentalan minyak dari 253 centi poice (CP) menjadi 2cp dengan suhu 60°C. Sedangkan jika menggunakan uap panas akan membutuhkan suhu yang sangat tinggi sekitar 300-350°C. Diharapkan di masa mendatang teknologi ‘Semar’ dapat membidik kegiatan hulu perminyakan yang beroperasi di wilayah sebaran minyak berat di seluruh dunia antara lain Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia dan Australia.

 

KOGS merupakan kegiata dua tahunan yang diikuti lebih dari 150 peserta baik dari perusahaan utama minyak dunia, perwakilan pemerintah maupun industri lain terkait perminyakan. Beberapa perusahaan yang turut serta diantaranya: Saudi Aramco, Abu Dhabi National Oil Company, BAPCO, Chevron, Total, Weatherford, Baker Hughes, Schlumberger, EQUATE, Halliburton dan Dow. (Sumber : KBRI Kuwait)