WNI Terbebas dari Ancaman Hukuman Mati di Malaysia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pengadilan Tinggi Wilayah Limbang, Sarawak, Malaysia, pada 1 Oktober 2010, memberikan keputusan bebas murni kepada seorang Elis Binti Halif , WNI asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, dari ancaman hukuman gantung sampai mati (Penal Code 302) karena tuduhan pembunuhan. Elis memiliki 4 anak, 3 diantaranya telah dipulangkan oleh KJRI Kuching, dan 1 anak lahir di penjara saat proses peradilan.


Proses peradilan berjalan cukup ketat dengan 7 kali persidangan berlangsung sejak ditahan pada Juni 2009, dengan pendampingan oleh KJRI Kuching. Bantuan materil dan moril diberikan selama proses termasuk koordinasi dan konsultasi dengan pengacara hukum Malaysia Ranbir Singh Sangha serta pemulangan 3 anaknya kembali ke kampung halaman selama yang bersangkutan masih dalam proses peradilan.


Elis tercatat WNI ke-9 yang bebas dari hukuman mati atas upaya KJRI Kuching bagi perlindungan WNI atas ancaman hukuman gantung sampai mati di wilayah Sarawak, Malaysia. Delapan lainnya adalah Ongkun Majin asal Kalimantan Barat, Kamaruddin Khadapi asal Sulawesi Selatan, Maxy Tefa asal Nusa Tenggara Timur, Joko Subarjo dan Suseno Misri asal Jawa Timur, Martin Muslim asal Nusa Tenggara Timur, Mugi Widodo asal Jawa Tengah, dan Jepri bin Anggut asal Kalimantan Barat


Saat ini, KJRI Kuching tengah berupaya untuk membebaskan 2 WNI yang terancam hukuman mati di Sarawak, yaitu Edi Saputra karena kasus pembunuhan dan Sdr.Darsono karena kasus kepemilikan dan pengedaran narkoba, suatu tindakan nyata dan implementasi dari prinsip perlindungan, keperdulian dan keberpihakan kepada WNI yang dilaksanakan oleh KJRI Kuching di Sarawak, Malaysia.