Sosialisasi Undang-undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan di Sarawak, Malaysia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Jumat, 29 Oktober 2010, KJRI Kuching bekerja sama dengan dengan Tim Koordinasi & Pembudayaan UU No.12 tahun 2006 dari Dirjen Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI, telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Undang-undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI kepada WNI di Kuching, Sarawak, Malaysia.


Acara sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 100 orang WNI yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar Indonesia, WNI yang melakukan perkawinan campuran dengan warga asing dan warga setempat (Malaysia), para WNI yang sudah memiliki status permanent resident di Sarawak, para professional/ekspatriat Indonesia yang bekerja di Sarawak dan seluruh staf KJRI Kuching.


Dengan sosialisasi ini diharapkan, WNI di Sarawak, dapat mengerti isi dan kandungan pokok yang terdapat dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2006, yang mengatur mengenai status kewarganegaraan RI yang perlu diketahui oleh para WNI, terutama yang berdomisili di luar negeri khususnya di Sarawak atau pun telah melakukan perkawinan campuran dengan warga negara asing lainnya diluar negeri. Selain itu juga untuk mengetahui dan memahami permasalahan dan kondisi yang dihadapi oleh WNI yang berdomisili di luar negeri, khususnya di Sarawak terkait dengan penerapan Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tersebut..


Dalam sesi tanya jawab, masyarakat menanyakan beberapa hal antara lain, mengenai status kewarganegaraan anak angkat (WN Malaysia) yang diangkat anak oleh WNI di luar negeri, prosedur untuk mengajukan kewarganegaraan bagi anak WNI yang lahir sebelum UU No.12 tahun 2006 ditetapkan, status kewarganegaraan bagi rakyat Indonesia di luar negeri yang dianggap hilang, akibat tidak melapor kepada perwakilan RI di luar negeri , tanggapan dan reaksi Pemerintah Malaysia terhadap pemberlakukan UU nomor 12 tahun 2006 , terkait dengan pemberian AFIDAVIT oleh Perwakilan RI di luar negeri, kepada anak-anak hasil perkawinan campuran yang berstatus kewarganegaraan ganda dan memegang paspor Malaysia.


Trend perkawinan campuran di Sarawak menunjukkan peningkatan, berdasarkan catatan konsuler di KJRI Kuching , hingga Oktober 2010 tercatat, 275 perkawinan campuran antara WNI dan WN Malaysia yang dilaksanakan di Sarawak, dan 137 perkawinan campuran dilaksanakan di Indonesia kemudian didaftarkan di Sarawak, Malaysia.


Penyelenggaraan sosialisasi UU No.12 tahun 2006 mengenai kewarganegaraan RI, merupakan salah satu program kerja KJRI Kuching dalam rangka pembinaan hukum kepada masyarakat, sehingga WNI di luar negeri dapat mengetahui dengan jelas mengenai produk-produk hukum baru yang berlaku di Indonesia pada saat ini dan implikasinya bagi mereka, terkait dengan keberadaan mereka di luar negeri.