Pelayanan Gereja Katholik Santo Yosef Kuching Kepada Tenaga Kerja Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 16 Agustus 2009 Gereja Katholik Santo Josef Kuching mengadakan peringatan HUT Proklamasi RI bagi para TKI di Kuching dan sekitarnya. Ujud peringatan HUT Kemerdekaan RI adalah sekelompok TKI yang berasal dari Flores dan Kalimantan Barat, dilibatkan dalam prosesi pelayanan misa suci, malahan salah satu dari peserta membawa bendera merah putih untuk ditempatkan dalam gereja selama pelayanan kebaktian berlangsung. Adalah suatu kehormatan yang sangat luar biasa bahwa Gereja Santo Josef secara khusus menyisipkan peringatan HUT Kemerdekaan RI dalam kotbahnya pada misa hari mingggu yang dihadiri oleh banyak jemaat.


Selesai acara kebaktian, kemudian seluruh rekan-rekan TKI dikumpulkan dalam suatu ruangan tertentu untuk merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan dalam peringatan ini langsung dipimpin sendiri oleh Romo Albert serta relawan Diana Carol serta teman-temannya. Acara berlangsung dengan meriah yang diisi dengan lagu dan tari dari rekan TKI, permainan anak-anak TKI dan tidak lupa makan siang bersama serta potong kue merah putih. Begitu ditanyakan kepada pihak gereja, ternyata aktivitas ini adalah acara rutin tahunan dan ditujukan kepada TKI yang bekerja di kota Kuching dan sekitarnya yang selama ini mereka adalah bagian dari pelayanan gereja. Jumlah TKI dan anak-anak TKI yang hadir dalam peringatan kemerdekaan RI mencapai lebih dari 40 (empat puluh) orang.


Menjelang Natal, ternyata Gereja Santo Josef menyelenggarakan perayaan Natal bagi TKI, hanya diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 2009, bukan pada tanggal 24-25 Desember 2009 mengingat kesibukan Gereja. Acara peringatan kelahiran Tuhan Yesus dan perayaannya diselenggarakan setelah misa hari Minggu dan seperti biasanya lebih dari 40-an TKI beserta keluarganya dijemput dengan bus. Acara berlangsung dengan meriah dan seluruh TKI beserta keluarganya yang hadir dalam peringatan ini sangat gembira bercampur haru, biasanya perayaan Natal diselenggarakan ditengah-tengah keluarganya, namun kali ini dirayakan di negeri orang bersama-sama rekan-rekan sesama pekerja Indonesia di Sarawak.


Pelayanan Gereja Santo Josef tidak terhenti hanya berupa peringatan ataupun perayaaan. Pada waktu Gereja diminta untuk melakukan misa suci dan sekaligus pemberkatan serta kebaktian menyambut Natal bagi TKI yang berada di shelter KJRI Kuching yang hanya berjumlah 11 (sebelas) orang, ternyata Romo Albert pada tanggal 24 Desember 2009 jam 16.30 datang dan melayani bagi warga Katolik dan Kristiani yang berada di Shelter. Selesai misa rekan-rekan TKI di menyelenggarakan perayaan Natal yang diisi dengan lagu dan membaca puisi serta makan malam bersama bagi seluruh TKI di shelter beserta home staff dan local staff beserta keluarganya. Puji Tuhan.