Kegiatan welcoming program untuk 100 orang TKI di perkebunan kelapa sawit Sarawak Oil Palm Berhad, Miri, Sarawak

10/24/2011

Kegiatan welcoming program untuk 100 orang TKI di perkebunan kelapa sawit Sarawak Oil Palm Berhad, Miri, Sarawak

   
1.

Permasalahan Ketenagakerjaan yang sering terjadi pada Tenaga Kerja Indonesia di Sarawak diantaranya disebabkan karena kurangnya pengetahuan TKI tentang permasalahan yang berkaitan dengan peraturan, hukum dan budaya yang berbeda di Sarawak dengan daerah asal mereka.

   
2.
KJRI Kuching selama ini banyak menerima pengaduan dan menangani kasus yang berkenaan dengan permasalahan ketenagakerjaan seperti, melarikan diri dari perusahaan tanpa membawa paspor, melakukan pelanggaran peraturan keimigrasian karena ketidaktahuan, dan sengketa dengan perusahaan atau agensi karena kesalahpahaman tentang peraturan dan budaya
   
3.
Untuk meminimalisir terjadinya permasalahan-permasalahan yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi pada TKI selama bekerja di Sarawak, KJRI Kuching mengadakan kegiatan welcoming program untuk para TKI yang akan bekerja di Sarawak yang kegiatannya sudah dimulai sejak bulan Januari 2011.
   
4.
Untuk para TKI yang masuk dari pintu perbatasan Entikong-Tebedu KJRI mengadakan kegiatan ini di daerah perbatasan yaitu ketika TKI baru datang dari Indonesia. Sementara itu untuk TKI yang masuk melalui pintu masuk Nunukan-Tawau di Sabah dan langsung ke tempat kerja mereka di Sarawak welcoming program untuk mereka diadakan langsung di lokasi tempat kerja mereka.
   
5.
Pada tanggal 21 Oktober 2011 KJRI mengadakan kegiatan welcoming program untuk 100 orang TKI yang baru datang di perkebunan Sarawak Oil Palm (SOP) berhad di Miri, Sarawak.
   
6.
Pada kesempatan tersebut KJRI Kuching telah memberikan pesan, informasi dan kiat-kiat  bekerja di Sarawak berdasarkan kepada pengalaman KJRI dalam menangani permasalahan-permasalahan yang selama ini sering terjadi di Sarawak, dengan menekankan kepada urgensi kepemilikan dokumen perjalanan dan dokumen kerja, menjaga nama baik bangsa dan negara dengan cara bersikap disiplin, mematuhi ketentuan dan undang-undang yang berlaku di perusahaan dan negara setempat, dengan harapan untuk meminimalisir terjadinya permasalahan TKI khususnya yang bekerja di Sarawak.
   
7.
    Kegiatan yang langsung dipimpin oleh acting Konsul Jenderal RI di Kuching tersebut juga dihadiri oleh pihak management SOP berhad, guru-guru sekolah anak TKI, dan para TKI senior yang menjadi tokoh masyarkat di perkebunan tersebut.
   
      Kuching, 24 Oktober 2011