The "2nd Borneo International Beads Conference (BIBCo)", 7-9 October 2011

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

    Pada tanggal 7-9 Oktober 2011, telah berlangsung pameran dan konferensi bertemakan "2nd Borneo International Beads Conference (BIBCo)" di Kuching, Sarawak yang diikuti oleh pengrajin manik-manik dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Australia, Amerika Serikat, India, Afrika Selatan, Kanada, Singapura, Benin, Nigeria, dan Mesir. 2. Konferensi dan pemeran diselenggarakan di Hotel Grand Margherita, Kuching, yang memaparkan keunikan manik-manik dari Semenanjung Malaysia, Timur Laut India, Kanada, Afrika Selatan, Sarawak, Asia Tenggara, dan Sumatera bagian  barat daya.
 
Acara ini diselenggarakan oleh sebuah organisasi non-profit bernama Crafthub Sdn. Bhd. yang berdiri tahun 2008 dan berupaya mempromosikan dan menjual kerajinan Sarawak dengan kualitas standar internasional serta melestarikan manik-manik sebagai akar budaya Sarawak.   3. Dalam pameran perhiasan dari manik-manik ini, KJRI berpartisipasi dengan memfasilitasi pengrajin art jewelries dari Palangkaraya, Sdri. Kiki Adiwijaya dan pengrajin dari Jombang, Sdr. Nur Wakit yang menampilan karya-karya mereka berupa kalung, gelang, anting, bros dan hiasan kepala. Kerajinan dari Palangkaraya terjual hingga lebih dari 60%, sedangkan perhiasan-perhiasan Jombang habis terjual.
 
 
Selain itu, masyarakat Indonesia yang menekuni kerajinan manik-manik juga turut berpartisipasi dengan karya-karya mereka yang habis terjual dalam pameran tersebut.   4. Dalam acara gala dinner yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Warisan Budaya Sarawak serta Wakil Ketua Menteri, Datuk Amar Abang Johari Tun Openg, KJRI Kuching berpartisipasi dalam traditional costume parade dengan kain-kain khas dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan, antara lain songket, sarung, gelingkang, serta busana khas suku Dayak Kenayan yang terbuat dari kulit kayu dengan menggunakan aksesoris kerajinan wire art jewelries dari Palangkaraya dan batu-batuan dari Pontianak.
 
Acara traditional costume parade ini merupakan kerja sama KJRI dengan masyarakat Indonesia yang terdiri dari ibu rumah tangga, mahasiswa, dosen, pelajar dan karyawan. Peragaan busana tradisional tersebut memperoleh sambutan hangat dari hadirin yang hadir dari berbagai negara.   Kerajinan Indonesia semakin dikenal di pasaran Sarawak dengan semakin banyaknya pameran serupa di berbagai kota di Sarawak. Produk-produk dalam bentuk perhiasan juga sangat diminati karena jenis batu-batuan yang unik dan dirangkai dengan cita rasa seni yang tinggi.
 
Minat yang besar ini dapat dijadikan peluang bagi para pengrajin Indonesia untuk menjadikan Sarawak sebagai salah satu pasar potensial. Acara-acara internasional seperti BIBCo ini selain dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia juga digunakan sebagai ajang bertukar kreativitas antar pengrajin dari berbagai Negara mengenai teknik-teknik merangkai manik-manik. Penyelenggaraan acara seperti ini tidak hanya makin mempererat kerja sama antara KJRI dengan para seniman asing dari berbagai negara, namun juga dengan para masyarakat Indonesia yang berada di Sarawak dan meningkatkan peran mereka dalam mempromosikan   ??