Kegiatan Peringatan Hari KORPRI di KJRI Kuching diisi dengan Khitanan Masal dan Pembagian Buku

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam Rangka HUT KORPRI ke - 40 tahun 2011, KJRI telah mengadakan rangkaian kegiatan diantaranya adalah mengadakan sunatan massal untuk anak-anak WNI yang berada di Kuching dan sekitarnya dan kegiatan sosial mengunjungi Anak Sekolah dibeberapa tempat.

 

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke ladang Saremas, Bintulu pada tanggal 17 November 2011, dimana terdapat sejumlah 120 orang anak usia sekolah yang diberi fasilitas pendidikan oleh pihak perusahaan dengan guru dan kurikulum dari Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut, pejabat Fungsi Sosial Budaya KJRI Kuching selain membagikan bantuan peralatan sekolah juga memberikan himbauan, nasehat dan motivasi kepada para pelajar agar tetap mementingkan aspek pendidikan dan terus belajar tanpa mengenal putus asa, walau dimanapun dan bagaimanapun kondisinya karena belajar adalah hak setiap individu termasuk anak-anak TKI yang ada di perkebunan Kelapa Sawit di Sarawak.

 

Selanjutnya pada tanggal 18 November 2011, tim dari KJRI Kuching mengunjungi anak-anak TKI di perkebunan kelapa sawit di ladang Pinang SOP Berhad, Miri. Seperti halnya di Bintulu di Miri juga tim KJRI Kuching mendapat sambutan seremonial secara antusias dari pelajar, guru, perusahaan dan wali murid. Di perusahaan ladang Pinang SOP Berhad juga telah menyediakan ruang belajar dengan seorang guru dari Indonesia yang disediakan oleh perusaan untuk 24 orang anak-anak TKI usia sekolah.

 

 

Selanjutnya Tim KJRI melaksanakan Sholat Jumat bersama TKI di ladang tersebut dan atas permintaan TKI staf Fungsi Sosial Budaya menjadi khatib untuk menyampaikan khutbah Jumat.

 

Kegiatan kedua yaitu Khinantan Masal dilaksanakan pada tanggal 19 November 2011 bertempat di aula pertemuan KJRI Kuching dimulai tepat pada pukul 09:00 waktu setempat.

 

Sejumlah 25 orang anak-anak WNI menyertai kegiatan sunatan massal dengan didampingi oleh orang tua masing-masing.

 

 

Petugas sunatan massal terdiri dari 7 orang tenaga medis dari Kementerian Kesehatan Malaysia yang dibagi menjadi 4 grup untuk melakukan penyunatan terhadap anak-anak TKI tersebut.

 

Acara berakhir pada pukul 14:30 dan sebelum peserta meninggalkan tempat sunat, KJRI memberikan bingkisan berupa kain sarung dan songkok kepada anak-anak WNI tersebut.