KJRI KUCHING memulai Pemulangan 39 WNIB melalui Perbatasan Negara Tebedu-Entikong

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI KUCHING telah memulai pemulangan WNIB melalui perbatasan negara Tebedu-Entikong.
 
              Dengan pelaksanaan Program 6P PATI (Pendaftaran, Pemutihan, Pengampunan, Pemantauan, Penguatkuasaan dan Pengusiran) yang dimulai 1 Nopember oleh pemerintah Negeri Sarawak, yaitu program Kerajaan Malaysia guna mendaftar data PATI agar dapat membenarkan mereka bekerja di dalam sektor tertentu melalui Program Pemutihan dan membenarkan PATI untuk pulang ke Negara Asal tanpa melalui proses perundangan melalui Program Pengampunan. Makapara WNIB yang berada dipenampungan KJRI Kuching telah didaftarkan melalui Program 6P.
              Dengan bekerjasama dengan pihak DAMRI, KJRI Kuching berhasil memulangkan 39 WNIB tersebut kembali ke Tanah Air.
 
 
Dimulai dengan mendaftarkan WNIB dengan memberikan data pribadi termasuk Sidik Jari dan Photograp para WNI
mereka yang tidak memiliki Dokumen Perjalanan, baik Paspor, Identitas Diri dan Visa Bekerja mendapat pemutihan dan Pengampunan untuk dapat Bekerja kembali secara resmi ataupun Pulang ke Negara Asal tanpa dikenakan tindakan undang-undang.
 
Bekerjasama dengan pihak DAMRI, KJRI Kuching memfasilitasi kendaraan darat, untuk melakukan kegiatan Pemulangan WNIB. Sebelum keberangkatan Pemulangan tersebut, para WNIB mendapat Pengarahan oleh Acting Konsul Jenderal (Bpk. Achmad Djatmiko) dan Staf Fungsi Konsuler (Ibu Monica Ari Wijayanti) guna menerima informasi berkaitan perjalanan pulang maupun nasehat baik agar WNIB tersebut mempunyai semangat untuk menemui keluarga mereka di Tanah Air.
 
 
Berangkat dengan dimulai Doa, KJRI Kuching Menugaskan 1 Orang Staf Konsuler mendampingi pemulangan tersebut guna menyerahkan secara resmi kepada Dinas Sosial di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia