Profil Negara dan Kerjasama

  • SIARAN PERS Program Re-Hiring dengan E-Kad kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin

    SIARAN PERS Program Re-Hiring dengan Enforcement Card (E-Kad) kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin (PATI), Implikasi dan himbauan setelah berakhirnya program dimaksud Dengan berakhirnya program Pemerintah Malaysia mengenai re-hiring dengan E-Kad kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin (PATI) dari 15 negara pada tanggal 30 Juni 2017, Ketua Pengarah Imigrasi Malaysia (KP) menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa razia terhadap PATI dan para majikan yang tidak mendaftar dalam program re-hiring Operasi razia telah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2017 di wilayah Semenanjung Malaysia. Pada tanggal 3 Juli 2017, KP menyatakan bahwa hingga pagi hari tanggal 3 Juli 2017 waktu setempat, pihaknya telah melakukan 181 operasi di semenanjung dan berhasil menahan 1.509 orang PATI, dengan komposisi 752 orang WN Bangladesh, 197 orang WNI, 117 WN Myanmar, 50 WN Filipina, 45 WN Thailand dan sisanya dari negara lainnya. KBRI segera mengajukan permohonan akses konsuler kepada Pemerintah Malaysia untuk dapat bertemu dengan WNI yang tertangkap dalam razia untuk memastikan hak-haknya secara hukum terpenuhi. Kepada WNI yang bekerja secara legal/sah di Malaysia, KBRI menghimbau agar membawa dokumen yang sah ketika berpergian guna menghindari tindakan salah tangkap. Sementara kepada PATI WNI, KBRI menghimbau agar mempertimbangkan untuk mengikuti program Pulang Sukarela (Program 3+1) ke Indonesia. Dengan program ini, WNI dapat kembali ke Indonesia melalui jalan yang sah dan aman. Program Pulang Sukarela merupakan program Pemerintah Malaysia untuk memulangkan PATI ke negara asal yang berlaku s/d 31 Desember 2017. Kementerian Dalam Negeri Malaysia (KDN), melalui surat nomor KDN.IM.S.600-4/1/13 tanggal 7 Maret 2017, menyampaikan bahwa pihaknya telah menunjuk syarikat IMAN Bhd. untuk mengurus hal ini. Adapun biaya resmi program pulang sukarela ini adalah RM 800 plus GST (6%). Biaya ini belum termasuk ongkos pesawat/ferry (tergantung tujuan pemulangan). KBRI menghimbau agar WNI menghindari calo dalam pengurusannya. Program re-hiring dengan E-Kad diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Malaysia sejak tanggal 15 Februari 2017 untuk PATI dari 15 Negara yaitu Bangladesh, Filipina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Vietnam, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, Turmeknistan, Uzbekistan dan Vietnam. E-Kad berfungsi sebagai permit/ijin kerja sementara. Setelah mendapatkan E-Kad, selanjutnya PATI harus mengikuti program re-hiring. Dalam pelaksanaanya, Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa jumlah PATI yang ikut program ini tidak sesuai harapan dimana hanya berjumlah 161.065PATI (23%) dengan sekitar 21.000-an majikan (data jam 22.00 tgl 30 Juni 2017) dari perkiraan jumlah pemohon sebanyak 400 – 600 ribu orang. Kuala Lumpur, 4 Juli 2017 Selengkapnya