Tun Mahatir dan Wakil Menlu Malaysia melawat ke KBRI Kuala Lumpur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berpulangnya Gus Dur ke rahmatullah memperoleh simpati dari Pemerintah dan masyarakat Malaysia. Bahkan mantan PM Malaysia, Dr Tun Mahatir Mohamad melawat ke KBRI Kuala Lumpur untuk menyampaikan belasungkawa dengan mengisi buku condolence (31/12/2009). Menjawab pertanyaan pers, Mahatir menyampaikan rasa hormatnya kepada Gus Dur meskipun pemikirannya tidak selalu sejalan atau berbeda dengan pandangan umum. Lebih lanjut, yang paling berkesan bagi Mahatir adalah di saat pembicaraan serius, Gus Dur selalu menyelipkan joke yang menyegarkan.


Satu jam kemudian, Wakil Menlu Malaysia, Kohilan Pillay, juga mengunjungi KBRI Kuala Lumpur untuk menyampaikan takziah. “Saya mewakili Kerajaan dan rakyat Malaysia, ingin menyampaikan ucapan takziah dan belasungkawa di atas pemergian Bapak Abdurrahman Wahid, bekas Presiden Republik Indonesia yang ke-empat pada 30 Desember 2009. Sumbangan dan jasa baktinya ke arah memperkukuhkan hubungan Malaysia – Indonesia akan senantiasa dikenang dan diabadikan”.


Pemerintah Malaysia juga telah mengutus delegasi sejumlah 6 orang, yang dipimpin oleh Menteri pada Jabatan Perdana Menteri, Datuk Jamil Bahrum untuk menghadiri pemakaman Gus Dur di Jombang. Selain itu juga hadir Duta Besar Malaysia designate di Jakarta, Dato’ Syed Munshe Afdzaruddin bin Syed Hassan.


Kepergian Gus Dur juga mendapat liputan dari hampir semua media massa cetak maupun elektronik di Malaysia. Bahkan secara khusus media massa Malaysia juga mewawancarai beberapa orang warga negara Indonesia di Malaysia mengenai kesan-kesannya terhadap Gus Dur.


Warga masyarakat Malaysia juga telah datang ke KBRI Kuala Lumpur untuk mengisi buku condolence, antara lain pengusaha, anggota parlemen dan Ketua Asosiasi Penyalur TKI di Malaysia. KBRI Kuala Lumpur pada tanggal 31 Desember 2009 menyelenggarakan shalat ghaib dan tahlil bersama masyarakat Indonesia.


(sumber: KBRI Kuala Lumpur)