Terbebas dari Hukuman Mati, Edi Asnawi Pulang ke Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Edi bin Asnawi, seorang TKI asal NTB, akhirnya pulang ke Indonesia pada Sabtu (9/1) dengan diterbangkan dari Kuala Lumpur menuju Mataram. Edi yang juga dikenal dengan nama Suhaidi bin Asnawi sebelumnya diancam dengan hukuman mati oleh pengadilan Malaysia karena didakwa melanggar pasal 302 Kanun Keseksaan (KUHP) Malaysia setelah terbukti membunuh Ibu Kandung majikannya pada 15 Januari 2002.


Proses Persidangan Edi dimulai pada Maret 2002. Setelah lima tahun proses hukumnya berjalan atau tepatnya pada 13 Agustus 2007, Hakim yang menangani kasus Edi yaitu Hakim Dato’ Sulaiman bin Daud memberikan vonis bebas terhadap Edi dengan alasan bahwa ketika melakukan perbuatan tersebut dirinya tengah dalam kondisi kejiwaan yang terganggu (chronic schizophrenia) dan tidak memiliki rencana untuk melakukan pembunuhan. Namun walaupun telah divonis bebas, Hakim memerintahkan agar Edi ditahan dalam perlindungan Penjara Sungai Buloh Selangor.


Menyadari hal ini, KBRI Kuala Lumpur berupaya mempercepat proses pembebasan Edi bin Asnawi dengan menyampaikan surat kepada Sekretaris Kerajaan Negeri Sembilan dan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia. Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar juga mengirimkan surat kepada yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan Jaafar Ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman pada 13 Agustus 2008. Yang Di-Pertuan Besar kemudian menanggapi permintaan tersebut dengan memerintahkan Edi bin Asnawi ditahan dan menjalani perawatan kesehatan di Hospital Permai Johor Bahru berdasarkan Seksyen 348 (ii).


KBRI Kuala Lumpur terus melakukan pendekatan kepada pihak Setia Usaha Kerajaan Negeri Sembilan dan Kementerian Luar Negeri Malaysia agar Edi Bin Asnawi dapat segera dikeluarkan dari Hospital Permai Johor Bahru untuk selanjutnya dapat dipulangkan ke Indonesia. Hal ini membuahkan hasil dengan dibebaskannya Edi pada 5 Januari 2010. Setelah kepengurusan dokumen perjalanan Edi diselesaikan oleh KBRI Kuala Lumpur, Edi kemudian meninggalkan Malaysia dengan didampingi oleh Satgas PPWNI KBRI kuala Lumpur untuk berkumpul bersama keluarganya di Mataram. (mh/pw)


(Sumber: KBRI Kuala Lumpur)