Mahathir : Indonesia bisa menjadi negara ke-7 paling kaya di dunia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia yang saat ini telah menjadi salah satu kekuatan G-20, dapat menjadi menjadi negara ke-7 paling kaya di dunia apabila potensi yang dimilikinya dapat didayagunakan secara sistematis. Hal tersebut disampaikan dalam acara leadership talk yang juga menghadirkan Dr Nasir Tamara, Prof 4Dr Ken Kawan Soetanto dan Duta Besar RI Da’i Bachtiar. Leadership Talk bertajuk “Sustainability of Thinking Paradigm towards National Development Perception” diadakan pada tanggal 11 Januari 2010 di Aula Hassanudin KBRI Kuala Lumpur dan dihadiri oleh lebih kurang 380 mahasiswa Indonesia yang berada di Semenanjung Malaysia, bahkan perwakilan PPI dari Belanda serta wakil dari Permias.



Mahathir Mohamad dalam kesempatan tersebut membuka rahasia keberhasilannya dalam membangun Malaysia yaitu cinta kepada tanah air. Mahathir juga menyampaikan pemikirannya bahwa apapun sistem pemerintahan suatu negara baik itu demokratis maupun otoritartian, tidak akan menunjang keberhasilan suatu negara tanpa didukung oleh kecakapan pemimpin dan pelaksana (rakyat) sistem tersebut.



Mengulas mengenai demokrasi, Mahathir menyatakan bahwa berbeda dengan negara-negara barat yang telah menjalani kehidupan demokrasi selama ratusan tahun, negara-negara asia masih dalam tahap awal demokrasi. Dengan demikian nilai-nilai yang dianut ‘barat’ yaitu universal values yang menekankan pada kebebasan individu, berbeda dengan negara asia yang memiliki ‘Asian Values’ yang masih menghargai kebebasan masyarakat /majority.



Sementara itu Duta Besar RI, Da’i Bachtiar menyampaikan pentingnya “mencerdaskan kehidupan bangsa” dalam membangun sebuah bangsa yang maju. Selain itu, memahami latar belakang sejarah suatu bangsa adalah penting utnuk membentuk kerangka pemikiran yang mengacu pada keberpihakan dan kepedulian pada negara kesatuan Republik Indonesia. Nasionalisme dan kecintaan kepada bangsa dan negara harus tetap ditumbuhkembangkan. Duta Besar RI meyatakan bahwa perwujudan pengabdian pada bangsa dapat dilakukan di mana saja.



Dr Nasir Tamara yang menyatakan bahwa kerja keras, kebijakan publik yang tepat seta membangun hubungan internasional yang baik, merupakan 3 hal yang penting dalam memajukan suatu bangsa. Sebagai pembicara terakhir, Dr Ken Kawan Soetanto, ilmuwan Indonesia yang telah berhasil meraih 4 gelar Doktor, mengajak mahasiswa untuk selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidup untuk mencapai keberhasilan.



Acara tersebut mendapat liputan oleh media setempat dan media dari Indonesia.



(sumber: KBRI Kuala Lumpur)