Pemulangan TKI a.n. Edi Asnawi yang dibebaskan dari Hukuman Mati

1/8/2010

 

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
KUALA LUMPUR

 

No.        17 /PR/I/2010

 

PRESS RELEASE
Pemulangan TKI a.n. Edi Asnawi yang dibebaskan dari Hukuman Mati

 

 

  1. Edi bin Asnawi alias Suhaidi Nin Asnawi adalah seorang TKI asal NTB yang didakwa melanggal Pasal 302 Kanun Keseksaan (KUHP) Malaysia karena membunuh Ibu Kandung majikan dimana Edi bekerja pada tanggal 15 Januari 2002 dan diadili sejak Maret 2002 dengan ancaman hukuman mati.
  2. Pada tanggal 13 Agustus 2007, Hakim Dato’ Sulaiman bin Daud memutuskan vonis bebas terhadap Edi Bin Asnawi, dengan alasan bahwa semasa melakukan perbuatan tersebut Edi Asnawi dalam kondisi kejiwaan yang terganggu (chronic schizophrenia) dan tidak memiliki rencana untuk melakukan pembunuhan. Namun demikian, Hakim memerintahkan agar Edi Bin Asnawi ditahan dalam jagaan selamat di Penjara Sungai Buloh Selangor.
  3. KBRI Kuala Lumpur telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses pembebasan Edi bin Asnawi, antara lain menyampaikan surat kepada Sekretaris Kerajaan Negeri Sembilan dan juga Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia.
  4. Duta Besar RI, Da’i Bachtiar juga telah mengirimkan Surat kepada Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan Jaafar Ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman pada tanggal 13 Agustus 2008. Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan kemudian berdasarkan Seksyen 348 (ii), memerintahkan Edi Bin Asnawi untuk ditahan dan menjalani perawatan dan pengamatan kesehatan di Hospital Permai Johor Bahru.
  5. KBRI Kuala Lumpur dengan berbagai upaya kembali melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak Setia Usaha Kerajaan Negeri Sembilan dan Kementerian Luar Negeri Malaysia agar Edi Bin Asnawi dapat segera dikeluarkan dari Hospital Permai untuk selanjutnya dapat dipulangkan ke Indonesia guna berkumpul dengan keluarganya.
  6. Pada tanggal 5 Januari 2010, KBRI Kuala Lumpur menerima tembusan Surat dari Setia Usaha Kerajaan Negeri Sembilan kepada Hospital Permai bahwa  Yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan, Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir, telah memberikan keputusan untuk pembebasan Edi Bin Asnawi dari Hospital Permai Johor Bahru untuk selanjutnya dipulangkan kepada keluarganya di Indonesia.
  7. Pada tanggal 7 Januari 2010, Satgas Pelayanan dan Perlindungan WNI (PPWNI) KBRI Kuala Lumpur dan Pejabat Setia Usaha Negeri Sembilan telah berkunjung ke Hospital Permai Johor Bahru guna mengambil Sdr. Edi Bin Asnawi. Edi Bin Asnawi telah bertemu dengan Bapak Duta Besar RI dan Wakeppri dan selanjutnya KBRI Kuala Lumpur memfasilitasi penerbitan SPLP dan melakukan pengurusan Check Out Memo/COM di Imigrasi Putrajaya untuk pemulangan Edi Bin Asnawi ke Indonesia. 
  8. Edi Bin Asnawi dengan didampingi oleh staf Satgas PPWNI KBRI Kuala Lumpur akan dihantar pulang ke Mataram pada hari Sabtu, 9 Januari 2010 dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 821 berangkat dari Kuala Lumpur pukul 12.10 dan tiba di Mataram pada pukul 16.45 (WITA). Yang bersangkutan direncanakan akan diterima oleh Gubernur NTB untuk  selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Kuala Lumpur,    8 Januari 2010