Kasus TKI a.n. Dinda

1/14/2010

 

No.   18 /PR/I/0110

PRESS RELEASE
Kasus TKI a.n. Dinda

  1. KBRI Kuala Lumpur telah mengikuti dengan cermat kasus seorang WNI a.n. Dinda yang berdasarkan pemberitaan media massa tanggal 7 Januari 2010 telah membakar rumah majikannya di Taman Murni Indah, Telaga Daing, Seberang Takir, Kuala Trengganu; serta dituduh mencuri 2 buah komputer notebook dan uang sejumlah RM 500.
  2. Pemberitaan media massa pada tanggal 13 Januari 2010 menyatakan bahwa yang bersangkutan telah mengaku bersalah di Mahkamah Juvana atas tuduhan mencuri beberapa barang milik majikannya. Yang bersangkutan didakwa atas Seksyen 380 Kanun Keseksaan dan bila terbukti bersalah dapat dikenai hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda.
  3. KBRI Kuala Lumpur memberikan pendampingan kepada yang bersangkutan dan melakukan penelusuran atas latar belakang yang bersangkutan. Informasi di bawah adalah sekaligus untuk klarifikasi kesimpangsiuran informasi yang diberitakan di media massa setempat.
Nama Lengkap TKI : VIONA MAYA PAKSI alias SISI
Tempat dan Tgl Lahir  : Bandung, 16 Juni 1996 (umur 14 tahun)
Warga Negara : Indonesia
No. Paspor : AM 840622
Alamat Rumah  : RSB Blok P1 No. 2 Multiwahana, Sakau, Palembang
Pekerjaan : Pelajar kelas 6 SD (Sekolah Dasar) Negeri 115 Palembang
  1. VIONA MAYA PAKSI alias SISI sejak tanggal 20 Mei 2009 dilaporkan hilang oleh keluarganya. Hal tersebut telah dilaporkan pihak keluarga yang bersangkutan kepada Kepolisian setempat dan sempat diberitakan oleh harian media setempat “Sumatera Express”.
  2. Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mencabut kebijakan moratorium penempatan pembantu rumah Indonesia ke Malaysia. Kenyataan bahwa VIONA MAYA PAKSI alias SISI yang baru berusia 14 tahun (underage), dan masuk ke Malaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah, perlu mendapat perhatian dari instansi terkait di kedua negara. Kasus mempekerjakan seseorang yang underage dapat dikategorikan sebagai trafficking in persons dan dapat dikenai hukuman sesuai dengan perundangan yang berlaku di kedua negara.
  3. Pemerintah Indonesia menghormati hukum dan perundangan yang berlaku di Malaysia. Kasus TKI a.n. VIONA MAYA PAKSI alias SISI tersebut, sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum yang berlaku di Malaysia. Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menelusuri proses penempatan yang bersangkutan. Diharapkan kerjasama Pemerintah Malaysia untuk dapat menegakkan keadilan dengan mempertimbangkan semua aspek  termasuk proses penempatan yang bersangkutan di Malaysia.

 

                                                                                  Kuala Lumpur,   14 Januari 2010