Sidang Itsbat Nikah Pasangan Suami-Istri WNI di Sabah Malaysia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kota Kinabalu, 20/06/11.

KJRI Kota Kinabalu bekerjasama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat untuk pertama kalinya pada tanggal 20 Juni 2011 menyelenggarakan sidang penetapan pengesahan perkawinan (itsbat nikah) bagi pasangan suami-isteri warga Negara Indonesia yang sebelumnya sudah menikah tetapi belum memiliki buku nikah. Sesuai keputusan Mahkamah Agung RI No. 084/2011 tanggal 25 Mei 2011, sidang itsbat perdana ini dilaksanakan di Kantor KJRI Kota Kinabalu dan dibagi menjadi dua majelis hakim, yaitu majelis hakim pertama terdiri dari seorang hakim ketua, Drs. H. Masrum, MH/Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, dan dua orang hakim anggota, masing-masing, Drs. Yusran, MH dan Dra. Hj. Nadirah Basir,SH,MH, satu orang panitera, Ahmad Majid,SH dan Budi Sukirno (jurusita). Sedangkan majelis hakim kedua terdiri dari Drs. Rusman Mallapi,SH,MH (hakim ketua) dan 2 orang hakim anggota, Drs. H. Rohmad Ariadi,SH dan Drs. H. Ahmad Manshur Noor, panitera, Nova Asrul Lutfi,SH dan Achmad Fadli (jurusita). Kedua majelis hakim ini akan bersidang selama 4 hari berturut-turut (20-24 Juni 2011) untuk memeriksa dan menetapkan 367 berkas permohonan perkara itsbat. Kegiatan sidang itsbat hari pertama ini juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta, Drs. H. Khalilurrahman,SH,MH, selaku penyelia dan perwakilan dari KRI Tawau.

   

Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana kegiatan, Iman Rokhadi dari Fungsi Konsuler-Ketenagakerjaan merangkap sebagai Pejabat Pencatat Nikah/Penghulu kemudian sambutan dari Kepala Perwakilan RI Kota Kinabalu yang sekaligus membuka acara. "Sidang itsbat ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan keberpihakan Perwakilan Republik Indonesia untuk Negara Bagian Sabah di Kota Kinabalu dalam upaya peningkatan pelayanan warga, khususnya kepada warga Negara Indonesia yang beragama Islam yang tersebar di pelosok wilayah negeri Sabah", ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Soepeno Sahid. "hasil pendataan sementara dari 35 perusahaan di Sabah yang mempekerjakan TKI tercatat sebanyak 4.316 pasangan suami istri yang belum mempunyai surat nikah. Pada sidang kali ini diharapkan dapat diselesaikan 94 pemohon itsbat dari total 367 pemohon yang terdaftar" ungkapnya. Dalam akhir sambutannya, Konjen RI mengharapkan 2 majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat tersebut dapat menuntaskan semua berkas permohonan perkara itsbat dan menjanjikan akan menyerahkan buku kutipan akta nikah kepada pemohon yang telah diluluskan itsbat nikahnya oleh hakim sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. “untuk kelancaran proses persidangan, kami minta kerjasama dari para pemohon itsbat nikah untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya dan tidak perlu takut karena ini bukan sidang perkara kriminal”, tegas Konjen RI. 94 pasangan peserta sidang hari pertama ini semuanya berasal dari pekerja ladang kelapa sawit di daerah Keningau, Sabah yaitu Veracity SDN BHD, Java SDN BHD, Makmuran SDN BHD, Focus Lumber SDN BHD, Desa Okidville SDN BHD, Okidville SDN BHD, Okidville Holding SDN BHD dan United Malacca SDN BHD.

   

Acara sidang yang berlangsung mulai pukul 10.30 pagi hingga pukul 16.00 petang waktu setempat ini mendapat respon sangat positif dari peserta sidang dan diliput oleh media cetak lokal. Pada umumnya mereka mengharapkan kegiatan ini dapat terus dilakukan di masa mendatang. Meskipun sidang itsbat ini dilakukan secara marathon karena jumlah pemohon cukup besar, namun dalam proses persidangannya tetap dilakukan satu persatu dengan mengacu pada hukum acara yang berlaku bagi peradilan agama, antara lain para pemohon itsbat harus mengajukan surat permohonan itsbat ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan membayar biaya perkara yang terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Pusat sejak 3 minggu sebelumnya dan tetap diwajibkan menghadirkan 2 orang saksi yang memenuhi syarat formil dan materiil.

   

Pelaksanaan sidang berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti karena pihak KJRI Kota Kinabalu sebelumnya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mengamankan perjalanan WNI dari pusat-pusat perkebunan kelapa sawit menuju ke bandar Kota Kinabalu. Dari 94 pasangan nikah yang terdaftar pada sidang hari pertama ini, 65 pasangan dikabulkan oleh majelis hakim, 25 pasangan tidak hadir karena salah informasi, 1 pasang terkena razia polisi seminggu sebelum sidang berlangsung, 1 pasang menderita sakit dan 2 pasang sudah kembali ke Indonesia.

   

Besarnya harapan masyarakat tersebut sudah barang tentu perlu disikapi secara positif oleh KJRI Kota Kinabalu untuk terus berupaya melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kebutuhan hukum bagi semua warganegara Indonesia (justice for all) di Sabah. Sidang selanjutnya akan digelar besok pagi (Selasa, 21 Juni 2011) dengan menghadirkan 98 pasangan WNI yang berasal dari 10 perusahaan, yaitu Veracity Corporation Sdn Bhd Keningau, Java Sdn Bhd Keningau, Focus Lumber Sdn Bhd Keningau, Desa Okidville Sdn Bhd Keningau, Okidville Holding Sdn Bhd Keningau, Estate Lumadan Beufort, Felcra Lumadan Beufort, Lamitech Sdn Bhd Papar dan pemohon perorangan dari daerah Ranau dan Beufort (sumber : KJRI Kota Kinabalu/SS).