Press Release KJRI Kota Kinabalu mengenai Indonesian Culture Show 2011

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PRESS RELEASE

No.  0549/C.6/062011

           

 

     Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu akan menyelenggarakan acara Indonesian Culture Show 2011 pada hari Sabtu, 9 Juli 2011 bertempat di Dewan Sri Kinabalu Tabung Haji, Kota Kinabalu. Acara yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu ini bertujuan untuk penggalangan dana yang akan dimanfaatkan untuk membantu pendidikan anak-anak pekerja Indonesia yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Sabah, khususnya PKBM Asbon dan Biah di Keningau yang kondisinya sangat memprihatinkan.

 

     PKBM Asbon dan Biah yang berdiri sejak tahun 2006 dengan jumlah murid lebih dari 200 orang anak ini tetap berjalan berkat semangat dan kegigihan dari para relawan yang pantang menyerah demi untuk kepentingan mencerdaskan anak bangsa di tanah rantau.

 

     Tujuan kegiatan Indonesian Culture Show 2011 adalah untuk menanamkan rasa simpati dan kekeluargaan antar sesama, memupuk rasa persaudaraan berbangsa dan bernegara, pengenalan seni budaya Indonesia melalui fashion show dan tarian, meningkatkan keharmonian antara pemerintah Negeri Sabah dan KJRI Kota Kinabalu, meningkatkan keharmonian antara KJRI Kota Kinabalu dan perwakilan asing lainnya di Sabah, meningkatkan hubungan antara syarikat yang ada di Sabah dengan KJRI Kota Kinabalu, menambah wawasan budaya bangsa untuk masyarakat Indonesia di Sabah dan penggalangan dana untuk pengadaan sarana dan prasarana pengajaran PKBM di Sabah.

 

     Malaysia dikenal sebagai negara ASEAN yang paling banyak mempekerjakan tenaga kerja asing dari berbagai negara dimana paling banyak berasal dari Indonesia. Saat ini lebih dari 400 ribu orang warga negara Indonesia ada di Sabah yang bekerja di pelbagai sektor, seperti ladang kelapa sawit, pembinaan, kilang dan pembantu rumah tangga. Pekerja Indonesia di ladang kelapa sawit, pada umumnya telah lama berada di Sabah, kemudian menikah dan mempunyai anak-anak yang lahir di Negeri Bawah Bayu ini. Saat ini jumlah anak-anak pekerja Indonesia yang memasuki usia sekolah mencapai angka 50 ribu lebih.

 

     Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, negara berkewajiban melaksanakan pendidikan wajib belajar 9 tahun bagi setiap warga negara baik yang tinggal di wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Kenyataan di lapangan, anak-anak pekerja Indonesia kesulitan untuk mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan dimana sejak tahun 2001, mereka tidak diizinkan bersekolah di Malaysia seperti di Sekolah Rakyat, Sekolah Kebangsaan dan Sekolah Menengah. Masalah menjadi lebih pelik setelah keluar kebijakan pemerintah Malaysia yang hanya mengizinkan anak-anak pekerja asing bersekolah di sekolah swasta atau sekolah internasional yang tentunya berbiaya sangat mahal.

 

     Pemerintah Indonesia terus berupaya agar anak-anak Indonesia dapat memperoleh hak pendidikan hingga akhirnya pemerintah Malaysia mengizinkan pemerintah Indonesia mendirikan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan learning centre atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Saat ini sekitar 10 ribu anak-anak Indonesia sudah bisa menikmati pendidikan di SIKK dan PKBM yang terpencar di seluruh Sabah sedangkan sisanya sekitar 40 ribu belum bersekolah.

  

     Menurut rencana, kegiatan ini akan dihadiri oleh Tuan Yang Terutama Tun Datuk Seri Panglima Haji Juhar bin Haji Mahiruddin, Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman, Menteri-menteri, Konsul Jenderal Brunei Darussalam, Konsul Jepang dan lain sebagainya.

 

 

                                         Kota Kinabalu, 30 Juni 2011