PERINGATAN HARI KARTINI TAHUN 2011 DI KJRI KOTA KINABALU

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hak Wanita Perlu Terus Diperjuangkan

 

Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu, pada hari Senin 25 April 2011 menyelenggarakan peringatan Hari Kartini tahun 2011 bertempat di Balai Budaya KJRI Kota Kinabalu. Acara yang semua persiapannya dilakukan sendiri oleh pengurus DWP KJRI Kota Kinabalu, dihadiri oleh semua home staff dan local staff beserta undangan lainnya.

 

Acara diawali dengan sambutan Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Soepeno Sahid yang menyampaikan bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini belum tercapai sepenuhnya karena masih banyak anak-anak perempuan pekerja Indonesia di Sabah yang belum mendapatkan akses pendidikan, masih banyak pembantu rumah tangga yang belum memperoleh hak-haknya sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan. Konsul Jenderal menyampaikan agar semua pihak dapat bersama-sama membantu melanjutkan perjuangan Kartini dalam mewujudkan kesetaraan gender yang diperjuangkannya sejak 107 tahun yang lalu.

 

Selain itu, lanjutnya, banyak hal yang dapat diteladani dari pribadi Kartini yang telah memiliki pemikiran modern saat itu dibandingkan dengan wanita-wanita Jawa lainnya yang hanya bekerja di dapur, dipingit dan menunggu lamaran seorang lelaki. Konsul Jenderal menambahkan, Kartini dengan belajar mampu menguasai seni dan ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi wanita Jawa zaman itu di antaranya melukis, main piano, membaca buku, mempelajari bahasa Belanda dan Perancis, menyanyi hingga mempromosikan hasil-hasil kerajinan tangan.

 

Acara juga diisi dengan ceramah yang menghadirkan nara sumber Dra. Lilis Mulyani dari Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) yang menyampaikan topik peran istri dalam rumah tangga berkaitan dengan perjuangkan Kartini. Dalam ceramahnya nara sumber kelahiran Bandung tersebut antara lain menyampaikan bahwa istri harus pandai memanfaatkan waktu dalam mengatur rumah tangga dan karir di luar rumah. Meskipun pada saat ini banyak perempuan yang menduduki posisi penting di berbagai sektor pekerjaan, namun ketika di rumah tetaplah mereka ini sebagai seorang istri yang harus patuh dan taat kepada suami (kepala rumah tangga). Ustadzah berpesan kepada suami dan istri hendaknya dapat saling menutupi kelemahan dan mengedepankan kelebihan dari masing-masing pasangan. Jika hal ini dapat dilaksanakan, Ustadzah yakin tujuan membentuk keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat dapat tercapai. Selesai tanya jawab, acara dilanjutkan ramah tamah dan foto bersama.

 

Acara peringatan Hari Kartini yang mengambil tema “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Harkat Martabat Kaum Wanita Sebagai Mitra Sejajar Pria” itu diliput dan dimuat di surat kabar harian Utusan Borneo pada tanggal 27 April 2011 (Sumber : KJRI Kota Kinabalu).