PELUANG BISNIS SABAH - INDONESIA TERBUKA LEBAR

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sabah Lakukan Alih Teknologi Sektor Agro-Industry dari Indonesia

     

Untuk kesekian kalinya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia (KJRI-KK) telah memfasilitasi para pengusaha Sabah untuk melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia. “Hal ini penting, sebagai langkah awal untuk mengenal pasti dan mendapatkan informasi terkini mengenai potensi bisnis di Indonesia”, kata Konsul Ekonomi Rudhito Widagdo, “Selain itu dalam rangka menjajagi kemungkinan kerjasama bisnis dengan mitra bisnis mereka di Indonesia, yang mempunyai karakter produk berkualitas dan prospek pemasaran di Sabah”, tambahnya.  

   

Sebagai upaya peningkatan hubungan dan kerjasama ekonomi (Trade-Tourism-Investment/TTI) antara Negeri Sabah - Malaysia dengan Indonesia, pada tanggal 26 – 31 Maret 2011 telah berkunjung Delegasi Dagang Sabah, Malaysia yang berjumlah 8 (delapan) orang pengusaha ke Yogyakarta dan Jakarta guna melihat dari dekat potensi ekonomi Indonesia.

     

Selama berada di Indonesia, Delegasi Dagang Sabah telah melakukan Kunjungan Hormat kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta Special Territory), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan perlunya kerjasama ekonomi dan perdagangan secara sinerji, mengingat kedekatan wilayah dan kesamaan sumber daya alam maupun budaya antara kedua bangsa. Hubungan yang baik antara Yogyakarta dan Sabah kiranya bisa dijadikan “jembatan” dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia secara keseluruhan. “Dan untuk itu, saya akan berkunjung ke Sabah bulan Mei 2011 untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan hubungan kerjasama kedua bangsa”, tambahnya.

     

Pada kesempatan Kunjungan Hormat tersebut telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding antara Sabahebat Sdn Bhd dengan PT. Natural Nusantara (NASA) mengenai  alih teknologi dalam pengolahan lahan seluas 92 ekar di Membakut, sebagai pilot project budidaya kelapa sawit dengan menggunakan pupuk organik produksi PT. Nasa, Indonesia. “Jika berhasil akan dikembangkan lebih luas lagi”, kata Investment & Business Development Director Sabahebat Sdn Bhd, Radin Bin Kakung, “Setelah kami coba pupuk cair dan tablet pada perkebunan kelapa sawit dan tanaman lainnya, ternyata hasilnya lebih efektif dan hemat daripada menggunakan pupuk kompos biasa”, katanya melanjutkan.

     

Selain agenda pokok kunjungan tersebut, Delegasi Dagang Sabah juga telah melakukan kunjungan dan temu-bisnis dengan Bupati Gunung Kidul dan business meeting dengan Yogyakarta Chamber of Commerce & Industry (Kadin Yogyakarta), Bupati Gunung Kidul, business meeting dengan Yogyakarta Chamber of Commerce & Industry, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta field visit ke PT. Natural Nusantara dan kerajinan perak di Kota Gede, Yogyakarta.

     

Guna memberikan hasil yang optimal bagi kunjungan Delegasi Dagang Sabah ke Indonesia, telah difasilitasi pertemuan bisnis (business matching) diantara kalangan dunia usaha melalui company-to-company approach. Dari business matching tersebut telah dihasilkan beberapa kesepakatan kerjasama, antara lain di bidang besi, batu gunung (mountain stone), produk-produk pertanian, furniture, aromatherapy, dan tourism industry.  ”Inilah yang saya maksud dengan masih besarnya peluang bisnis yang bisa dihasilkan antar para pengusaha kedua pihak”, kata Konsul Ekonomi Rudhito Widagdo, ”Produk-produk berkualitas Indonesia telah banyak menarik minat pengusaha Sabah untuk dilakukan kerjasama dan dipasarkan di Sabah. Potensi pasar Sabah yang signifikan dan kurangnya produk-produk Indonesia yang beredar di pasar Sabah dapat dijadikan landasan untuk peningkatan hubungan dan kerjasama ekonomi kedua negara melalui promosi yang pro-aktif”, lanjutnya.

     

Namun di lain sisi, Rudhito Widagdo mengatakan, dengan memperhatikan kecenderungan minat kalangan dunia usaha Sabah yang semakin meningkat untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia, mohon dapat dipertimbangkan secara serius adanya kemudahan pengangkutan barang dari Indonesia ke Sabah secara langsung, khususnya pengangkutan dalam volume besar. Hubungan dagang langsung ini tentunya akan menekan production cost agar harga barang produksi Indonesia lebih kompetitif di pasaran Sabah (KJRI KK).