LOKAKARYA PENETAPAN PERKAWINAN WNI/TKI DI SABAH TAHUN 2011

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Salah satu perlindungan KJRI Kota Kinabalu terhadap WNI di wilayah kerja

 

     Pada tanggal 11-14 Mei 2011, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu (KJRI-KK) menyelenggarakan Lokakarya Penetapan Perkawinan WNI/TKI di Sabah tahun 2011 di Hotel Mount Heritage Resort Kundasang, Ranau. Kegiatan Iokakarya ini dilaksanakan  dalam rangka   perlindungan WNI  di wilayah  kerja  KJRI Kota   Kinabalu,  dengan    menghadirkan   5 (lima)  narasumber,   yaitu   Dr. Rohadi  Abdul   Fatah, Direktur Urusan Agama  Islam  dan  Pembinaan    Syariah, Kementerian  Agarna RI  yang menyampaikan paparan tentang Implikasi Perkawinan Bawah Tangan, Drs. H. Masrum  M.  Noor,  Ketua   Pengadilan  Agama Jakarta  Pusat     dengan presentasi tentang Penetapan  Pengesahan  Perkawinan  (ltsbat nikah)  bagi Warga Negara Indonesia di Luar Negeri, Baharuddin  Haji Alwi, Ketua Penolong   Pengarah Jabatan   Hal Ehwal  Agama  Islam  Negeri  Sabah   dengan paparan tentang  Perkawinan Warga Negara Asing di Sabah dan Rahayu Abd. Jaafar,  Ketua Bahagian Perkawinan dan Perceraian Jabatan   Pendaftaran  Negara Malaysia Negeri Sabah dengan presentasi tentang Pendaftaran Perkawinan Warga Negara Asing di Sabah serta Konsul   Jenderal   Republik   Indonesia Kota   Kinabalu  dengan paparan tentang   Tinjauan Hukum Terhadap Praktek Perkawinan WNI/TKI di Sabah dan Implikasinya Bagi Kepentingan Isteri dan Hak Dasar Anak.

 

     Penyelenggaraan     Lokakarya  Penetapan   Perkawinan  (Itsbat) WNI/TlKl  di Sabah   Malaysia  Tahun   2011  ini dimaksudkan   untuk  mengetahui     sampai sejauh mana    terjadinya praktek-praktek perkawinan  di kalangan   TKI   yang bekerja  di   berbagai sektor  pekerjaan di  Negeri  Sabah   Malaysia   Timur dan   apa  implikasinya terhadap  pelayanan  dan  perlindungan  hukum kepada pasangan suami-istri dan anak-anaknya. Dalam sambutan pembukaan, Konsul Jenderal RI Soepeno Sahid menyampaikan bahwa  KJRI Kota Kinabalu memandang serius mengenai banyaknya suami istri WNI yang menikah tetapi belum mendaftarkan perkawinan mereka secara sah sesuai peraturan yang berlaku. Oleh sebab itu, lanjutnya, KJRI Kota Kinabalu sedang berusaha menangani permasalahan tersebut. Konsul Jenderal mengatakan bahwa perkawinan merupakan peristiwa penting dalam setiap kehidupan manusia dimanapun mereka berada. Perkawinan memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal abadi sepanjang usia pasangan suami istri.

 

     Tujuan  diselenggarakan  Lokakarya Penetapan Perkawinan (itsbat) WNI/TKI di Sabah Malaysia Tahun 2011 adalah :

 

a. Menyampaikan  informasi kepada  pemangku  kepentingan pekerja Indonesia di Sabah   mengenai ketentuan  yang  terkait  dengan prosedur perkawinan dan pencatatan perkawinan WNI  di luar negeri sesuai Hukum Perkawinan di Indonesia dan Malaysia.

 

b. Menyebarluaskan  informasi   kepada   pemangku   kepentingan  pekerja Indonesia  di Sabah   mengenai    implikasi perkawinan siri  atau  kawin  kampung    atau  perkawinan   bawah   tangan  terhadap kepentingan istri dan anak-anaknya.

 

c. Mendapatkan informasi mengenai beberapa aspek permasalahan perkawinan   dari   narasumber  baik  yang berasal dari Indonesia maupun Malaysia guna kelancaran    pelaksanaan  program  dan kegiatan   perkawinan massal  bagi  WNI/TKI  di  Sabah   pada   bulan Juni dan Desember 2011.

 

d. Mendapatkan  informasi  mengenal    teknik dan  tata cara pelaksanaan penetapan   (itsbat) nikah  bagi  pasangan   suami istri yang   menikah secara agama dan adat.

 

     Topik  utama    dari   kegiatan ini adalah   pembahasan Iangkah-Iangkah yang perlu ditempuh sehubungan dengan rencana  kegiatan  nikah massal   di  KJRI  Kota   Kinabalu.  Langkah  persiapan   dimaksud menyangkut teknis pelaksanaan  penetapan nikah  secara islami dengan sidang   "itsbat"  bagi  WNI   muslim   yang telah  nikah   siri (nikah kampung),  dan    penetapan  pernikahan yang telah dilakukan  di gereja bagi WNI   kristiani, juga pernikahan WNI di luar negeri baik bagi WNI muslim maupun kristiani.

 

     Lokakarya   dihadiri   oleh Iebih dari  90 orang,  terdiri   dan wakil-wakil instansi  terkait  di  Indonesia  dan  Sabah   Malaysia   serta undangan terpilih Iainnya yaitu Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Ditjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Direktorat    Urusan  Agama   Islam  dan  Pembinaan  Syariah, Ditjen  Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, KJRI Kuching, KRI Tawau, Pengadilan Tinggi Agama, Kaltim, Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Pengadilan Agama Kota Tarakan, Kaltim, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tarakan, Kaltim,   Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupateri Nunukan, Kaltim, Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan, Kaltim, Kantor Urusan Agama Kota Tarakan, Kaltim, Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS), Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Kota Kinabalu, Sabah, Perwakilan Gereja-Gereja Sabah, Perwakilan Forum Komunikasi Guru Agama Islam (FKGAI) Sabah, para tokoh masyarakat Indonesia di Sabah, perwakilan syarikat pengguna TKI di Sabah, perwakilan agensi tenaga kerja Sabah.

 

     Lokakarya   menghasilkan  berapa poin   penting yang  akan  dipakai sebagai   acuan  dalam   pelaksanaan penetapan    perkawinan  itsbat nikah untuk pemohon penetapan perkawinan dari  pasangan suami istri muslim, dan pencatatan   dalam register perkawinan  di KJRI KK untuk pemohon dari pasangan suami istri non muslim. Dalam lokakarya ini juga dibahas tata cara dan prosedur pernikahan WNI muslim di Sabah. Acara  ini diliput oleh media massa setempat yang dimuat di surat kabar harian Utusan Borneo (Sumber : KJRI Kota Kinabalu).