KJRI Kota Kinabalu Gencarkan Promosi Trade Expo Indonesia 2015 di kawasan timur Malaysia

​ Dalam upaya mensukseskan Trade Expo Indonesia (TEI) 2015, KJRI Kota Kinabalu telah menyelenggarakan kegiatan “Indonesia: My business partner – Business Luncheon on Trade Expo Indonesia 2015, pada Senin, 28 September 2015, di Wisma Indonesia-Tanjung Aru, Kota Kinabalu. Kegiatan dimaksud dibuka oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Bapak Akhmad D.H. Irfan, dan menghadirkan 2 (dua) pembicara yakni Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Ibu Fajarini Puntodewi, dan Korfung Ekonomi KJRI Kota Kinabalu, Ibu Hendro Retno Wulan. Kegiatan dihadiri oleh 42 orang pengusaha Sabah, dari berbagai asosiasi pengusaha Sabah seperti Federation of Sabah Industry, Sabah United Chinese Chamber of Commerce (SUCCC), Dewan Perniagaan Bumiputera Sabah (DPBS), Kadazandusun Chamber of Commerce, dan Sabah Women Enterpreneurs and Profesionals Association (SWEPA), dan Koperasi Usahamaju Sabah. Turut hadir perwakilan dari MITI (Ministry of Trade and Industry-Sabah), pengamat ekonomi dari Universitas Malaysia Sabah, jurnalis (Daily Express), serta para pengusaha independen dari sektor tours and travel, restoran/makanan-minuman, konstruksi, kelapa sawit, furnitur, perhiasan, dan retail.
   
       Pada sambutan pembukaannya, Konjen RI Kota Kinabalu menyatakan bahwa Business Luncheon on TEI 2015 tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan TEI 2015, tetapi juga dimaksudkan untuk menguatkan promosi produk Indonesia, dan mempromosikan peluang investasi di Indonesia, khususnya di bidang pelestarian sumber daya alam dan kegiatan ekonomi lainnya yang ramah lingkungan seperti pengembangan ekowisata, pengembangan pembangkit listrik tenaga geothermal, pembangkit listrik tenaga surya, dll.

       Dalam pemaparannya, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur menjelaskan definisi TEI, maksud dan tujuan penyelenggaraan TEI 2015, serta fasilitas dan keuntungan yang akan diperoleh oleh pengusaha Sabah bila menghadiri TEI 2015. Selain itu, disampaikan informasi mengenai agenda-agenda terkait TEI 2015 seperti business matching dengan counterpart pengusaha Indonesia, pertemuan dengan KADIN Indonesia, klinik konsultasi bisnis, trade and investment forum, business forum, lelang kopi dan factory visit. ”Jumlah pengusaha Malaysia yang berkunjung ke TEI senantiasa meningkat dari tahun ke tahun,” kata Atdag. Hal tersebut, menurutnya, adalah bukti bahwa para pengusaha Malaysia semakin menyadari bahwa masih banyak peluang kerjasama bisnis antara Indonesia-Malaysia yang bisa ditindaklanjuti.

       Korfung Ekonomi KJRI Kota Kinabalu melengkapi pemaparan Atdag dengan menggarisbawahi peluang kerjasama ekspor-impor yang bisa ditindaklanjuti oleh para pengusaha Sabah, berdasarkan data relasi perdagangan kedua wilayah selama 3 tahun terakhir. Menurutnya, walaupun populasi Sabah cukup kecil, tetapi masih terdapat banyak peluang, khususnya di sektor ekonomi kreatif seperti film, animasi, desain, dll. ”Kerjasama bisnis pada sektor regular seperti migas dan minyak kelapa sawit harus ditingkatkan. Tetapi, sektor ekonomi kreatif juga jangan ditinggalkan,” ujarnya.

       Guna menguatkan promosi peluang investasi Indonesia, setiap peserta business luncheon dibekali dengan seminar kit yang berisi buku saku ”FAQ on Investing in Indonesia”, brosur-brosur informasi peluang investasi Kalimantan Timur, paparan narasumber, booklet destinasi pariwisata Indonesia, dan cendera mata berupa kartu pos bertema ”pakaian nasional Indonesia” dari Kementerian Pariwisata (thoso/PF Eko II KJRI KK)