Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia - Malaysia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PERUNDINGAN BILATERAL INDONESIA – MALAYSIA

 

 

 

            Indonesia dan Malaysia mengadakan perundingan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) tanggal 6 September di Kota Kinabalu, Sabah – Malaysia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI R.M. Marty M. Natalegawa dan Delegasi Malaysia dipimpin oleh Menlu Dato’ Sri Anifah bin Haji Aman. Dalam perundingan ini, kedua delegasi memfokuskan kepada empat aspek yaitu perbatasan antara kedua negara, penempatan tenaga kerja, perlindungan warganegara dan pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Perundingan ini berlangsung dengan penuh persahabatan dan pengertian antara kedua negara.

 

            Di bidang perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dirasakan makin penting untuk segera diselesaikan secara tuntas.  Hal ini terdorong oleh terjadinya insiden 13 Agustus 2010 yang melibatkan pejabat operasional kedua negara. Untuk itu maka kedua belah pihak setuju untuk mengadakan pertemuan kembali pada minggu ketiga bulan September, minggu kedua bulan Oktober, minggu ketiga bulan Nopember dan pada bulan Desember 2010. Untuk itu kedua belah pihak setuju untuk menetapkan SOP dan ROE  untuk dijadikan sebagai pedoman dalam rangka untuk menghindari terulangnya insiden tersebut di kemudian hari.    Kedua belah pihak setuju untuk memasukkan lembaga Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) dari sisi Indonesia dan Agensi Penguat Kuasa Maritim Malaysia (APMM) dari sisi Malaysia.

 

            Di bidang ketenagakerjaan, kedua Menteri sepakat untuk mendorong Kelompok Kerja terkait untuk mencapai kemajuan yang substantif terhadap Letter of Intent mengenai MOU on the Recruitment  and Placement of Indonesian Domestic Workers 2006.

 

            Di bidang perlindungan warganegara, pihak Indonesia telah mengajukan usulan Consular Notification and Assistance Arrangements mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh kedua pihak dalam menangani keadaan dimana warganegaranya menghadapi permasalahan hukum.  Sedangkan untuk tiga orang yang sudah dijatuhi hukuman mati, pihak Indonesia telah mengajukan permohonan pengampunan dan keringanan hukuman atas dasar perikemanusiaan. 

 

            Di bidang pendidikan, pihak Indonesia menekankan pentingnya pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar dapat memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia (Sabah). Selanjutnya pihak Malaysia bersedia untuk memberikan kerjasamanya di bidang pendidikan ini.

 

            Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menunjukan tekadnya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang menyangkut kepentingan antara kedua negara melalui jalur diplomasi dan senantiasa dilandasi oleh asas kesetaraan dan saling menghormati.

 

                                       (Sumber: KJRI Kota Kinabalu)