Indonesia Serving Global Market

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Business Gathering Dengan Pengusaha Sabah, Kota Kinabalu, 2 Maret 2011

 

 

Pada tanggal 2 Maret 2011 KJRI Kota Kinabalu telah mengadakan kegiatan business gathering bersama kalangan dunia usaha Sabah dengan tema “Indonesia : Serving Global Market” bertempat di Balai Budaya KJRI Kota Kinabalu. Kegiatan rutin yang diadakan tiap 3 bulan sekali ini, selain memberikan informasi terkini  mengenai kondisi perekonomian Indonesia, forum tersebut dipergunakan sebagai ajang untuk mempromosikan produk Indonesia berupa pupuk organik produksi PT Natural Nusantara (PT. Nasa), Yogyakarta, Indonesia.

 

Kegiatan temu-usaha tersebut dihadiri oleh 57 pengusaha Sabah dari berbagai kelompok/organisasi dagang, seperti Malaysia International Chamber of Commerce & lndustry (MICCI), Kota Kinabalu Chinese Chamber & Industry (KKCCI), Penampang Chinese Chamber & Industry (PCCI), Bumiputera Chamber of Commerce & Industry, Dewan Peniaga Islam-Sabah, Federation Malaysia of Manufacturer’s (FMM), Federation Sabah of Manufacture’s (FSM), Palm Oil Industry Corporation (POIC), Sabah Economic Development Company (Sedco), Sri Pelancongan, Lembaga Coklat Sabah, Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP), media massa, dan lain-lain.

 

Pada pidato pembukaan, Konsul Jenderal RI di Sabah menyampaikan sekilas mengenai kinerja perekonomian Indonesia tahun 2010 dan trend tahun 2011 terkait prospek hubungannya dengan Sabah, serta fasilitas yang diberikan oleh KJRI-KK dalam menjembatani keinginan pelaku bisnis kedua negara. Melalui pertemuan yang semakin intens dan dengan lebih mengedepankan promosi produk Indonesia secara selektif, maka diharapkan akan mampu menjalin hubungan dan kerjasama ekonomi, yang pada akhirnya dapat ikut lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua bangsa di masa yang akan datang.

 

Dalam paparannya, Komisaris/Direktur PT. Global Agro Tangguh (GAT), salah satu anak perusahaan PT. Nasa, menyampaikan proposal tentang kebun pangan (food estate) yang bisa dipergunakan untuk menopang ketahanan pangan nasional sekaligus dapat lebih meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas pasar petani (integrated ecosystem). Sementara itu, Manager Konsultan Teknis PT. Nasa menyampaikan teknologi pupuk organik yang mana hal itu diperlukan untuk mengatasi permasalahan kesuburan tanah sebagai akibat penggunaan pupuk kimia, sehingga dapat membantu peningkatan produktivitas secara kualitas, kuantitas, dan kelestarian.

 

Dalam sesi tanya-jawab nampak minat dan animo para peserta, khususnya terkait tentang seberapa banyak pupuk organik tersebut telah dipergunakan di daIam negeri (Indonesia) dan bagaimana hasilnya, selain keinginan mereka agar informasi mengenai pupuk tersebut kiranya bisa dialih-bahasakan ke dalam bahasa Inggris dan China, serta keinginan mereka untuk mendapatkan produk tersebut di pasar Sabah. Kegiatan business gathering tersebut juga dipergunakan sebagai ajang promosi makanan tradisional Indonesia dan upaya menarik minat para pengusaha Sabah untuk ikut dalam buying mission ke Indonesia (Jakarta dan Yogyakarta) pada tanggal 26-31 Maret 2011 mendatang sebagai Iangkah tindak-lanjut daripada pertemuan bisnis tersebut.

 

Kegiatan yang dibarengi dengan penyajian makanan khas Indonesia tersebut telah memberikan nilai tersendiri bagi para peserta dalam mendukung upaya KJRI-KK mempromosikan potensi ekonomi Indonesia di wilayah Sabah. (KJRI Kota Kinabalu).