Indonesia Cari Peluang Kerjasama dengan Persatuan Pedagang Etnis Tionghoa di Sabah Malaysia

Pada tanggal 28 September 2017, Dewan Eksekutif Sabah United Chinese Chambers of Commerce (SUCCC) atau Persatuan Pedagang Etnis Tionghua di Sabah Malaysia telah dikukuhkan oleh Ketua Menteri Sabah Tan Sri Musa Aman di Gedung Hakka, Tanjung Lipat, Kota Kinabalu, Sabah. Acara yang dibuka secara resmi oleh Tan Sri Musa Aman juga dihadiri oleh para undangan lainnya diantaranya Konsul Jenderal China, Wakil Presiden Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry Malaysia (ACCCIM) dan ratusan anggota SUCCC dari berbagai wilayah di seluruh Sabah dan W.P. Labuan. PF Ekonomi KJRI KK, Hendro Retno Wulan turut menghadiri undangan acara pengukuhan mewakili KJRI.

Ketua Menteri Sabah dalam Sambutannya menyampaikan bahwa dirinya melihat perlunya peningkatan kerjasama antara pengusaha etnis Bumiputera dan pengusaha China di Sabah, terutama di bidang pengelolaan bisnis sebagai upaya perluasan dan peningkatan kerjasama di bidang Perusahaan Korporasi yang telah ada sebelumnya.

Apa yang disampaikan oleh Ketua Menteri tersebut adalah merupakan gambaran bahwa Pemerintah Negeri telah bersikap agresif untuk mendorong pembangunan banyak hotel dan resort dalam mengakomodasi meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabah.

Bagi Indonesia, ini adalah sebuah kesempatan untuk mengajak kerjasama dalam mendatangkan turis dari Cina. Para turis itu dapat ditawarkan untuk berkunjung di dua wilayah dengan obyek yang saling melengkapi.

Konsul Jenderal RI, Akhmad DH Irfan yang dimintai keterangannya menyampaikan bahwa Pihak KJRI sudah melaksanakan promosi kepada para turis, terutama dari Cina dan Korea yang datang ke Sabah untuk juga berkunjung ke Indonesia. Jika mereka datang ke Sabah untuk melihat gunung Kinabalu, maka mereka para turis ini ditawarkan untuk melakukan kegiatan diving di Raja Empat atau Wakatobi dan lainnya. Atau jika mereka datang untuk wisata pantai di Sabah, mereka ditawarkan untuk berwisata di Gunung Bromo dll.

"KJRI menyediakan informasi dalam bentuk leaflet kepada para turis Cina dan Korea untuk datang ke Indonesia jika ingin diving di Raja Ampat dan atau ke Bali atau berwisata ke Bromo. Selain itu, kepada para pelaku bisnis hotel KJRI sudah mengajak kerjasama untuk menempatkan TKI untuk perhotelan," demikian jelas Konjen Irfan.

Hendro Retno Wulan kemudian melaporkan bahwa acara pengukuhan ini ditutup dengan penandatanganan para wakil presiden, anggota komite SUCCC yang baru di depan Ketua Menteri Sabah.​