COURTESSY CALL KONJEN RI KEPADA TUAN YANG TERUTAMA NEGERI SABAH YANG BARU

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

HUBUNGAN PEMERINTAH INDONESIA DAN SABAH TIDAK MEMILIKI MASALAH YANG BERARTI

   

Pada hari Selasa, 29 Maret 2011, Konjen RI Kota Kinabalu, Soepeno Sahid, melakukan courtesy call kepada Tuan Yang Terutama (TYT) Datuk Seri Panglima Juhar Mahiruddin sebagai Yang Di-Pertua Negeri Sabah ke-10 menggantikan Tun Ahmadshah Abdullah yang berakhir masa tugasnya pada tanggal 1 Januari 2011.

   

Memulai sambutannya, TYT mengemukakan beberapa isu yang menjadi perhatian dunia seperti tragedi tsunami di Jepang dan perkembangan politik di beberapa negara di Timur Tengah dan Libya. Selanjutnya beliau menyampaikan rasa syukurnya atas hubungan baik Negeri Sabah dan Indonesia yang selama ini telah banyak memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

   

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI menyampaikan perkembangan hubungan bilateral di antaranya :

   

a. Kontribusi dan kerjasama yang telah diberikan oleh pihak kerajaan dan kepolisian Sabah dalam mengatasi berbagai permasalahan, khususnya di bidang kewarganegaraan dan ketenagakerjaan Saat ini diperkirakan ada sekitar 400 ribu WNI dan tanggungannya (istri dan anak-anak) bekerja di Sabah sebagai pekerja ladang sawit, konstruksi, pabrik dan pembantu rumah tangga.

   

b. Pada program “pemutihan” pendatang asig tanpa ijin (PATI) yang dilakukan pihak Imigresen Sabah, masih tersisa 5000 orang akibat kendala cuaca dan lokasi saat program pemutihan tersebut. KJRI Kota Kinabalu dengan sistem jemput bola telah menerbitkan lebih dari 215 ribu paspor kepada TKI-B (TKI Bermasalah) dari 217.367 orang TKI-B yang tercatat pada program pendaftaran PATI.

   

c. Pendirian pusat belajar anak-anal TKI di ladang-ladang sawit yang sudah menjangkau sekitar 10 ribu anak dari total 51 ribu. Begitu pula peran LSM “Humana” yang telah membantu penyebaran pendidikan bagi anak-anak TKI di Sabah Timur.

   

d. Perkembangan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang diperuntukkan bagi anak-anak TKI di Kota Kinabalu dan sekitarnya, saat ini menampung sekitar 400 pelajar dan telah mendapatkan kelulusan pass pelajar dari Jabatan Ketua Menteri Negeri Sabah. Rencana pembangunan SIKK saat ini sudah dalam tahap persiapan setelah selesainya penentuan lokasi bangunan sekolah di Kompleks KKIP, lebih kurang 15 km dari pusat Kota Kinabalu.

   

e. Sejak tanggal 1 Januari 2011, kantor penghubung KJRI Kota Kinabalu di Tawau telah dinaikkan statusnya menjadi Konsulat Republik Indonesia dengan wilayah kerja Tawau dan sekitarnya, termasuk pengaturan lalu lintas orang di pintu perbatasan Tawau-Nunukan. Sementara itu wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu saat ini tidak lagi hanya mencakup Negara Bagian Sabah saja tetapi juga termasuk Wilayah Persekutuan Labuan.

   

Suasana courtesy call terasa hangat dan penuh ramah-tamah. TYT Juhar Mahiruddin tidak menyinggung hal-hal yang menyangkut polemik hubungan RI – Malaysia. TYT tampak yakin bahwa hubungan pemerintah Indonesia dan Sabah tidak memiliki masalah yang berarti, sehingga beliau tidak berminat untuk menggali lebih dalam persoalan-persoalan yang menyangkut keimigrasian dan ketenagakerjaan Indonesia di Sabah. Bahkan TYT lebih suka membagi pengalamannya saat berkunjung ke beberapa tempat di Indonesia, serta menyebutkan beberapa sahabat dekatnya yang berasal dari Indonesia. Saat menutup pembicaraan, TYT menyampaikan harapan semoga Konjen RI dapat memperoleh kesuksesan dalam melaksanakan tugas di Negeri Sabah.

   

Juhar Mahiruddin dinobatkan oleh Yang Di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin sebagai Tuan Yang Terutama Yang Di-Pertua Negeri Sabah ke-10 sejak tanggal 1 Januari 2011. Pada saat pelantikan, beliau mendapatkan gelar sebagai Yang Mulia Seri Panglima Daerah Kinabalu (SPDK) dan sebelumnya bergelar Panglima Gemilang Daerah Kinabalu (PGDK). Di negara bagian Sabah, TYT berfungsi sebagai kepala kerajaan negeri (kepala negara), dan memiliki hak prerogatif kehakiman dan pengampunan, serta penganugerahan gelar dan tanda jasa. TYT atau Yang Di-Pertua Negeri dulunya dikenal sebagai “Gabenor” yang di Malaysia hanya terdapat di empat negara bagian yaitu Melaka, Sabah, Sarawak dan Pulau Pinang (Sumber : KJRI KK)