Business Opportunity in Remarkable Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

”Temu – Bisnis Dengan Kalangan Dunia Usaha Sabah”

Kota Kinabalu, 24 September 2010

-----------------------------------------------------------

 

Dalam rangka upaya promosi potensi ekonomi Indonesia di Negeri Sabah, pada tanggal 24 September 2010 telah diadakan kegiatan roundtable discussion bersama kalangan dunia usaha Sabah dengan thema “Business Opportunity in Remarkable Indonesia” di kantor KJRI-KK.

 

Acara afternoon tea tersebut diselenggarakan untuk memberikan pemahaman tentang kinerja perekonomian Indonesia serta peluang dan potensi bisnis yang dimiliki, yang kiranya bisa dikerjasamakan antara pengusaha kedua negara. Selain daripada itu, upaya ini dilakukan guna merubah image masyarakat Sabah tentang potensi bisnis di Indonesia yang mempunyai peluang di pasar Sabah, selain sektor ketenagakerjaan.

 

Kegiatan temu-usaha tersebut dihadiri oleh 78 pengusaha terkemuka yang datang dari berbagai kelompok/organisasi usaha yang berkedudukan di Sabah, antara lain Malaysia International Chamber of Commerce & Industry (MICCI), Kota Kinabalu Chinese Chamber & Industry (KKCCI), Sandakan Chinese Chamber & Industry (SCCI), Bumiputera Chamber of Commerce & Industry, Dewan Peniaga Islam-Sabah, Penampang Chamber of Commerce & Industry, Federation Malaysia of Manufacturer’s (FMM), Federation Sabah of Manufacture’s (FSM), Palm Oil Industry Corporation (POIC), Sabah Economic Development Company (Sedco), Seri Pelancongan, Lembaga Pelabuhan Sabah, Peniaganita Sabah, Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP), media massa, dan perseorangan.

 

Dalam pidato pembukaan, Konsul Jenderal RI di Sabah menyatakan perlunya diciptakan “tujuan” dalam hubungan bisnis dengan membuat strategi dan thema yang lebih pro-aktif dengan mengidentifikasi produk yang bisa dipasarkan (products market) melalui pendekatan global. Dengan kurangnya sarana transportasi yang dapat menghubungkan kedua wilayah, baik laut maupun udara, maka perlu disusun langkah-langkah strategis untuk melakukan usaha dagang langsung, sebagai upaya penetrasi pasar, dengan harga produk yang lebih kompetitif.

 

Sementara itu, Konsul Fungsi Ekonomi pada KJRI-KK dalam presentasinya a.l. menyampaikan informasi terkini mengenai kinerja ekonomi Indonesia dan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia/Sabah serta prospeknya di masa depan. Dengan potensi yang dimiliki merupakan landasan kuat untuk lebih meningkatkan hubungan ekonomi/perdagangan melalui identifikasi berbagai sumbatan, de-bottlenecking atas berbagai masalah yang menghambat, serta secara terus menerus membuat strategi dan thema untuk berbagai segmen para pelaku bisnis guna melakukan penetrasi pasar.

 

Apakah orang asing diperbolehkan memiliki tanah/property di Indonesia”, demikian antara lain yang muncul dalam sesi tanya-jawab, selain keinginan untuk impor beras & produk pertanian lainnya, furniture, batu bara, dan beberapa saran antara lain menginginkan perhatian Indonesia untuk bisa “menghubungkan” wilayah Indonesia timur dengan Sabah melalui alat transportasi laut dan udara. Selama ini, masalah transportasi diantara kedua wilayah tersebut merupakan hambatan dalam upaya lebih meningkatkan hubungan trade-tourism-investment kedua bangsa.

 

Pada akhir pertemuan, kegiatan afternoon tea tersebut juga digunakan sebagai ajang promosi guna menarik minat para pengusaha Sabah dalam misi dagang (trade mission) ke Surabaya (“Surabaya Expo”, tanggal 8 – 17 Oktober 2010) dan ke Jakarta (“Trade Expo Indonesia 2010”, tanggal 13 – 17 Oktober 2010).

 

KJRI-KK merekomendasikan, dengan memperhatikan tingkat kehadiran yang melebihi kapasitas ruangan dalam temu-usaha tersebut nampak betapa besar antusiasme peserta dalam mengikuti perkembangan kinerja perekonomian Indonesia dan minat mereka untuk melakukan hubungan/kerjasama bisnis dengan Indonesia.

 

Kurangnya pemahaman para pebisnis Sabah terhadap potensi/produk andalan ekspor Indonesia lebih dikarenakan oleh kurangnya dukungan transportasi langsung (laut dan udara). Selama ini impor Sabah dari Indonesia masih melalui Semenanjung (cabotage policy). Untuk itu, perlu diupayakan secara serius dukungan transportasi langsung kedua wilayah untuk dapat menjembatani kepentingan dalam hubungan dan kerjasama kalangan dunia usaha kedua bangsa.

 

Selanjutnya akan sangat dihargai, apabila instansi-instansi pemerintah/swasta terkait di Indonesia dapat memberikan “tanggapan” atas perhatian masyarakat Sabah terhadap kekayaan/produk-produk Indonesia, misalnya dengan mengorganisir misi dagang, pariwisata, dan investasi. Selain itu, dengan memperhatikan besaran “minat” masyarakat bisnis Sabah terhadap potensi/keanekaragaman produk ekspor Indonesia, maka dalam upaya KJRI-KK membantu mempromosikan produk-produk Indonesia di Sabah, mohon kami dapat diberikan dukungan bahan-bahan promosi (brosur/pamflet/VCD).

 

Kegiatan yang dibarengi dengan penyajian makanan khas Indonesia tersebut telah memberikan nilai tersendiri bagi para peserta. Mereka berharap kiranya kegiatan sejenis dapat dilakukan secara berkala di masa-masa mendatang. Diyakini, upaya aktif dalam promosi produk ekspor Indonesia akan mampu meningkatkan nilai transaski perdagangan antara kedua bangsa.

 

                                   (Sumber : KJRI Kota Kinabalu)